Ramadhan dan Taubat #8 Day

Bab Ngaji Riyadush shalihin kali ini mengupas lebih dalam tentang pembahasan taubat. Sebagai manusia yang lemah, memang sangat harus untuk melakukan pertaubatan. Kita terlalu sering melakukan banyak kesalahan di setiap perbuatan kita. Karenanya hukum dari bertaubat itu adalah kewajiban. Wajib lhooo. Tetiba aku teringat pada shalat Taubat. Hal yang sedang mencoba dirutinkan ini dulu aku mikirnya hanya ketika kita merasa sudah jelas-jelas melakukan perbuatan dosa. Ah, terlalu sombong ternyata kesimpulan tersebut. kita sering melakukan perbuatan yang sering tanpa kita sadari itu adalah perbuatan dosa. Sholat taubat menjadi salah satu fasilitas kita untuk bertaubat.

Kata beliau “Menyesal atas perbuatan dosa yang kita lakukan itu lebih baik, karena itu tandanya kita masih memiliki harapan untuk bisa lebih baik lagi, daripada putus asa, karena itu tandanya kita sudah tidak memiliki harapan untuk berusaha lebih baik lagi. “Bukanlah lebih baik jika hukuman atas perbuatan dosa kita dihukum di dunia daripada di akhirat?!

Perbanyaklah istighfar dan shalawat. Istighfar itu seperti air, dan shalawat itu seperti sabunnya, sedangkan hati itu bagaikan cerminnya. Jika cermin yang kotor itu sekedar dibasuh saja, tidak akan mengurangi sebagian besar kotoran yang ada, karena perlu sabun untuk membersihkan dan menjadikannya mengkilat kembali. Sebab setiap pertimbangan itu selalu melibatkan hati, lalu bagaimana jika hati yang dilibatkan dalam setiap pertimbangan itu kotor???!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!