Ngaji Random Thought Story

tentang Rasa #Part2

Sedang menemani teman yang berada di Rumah sakit, tetiba dia mulai cerita dengan sebuah kalimat:

dia bilang gini Nen, “Kita itu sama-sama punya rasa tapi tetap aja ga bisa menyatu”. (smbil nunjukin hape)

Ah, tentang rasa? kenapa pula tiba-tiba terngiang dengan kata-kata ini sepanjang jalan pulang.

Kita, memang masing-masing dari kita memiliki “rasa”, tapi apakah “kita sama-sama memiliki rasa (yang sama) untuk bisa dikatakan sebuah "kita” yang bisa menjalin sebuah “kita untuk selamanya”. apakah kita dengan rasa kita yang sekarang itu bisa diartikan sebuah “kita” untuk masa depan?

Diawal dan diakhir sebuah kisah itu seakan seperti sebuah adagium “das sollen” yang berangan dan berurai rencana yang indah yang diharapkan,  namun “das sein"nya berakhir dengan yang tak selalu kita harapkan.

Memasukkan "hati” dalam sebuah “rasa” ini adalah sebuah keniscyaan yang tak kan pernah bisa dipisahkan. tapi entah kenapa, sering kita lupa tentang adanya akal yang membersamai dan justeru menjadi penerang ketika menghadapai kenyataan yang dihadapi. hingga akhirnya di persimpangan jalan, terkadang ada sebuah kenyataan pahit yang harus siap untuk dihadapi, atau mungkin justeru ada sebuah jalan lurus yang mulus untuk dilangkahi.

Untuk tahapan-tahapan demikian, siapa pula yang tahu tentang hal itu? kita, kini , hanya bisa berdoa. Berdoa yang terbaik dan melakukan yang terbaik untuk bisa menemukan bagian yang akan membersamai “kita” di masa depan.

Ya “kita” itu sekarang masih dalam tahap belajar untuk bisa ‘mengajar" di kemudian hari. Ah entahlah, masih sangat kecil sekali rasanya nyali kita untuk menghadapi hal tersebut, Bukan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *