Kita masih secuil ilmu

G : yah… Gimana mengomentari sebuah peristiwa nih?

A : mau secara kacamata akhlaq, aqidah, apa fiqih nih?

G : kalo akhlaq bagaimana?

A : yaudah selesai. Tidak perlu berkomentar apa-apa. Ilmu kita masih secuil, Tuhan selalu mengawasi kita. Jangankan mengomentari hidup orang lain. Hidup kita sendiri saja belum tentu benar.

G : Kalo secara aqidah?

A : kita pasti sudah bilang suatu hal yang berbeda dengan kita itu kafir, kufur, fasiq dan sebagainya.

G : Kalo secara fiqih?

A: pasti kita sudah mengharam-haramkan, bilang bid’ah, dan lain sebagainya. Tapi apakah kita sudah semampu itu ilmunya untuk mengatakan hal yang demikian?

4 thoughts on “Kita masih secuil ilmu

  1. Komentar yang akhlak makjleb banget mbak. Membuatku jadi mikir kelakuanku selama ini yang terkadang masih suka ikut2an nyinyir padahal ngerti juga enggak sama persoalan utamanya….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!