Self Improvement,  Story

Menjahit Tangan : Berkreasi Dalam Keterbatasan

The Power of Kepepet bisa menjadi sangu utama banget saat kita berada dalam keadaan seadanya, dengan mau yang banyak. Tentu saja hal itu bisa dilakukan, jika dan hanya jika kita berfikir dan memanfaatkan peluang. Sudah kita memanfaatkan kemampuan berfikir kita dengan baik? *dalem*

Wah, dalem banget pertanyaannya, ya. Mmm, sebenarnya saya mau cerita hal-hal yang kerasa manfaatnya, yang baru ditemukan saat keadaan justeru sedang tidak ingin banyak barang, ala-ala living as a minimalist. Masih pemula sih, masih juga sering lalainya.

Dulu banget, waktu kecil saya sempat diajarkan Ibu untuk belajar mengesol sepatu yang hampir copot. Sepatu hanya boleh beli jika keadaannya sudah bulukan dan nggak cukup lagi. Jadi, selama bisa diperbaiki, ya kenapa nggak?

Pernah juga saya ikutan saudara membuat tas dari karton. Cara menjahitnya yang penuh seni dan kesabaran membuat saya tertarik, meski seringnya gagal melulu.

Mendapati teman sekamar yang suka merajut juga patut disyukuri banget. Saya coba juga latihan, meski hasilnya hanya bisa merajut satu tingkat.

Ketekunan untuk melakukan hal secara manual itu lebih besar effort-nya. Saya akui, saya mah masih jauh banget dari kata ‘tekun’ ini. Sekali gagal, jika sedang moodswing, ya sudah ditinggal begitu saja. Payah memang!

Nah, dengan keadaan serba terbatas ini tiba-tiba saya mendapati sebuah channel youtube yang ngomongin tentang ‘Refashion’. Kalau bahasa Indonesia mungkin artinya merombak kali ya. Karena kalo permak, pekerjaan ini lebih berat. Saya sudah ke tukang permak untuk me’refashion’ baju lama saya dan ditolak dengan alasan terlalu susah.

Dari situlah saya coba mencari hal baru tentang jahit menjahit itu. Khususnya jahit tangan, ya. Kebetulan saat itu saya juga belum punya masker saat dan punya kain sisa. Lalu, ketemulah saya dengan seorang penjahit Idonesia yang sekarang sedang tinggal di New York, akun instagramnya bernama @ditut, alias Mbak Dita W. Yolashasanti. Beliau suka bikin ilustrasi dan gambarnya bagus-bagus sekali.

Ketika Mbak Dita lagi menjelaskan tentang metode jahit tangan backstitch. Saya bingung, seperti apa sebenarnya teknik menjahit backstitch ini. Kalian ada yang sudah tahu belum?

Karena penasaran, berseluncurlah saya di YouTube, mencari apapun tentang menjahit tangan. Dan, saya nemu akunnya Bernadette Banner. Saya suka penyampaian dan model jahitannya. Suka dijelasin sejarahnya, dan memang dia sukanya bikin baju-baju ala Tuan Putri, gitu.

Nah, berikut saya coba bagikan beberapa teknik dasar menjahit, yang mungkin beberapa kita sudah tahu.

3 Dasar Jahit Tangan

Running Stitch

Running stitch ini adalah model menjahit dasar yang hampir semua tahu. Saya juga dulu tahunya dari Ibu saya. Metode ini sangat mudah dipraktekkan dan bisa untuk berbagai model kain ya.

Cara menjahit ini adalah dengan cara memasukkan jarum ke sebuah kain, lalu masukkan ke bawah lalu tarik ke atas, lalu berpindah ke posisi depannya dan lakukan hal yang sama lagi. Terus saja begitu sampai selesai. Cukup Mudah kan?

Cara kerjanya mirip dengan mesin jahit, bukan? Kalian juga bisa memvariasikan jaraknya. Semakin dekat jaraknya, semakin kuat jahitannya ya.

Backing Stitch

Nah, ini nih yang dimaksud oleh Mba Dita tadi, metode jahit dari belakang. Eh, gimana caranya ya?

Metode jahit belakang ini konon merupakan metode jahit tangan yang paling kuat dan cukup tahan lama. Makanya Mbak Dita memilih metode ini ya untuk membuat masker kain.

Cara menjahitnya juga cukup mudah kok. Pertama, masukkan jarum ke benang, tarik ke bawah. Nah, selanjutnya ini yang beda dari running stitch, karena backing stitch ini mengharuskan kita untuk menusukkan jarum ke belakang. Ke jahitan awal, lalu ditarik dengan memberi jarak pada jahitan sebelumnya. Kalau bingung, coba perhatikan gambar ini ya.

Hemming Stitch

Nah, kalo untuk jenis jahitan tangan ini, biasanya digunakan untuk rok atau baju. Kita bisa mempraktekkannya saat akan membuat lipatan dari ujung sebuah baju atau rok. Yang rok atau bajunya kepanjangan bisa pake metode ini nih.

Caranya, pertama lipat terlebih dahulu kain yang akan dijahit. Lalu, untuk menahannya bisa menggunakan jarum pentul atau yang lainnya. Masukkan jarum ke kain dasar, lanjut dimasukkan ke ujung kain yang telah dilipat.

Hemming stitch ini biasa dipakai untuk invisible stitch juga. Jadi, biasanya jahitan seperti ini diandalkan sekali dibandingkan menjahit dengan mesin. Karena, kendali untuk menjahit dengan lebih hati-hati agak nggak keliatan lebih terwujud, which is pake jahit tangan ya.

Nah, untuk video lengkapnya, kalian bisa lihat di YouTube Bernadette, atau sewer lainnya.

Kenapa Memilih Jahit Tangan?

Suatu ketika di kelas PC, saya menanyakan hal di luar materi grammar pada tutor saya. ‘Apa hal yng ingin dipelajari selain bahasa Inggris, sir?’

‘Saya ingin melakukan kegiatan perempuan. Menjahit, merajut, memasak, membuat kue. Segala tindakan yang menghasilkan sesuatu oleh tangannya. Menggerakkan seluruh bagian tangan dengan seluruh tenaga fikiran.

Eniwei, tutor ini laki-laki ya. Jadi, saya yang perempuan sendiri di kelas merasa terpukau sekaligus tersinggung. Saya sendiri, masih sekadar menggerakan tangan untuk memasak dan menulis.

Yup, tangan kita sekarang ini jarang sekali dimanfaatkan lebih. Padahal keuntungan dari menggerakkan tangan ini banyak sekali manfaatknya. Selain untuk mengerahkan fungsi kerja otot tangan, juga memberikan self healing buat kita. Contohnya, ya seperti menjahit ataupun menulis itu sendiri.

Yuk, Bergerak!

2 Comments

  • Putri Kurniawati

    Jadi inget dulu jaman SD suka bikin baju boneka barbie sendiri pake jarum dan benang punya mama, bahannya ngerobek baju yg udah gak kepake.

    Trus pas kuliah suka bikin kerajinan tangan dari flanel, misalnya gantungan kunci, case hp dan laptop, bros, dll. Haha seru deh.

    Bener mba menghasilkan karya dengan tangan itu rasanya beda loh. Misalnya aku kan suka bikin lettering art, antara pake spidol bikinnya sama pake aplikasi itu beda feelnya. Cuma entah kenapa bisa gt hehe

  • Ghina

    Ketika kita menggerakan tangan untuk membuat sesuatu, semua bagian tangan itu bergerak. Kalo main gadget kan cuma jemput doank yg gerak. Makanya, benefit pake tangan nih berguna bgt bahkan buat terapi diri ya Mbak. Wah suka bikin hand lettering juga ya Mbak Put.. Aku pun, tapi hasilnya belum bagus bgt. huhu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *