catatan ramadhan,  Journey,  Ngaji,  Story

Ramadhan dan Rezeki #3 Day

Jodoh tidak akan kemana, begitupun juga dengan rezeki J. Mereka satu paket yang menjadi misteri Illahi tentang kapan datang, kapan muncul, darimana datangnya, dan kemana arahnya nanti baik jodoh ataupun rezeki itu. Tentang rezeki ini, tidak perlu kita menjadikannya sebagai sebuah kesibukan demi mengumpulkannya. Karena ia akan mendatangi siapa-siapa yang dikehendakiNya.

Berbicara tentang rejeki, kali ini ketika Mengaji Kitab Riyadush Shalihin tetiba Pak Kyainya bercerita panjang lebar tentang Rezeki. Laa Yarzuqhu min haitsu laa yahtasib, demikian sabdaNya. Kita tahu bahwa rezeki akan datangnya dari arah yang tak disangka-sangka. Tapi beliau bilang, mungkin hal itu bisa jadi karena kita secara tidak sadar telah melakukan perbuatan tertentu yang menjadikan rezeki tersebut berada pada kepemilikan kita. Bahkan, kita bisa pula memintakan rezeki itu datang dengan kita mencoba melakukan sesuatu.

Beliau mencontohkan kisah temannya yang sedang berada kesusahan. Beliau tidak memiliki uang untuk membiayai operasi anaknya sebesar satu juta, tapi kemudian beliau menghampiri seorang penjual keliling. Kemudian membeli barang dagangannya sebesar 100 ribu. Yang yang tersebut merupakan uang terakhir yang dimiliki oleh Bapak tesebut. Tapi kemudian seusai membeli, Bapak tersebut meminta kepada si bapak penjual itu untuk mendoakan Beliau supaya segera mendapatkan uang untuk membiayai operasi anaknya. Tapi kemudian si penjual tersebut meminta Bapak pembeli tersebut saja yang berdoa dan kemudian nantinya si Penjual tersebut yang akan mengamini doa si Bapak tersebut. Alhasil, tidak lama kemudian si Bapak itu mendapatkan sms dari saudara yang akan menyumbang uang untuk operasi keponakannya tersebut. Benar-benar Laa yarzuqhu min haitsu laa yahtasib kan?

Rezeki itu akan datang, tapi juga perlu dikuatkan dengan keyakinan. Dalam Al-Quran pun menyebutkan bahwa setiap rezeki akan dilipatkan menjadi sepuluh kali lipat. Bilangan sepuluh bisa menjadi merupakan kiasan dengan rejekiNya yang berlimpah, tapi juga bisa menjadi sebuah penggenapan akan rejeki yang kita dapatkan, sejumlah 10 ribu mungkin, 10 biji, 10 juta! Wallahu a’lam.

Bisa jadi hal itu berlalu untuk kita sebagai anak rantauan saat menghadapi Ramadhan. Jangan mengkhawatirkan darimana datangnya rezeki. jangan sampai pula disibukkan kehidupan kita untuk mencari uang. Keshalehan insyaAllah akan mengiringi setiap tetes dari rezekiNya. Wallahua’lam.

Krapyak, 1 Juli 2014.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!