• Ngaji

    Qiro’ah Mubadalah : Resiprokal dan tantangan Kemandirian Perempuan

    Menghadiri acara Ngaji kali ini, saya merasakan hal yang sangat berbeda. Seakan suasana dan pembahasan sangat sesuai dengan apa yang kami –saya dan suami- rasakan dan diskusikan belakangan ini. Tentu ini menjadi bahan diskusi yang hangat, apalagi sedang heboh-hebohnya pembahasan mom shaming, keseteraan gender, sexual harrashment, inferiority complex, dan pandangan patriarkal. Sepanjang sesi penyampaian buku sampai diskusi, setiap perempuan dalam forum tersebut terlihat sangat antusias dan sangat bahagia. Bagaimana tidak, kita –perempuan-  yang banyak disanjung dalam forum tersebut. Kita –perempuan- dipuji, dan kita –perempuan- mendapati kedudukan yang tinggi dengan berbagai uraian ayat suci serta hadits shahih yang jarang sekali diutarakan oleh ustadz-ustadz di luar sana. Adalah Bapak Faqihuddin Abdul Qodir…

  • Ngaji

    Ngaji pake Qur’an Android, perhatikan hal-hal ini lho

    Saat Halaqah sudah tebentuk, satu per satu dari kami mendapat giliran untuk membaca. Dari situ saya mendapati beberapa teman membaca Al-Qur’an melalui handphone mereka. Saya kaget, ternyata ada beberapa hal penting yang lumayan berbeda dengan Al-Qur’an yang biasasaya baca. Dalam keseharian, hidup kita sudah semakin dimudahkan sekali dengan perkembangan teknologi saat ini. Tentu, menjadi mudah bagi mereka yang faham cara menggunakannya. Faham juga kemanfaatannya. Tidak dipungkiri perkembangan teknologi juga mendukung untuk hal-hal yang bersifat ritual. Aplikasi yang ditawarkan menarik bagi kita yang ingin terlihat simpel, tidak ribet, dan tidak membebani. Kini, dengan mudahnya kita membaca Qur’an, membaca wirid, dzikir, dan amalan-amalan hanya dengan satu genggaman. Genggaman yang bisa dibawa kemana-mana,…

  • Ngaji,  Random Thought

    Sudahkah kita belajar kepada orang-orang terdekat kita?

    Saat saya kecil, mendapati rumah yang dekat dengan mushola adalah hal yang menyenangkan. Meski ketika kantuk datang, suara tabuhan kokol datang menjadi hal yang tidak menyenangkan. Tapi, Alhamdulillah saat kecil saya masih mendapati Emak -Mbah dari Ibu saya- yang selalu rajin membangunkan saya sholat shubuh jadi jelas mau tidak mau saya harus bangun. Tidak tanggung-tanggung lho, diteriakin sama si Mbah dari Mushola langsung. Kebayang kan betapa kencang suara si Mbah? Saat itu, Mbah saya tinggal di rumah Mbak dari Ibu saya. Maka membangunkan saya lebih mudah lewat teriakan daripada harus masuk ke dalam rumah. Mbah Putri sangat rajin untuk urusan ibadah, hingga tua saya mendapati beliau selalu menderes Qur’an-nya minimal…

  • Ngaji,  Ngobrol

    QOLBUN SALIIM

    G : Kenapa kita masih suka aja meski tanpa sadar berprasangka terhadap orang ya. Ay : karena hati kita belum menjadi sepenuhnya “qolbuun saliim: G : Hah? gitu yaa Ay : iyalah, emange mamah udah merasa qolbun saliim gt: G: Hiii (sambil nyengir terus bangun jalan ke dapur)

  • catatan ramadhan,  Journey,  Ngaji

    Hadiah untuk yang lemah

    Jika ada yang bilang menyambut Ramadhan itu adalah sebuah kebahagiaan, melihat dari pahalanya sih iya begitu, tapi jika melihat dari amal-amal yang harus dilakukan, dikiran enak? jelas tidak sama sekali. Karenanya ceramah tadi pagi bilang jika kita jangan pernah mencari pahala, tapi carilah rohmat. begitu katanya, tapi susah banget ya? Beramal itu lelah, kan? Kita harus berpuasa menahan nafsu dan lapar. Kita harus ngoceh banyak untuk membaca Qur’an, kita harus menyentuh air ditengah dinginnya pagi cuma untuk shala malam dan sahur. hal-hal yang sangat malas untuk dilakukan sebenarnya. Karena itu manusia diimingi pahala untuk mau melaksanakan hal tersebut. Manusia memang terlalu lemah, bahkan untuk melaksanakan suatu hal saja dia harus…

  • catatan ramadhan,  Journey,  Ngaji

    Yang dekat yg tak terjamah

    Musim Ramadhan kali ini bertepatan dengan liburan panjang anak-anak sekolah, tentu juga banyak mereka yang lulus untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih. Kebetulan, di desaku saat ini sudah terdapat sekolah dari mulai jenjang dasar (MI/SD), MTs, dan MA. Pendidikan agama diharapkan mampu tertanam di dalam jiwa anak-anak semenjak kecil sehingga, Alhamdulillah, disini sekolah dengan tipe “madrasah” lebih diutamakan. Saat ini, sedang musimnya pula untuk pendaftaran sekolah, dari tingkat SD/MI biasanya banyak melanjutkan ke MTs yang ada di desa sendiri, bahkan banyak juga anak-anak yang dari desa tetangga menyekolahkan anaknya ke MTs disini. Mungkin karena jarak untuk bisa ke sekolah kota jaraknya cukup jauh, dan memang sekolah sini dirasa sudah…

  • catatan ramadhan,  Journey,  Ngaji

    Ngabuburit?

    Hampir setiap sore jalanan di desaku dan desa tetangga selalu padat. Istilah yang tetiba nge-trend di bulan puasa ini memang paling nge-trend dan dikenal oleh semua kalangan, dari anak-anak sampai tua renta. Ngabuburit ini merupakan bahasa sunda dari asal kata burit  yang artinya sore. Entah bagaimana cerita ngabuburit menjadi bahasa yang di gunakan oleh sentero Indonesia untuk mengungkapkan bahwa dirinya sedang menunggu adzan magrib sambil melakukan sesuatu hal. Ada banyak hal yang banyak dilakukan oleh orang yang sedang ngabuburit. Lalu kenapa ngabuburit membuat jalanan menjadi padat dan ramai dengan kendaraan bermotor? Hal yang demikian itu karena ngabuburitnya dilakukan dengan jalan-jalan. Namun, entah bagaimana asal muasalnya, akhirnya ngabuburit memang identik dengan…

  • catatan ramadhan,  Journey,  Ngaji

    Doa Kamilin dan para lelaki

    Sudah pernah dengar doa kamilin? Itu lho yang biasa dibacakan setelah sholat terawih. Sebenarnya aku pun mendapati doa ini waktu masih di bangku MA. Waktu itu sedang menginjak kelas 2 kalo tidak salah. Lalu ada apa dengan doa kamilin? Dulu, kegiatan di pondok sebenarnya tidak begitu padat. Kegiatannya paling banyak ya mengaji kitab pada waktu pagi hari  (karena kita sekolahnya siang hari), kemudian dilanjut ngaji kitab lagi setelah isya. Sayangnya ngaji kitabnya itu masih dengan sistem bandongan. Jadi, ya begitulah.. yang penting hadir, memperhatikan atau tidaknya tidak masalah asal tidak mengganggu teman sampingnya. Tapi, sebenarnya ada yang selalu coba disempilkan oleh Abah kalo ngaji begitu. Apalagi sempilan-sempilan yang diberikan biasanya…

  • Journey,  Ngaji

    Subuh bersama Ibu

    Belakangan ini aku sering terbangun lebih awal. Entah kenapa, waktuku terbangun di waktu-waktu yang hampir sama tiap harinya. Tapi ada yang berbeda dari suasana subuh kali itu, aku dibangunkan oleh Ibu untuk bersiap-siap mengantarkan Ibu ke masjid untuk menunaikan shalat subuh di masjid dilanjut dengan simaan setengah juz. Bersama Ibu dalam satu motor ataupun dalam keadaan apapun yang mendekatkan aku dengan Ibu adalah hal yang mendebarkan bagiku. Bingung untuk berbicara ataupun bersikap saat bersama beliau. Tapi setidaknya saat bersama dengan beliau dapat memetika beberapa hal baik yang biasa beliau lakukan. Salah satunya seperti simaan ini. Seusai wiridan shalat subuh, Ibu lanjut berpindah ke belakang barisan dan mengambil mic dengan langsung…

  • Journey,  Ngaji

    Iqro

    amrosyada: “Alif Lam Ra. (This is) a Book which We have revealed to you that you may bring forth men, by their Lord’s permission from utter darkness into light— to the way of the Mighty, the Praised One.” Surah Ibraheem | Verse 01   hayuk ngaji sing sering, biar Rumah terang dengan bacaan Qur’an – sahut Mimih setiap selesai shalat maghrib

error: Content is protected !!