C U K U P

Saat ini, seperti kamu melihat aku sekarang, sepertinya cukup baik untuk dianggap baik-baik saja. Cukup kuat untuk terlihat kuat, dan cukup cantik untuk hari ini. :p

Ya, cukup dengan nilai cukup itulah yang kemudian terkadang membuatku tetiba diam berfikir jauh tentang segala kecukupan yang telah didapatkan. cukup memberikan realitas bahwa tentang segala kecukupan dalam hidup tidak selalu dapat diperhitungkan dengan ukuran nominal, pun demikian dalam penilaian cukup itu tetap ada keterlibatan hati bahwa mungkin memang seharusnya cukup, atau malah harusnya bisa lebih dari sekedar cukup.

Setelah cukup sekian perjalanan, cukup tidak berarti berhenti untuk menghentikan perjalanan. karena cukup itu tidak seperti urutan nilai yang berarti mendapatkan buruk dengan nilai C dari cukup, cukup juga tak berarti dan tak seharusnya menyerah di suatu titik.

Pun demilikian, Sekalinya kamu merasa cukup puas, sesaat itu rasa sombong menemani kecukupanmu. rasa cukup memang harus senantiasa ditemani dengan cakap. supaya segala kecukupan itu diiringi dengan kecakapan, sehingga cukup memiliki nilai yang kemudian dinamai dirinya kata “baik”. 

dan tentang suatu rasa, secukupnya aku memiliki rasa, semoga senantiasa mencukupi setiap langkah, keberadaan, dan cerita hati dalam secukupnya hati mencukupi suatu keadaan, tapi tidak untuk mencukupi diri dalam keterbatasan dan menyerah untuk senantiasa mencakapkan hati. 🙂

……………………………………………………………………………………………………..

Krapyak, 16.05 WIB. 08 Juni 2014.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *