• jalan jalan

    Maulid Nabi dan Haul Gus Dur di Wageningen : Suasana rasa ‘Rumah’.

    Kemarin, saya mencoba meminta suami utk mengajak kita ke Wageningen. Krenteg ati, pokok pengen banget ikut dibaan, ketemu teman-teman baru, dan mendengarkan tausyiah yang menyejukkan. Hal-hal tersebut mampu membuncahkan rindu setelah sekian lama terpendam. Benar saja, dari mulai perjalanan di kereta, ada saja hal-hal ‘nyambung’ nya. Di kereta ketemu 2 orang Indonesia. Seorang Mbak yang sama tujuannya dengan kita dan seorang Mas yang tujuannya ke Utrecht. Bisa dibayangkan donk, sepanjang jalan kita keasyikan ngobrol. Obrolan dari mulai asal muasal, beasiswa apa, dan temannya siapa aja. Alhasil ternyata si Mba adalah temannya si A, si B, dan si C, dan tinggal disini dengan beasiswa yang sama dengan si Ayah. Dunia sempit…

  • Journey

    Ujian Online : Tantangan dan solusi untuk pendidikan masa kini

    [ sponsored post] Bulan Maret kemarin menjadi momen yang cukup berkesan buat saya. Saya menjadi bagian dari tim wara wiri untuk pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Ya, Tahun ini adalah tahun keempat pelaksanaan Ujian berbasis online, dan tahun kedua bagi sekolah kami. Berbasis online berarti perlu menggunakan media elektronik, dan sekolah kami belum memilikinya. Hmmm?  Rapat demi rapat terlewati, wara-wiri sana-sini, bongkar pasang ini itu, pelaksanaan Ujian Nasional kali ini perlu persiapan lebih. Karena sekolah kami akan melaksanakan ujian secara mandiri. Sekolah yang terdiri dari beberapa Pondok Pesantren kecil ini masih sangat minim fasilitas. Kami tergopoh-gopoh untuk mengejar ketertinggalan. Sekolah yang masih menumpang di Pondok Pesantren, komputer yang hanya…

  • Journey,  Morning journey

    Habit baik untuk menghidupkan pagi

     Think in the morning, act in the noon, read in the evening, and sleep at night.” WILLIAM BLAKE Ada banyak pilihan saat kita memulai hari. Bergegas bangun dan melakukan aktifitas, atau membuka mata namun diri tetap masih berada di atas kasur, atau bahkan cuma scroll-scroll medsos aja, sampai-sampai nggak sadar ternyata langit sudah begitu cerah. Ya, Memulai pagi pada masing-masing kita memanglah tak perlu sama.  Masih terngiang dalam ingatan saat masa kecil dulu, aku masih berusia 10 tahun-an. Saat ada mbak-mbak yang tinggal di rumahku. Ada satu orang yang cukup dekat denganku dan keluarga. Rutinitas yang kulihat setiap aku terbangun dari tidur adalah melihat mbak sudah berkutat di dekat sumur…

  • Journey,  Minimalist Journey

    Minimalist enthusiast

    Menjadi sangat tertarik dengan hidup Minimalis dimulai saat status diri berganti menjadi seorang isteri. Hidup mandiri bersama suami dan anak, tinggal di rumah kontrakan yang ukurannya terlalu besar untuk ditempati oleh kami bertiga. Melihat seisi ruangan yang masih kosong, rasanya sangat membahagiakan. Membayangkan seorang bayi mungil yang bermain kesana kemari, tentu dia sangat senang karena ruangan tidak terhimpit oleh berbagai pernak-pernik rumah yang menyempitkan. Dia akan bebas bermain tanpa takut menabrak kursi ataupun meja. Tidak ingin membeli banyak barang juga karena hidup saat ini masih sebagai kontraktor. Tidak terbayang saja ketika rumah banyak barang. Harus pindahin printilan yang banyak, dan ternyata dari yang tadinya dibutuhkan kemudian menjadi sampah beronggok dimana-mana.…

  • Journey,  Zero waste journey

    Hidup lebih zero waste

    Berdasarkan riset ilmuwan mengenai terumbu karang, Asia pasifik tahun 2011-2014, Indonesia menjadi tempat dengan sampah plastik terbanyak, sebanyak 26 bagian per 100 meter persegi terumbu karang adalah sampah. – Tempo Membaca berita tersebut, langsung miris, meringis dan sedih. apa yang akan terjadi dengan terumbu karang kita 10 tahun ke depan? Ah, kejauhan. Memang diri sendiri sudah melakukan apa untuk mengurangi sampah plastik ini? Menjadi isteri yang lebih banyak mengurusi dapur dan segala perintilannya, tiba-tiba aku merasa sangat bermasalah dengan sampah. Tidak menemukan tempat pembuangan sampah yang dekat dengan kontrakan. Aku tidak begitu suka juga dengan cara membakar sampah, terlalu alergi dengan asap. Akhirnya yang terjadi seminggu dua kali suami membawa…

  • bullet journal journey,  Journey

    CATAT-MENCATAT BAGI PEREMPUAN

    Track the past, order the present, and design the future – Ryder Carrol Sewaktu kecil, hobiku ialah membeli buku yang berwarna-warni di warung milik Uwa Ono. Paling tertarik kalo nemu buku yang kayak diary dan ada kuncinya, supaya curhatan-curhatan rahasiaku nggak ketahuan sama orang lain donk. Setelah bukunya penuh dan bahkan malu jika dibaca lagi isinya, akhirnya aku bakar atau aku buang. Hehe. Kegiatan mencatat ini nggak pernah berhenti sampai aku kuliah juga, apalagi beli buku yang unyu-unyu itu, meski nggak terisi penuh sih. Hehe. Semakin kesini, gegara nonton youtube tentang handlettering, yang sayangnya aku tidak begitu menguasainya, tapi dibalik itu ada hikmahnya juga. Aku jadi sering mendengarkan orang ngomong…

  • Journey,  Random Thought

    “Puasa medsos”

    Sekitar 2 tahun yang lalu aku mencoba untuk melakukan hal ini, “puasa medsos”. Menghapus segala media sosial : facebook, instagram, dan twitter. Memang kenapa harus dihapus sih? Alasan utama, karena memang memori hp sudah tidak mencukupi, maklum hape jadul. Alasan kedua, media sosial menjadi candu, terlalu mendistraksi otak kita, mendistraksi kegiatan primer kita, dan membuat kita terbuai dalam linimasa yang sebenarnya gitu-gitu aja. Alasan ketiga, media sosial membuat fikiran kita keruh. Suatu hal yang viral kemudian diperdebatkan, share-share sana-sini yang entah sudah dikroscek atau belum sebelumnya. Segalanya dikomentari, dan bukan komentar baik yang muncul. Ah hayati lelah, Bang. Awalnya agak-agak hampa gimanaaa gitu, sangat terasa ada yang hilang. Nggak tahu…

  • Ngaji,  Ngobrol

    QOLBUN SALIIM

    G : Kenapa kita masih suka aja meski tanpa sadar berprasangka terhadap orang ya. Ay : karena hati kita belum menjadi sepenuhnya “qolbuun saliim: G : Hah? gitu yaa Ay : iyalah, emange mamah udah merasa qolbun saliim gt: G: Hiii (sambil nyengir terus bangun jalan ke dapur)

  • Journey,  Random Thought

    Ibu Rumah Tangga ngapain aja sih?

    Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi sesamanya- HR. Bukhari dan Muslim Menggelitik sih ini judulnya, seperti antara sebuah pembelaan atau pembuktian diri bahwa ibu rumah tangga itu nggak gitu-gitu amat dipandang orang. (as you know, as an educated person, what do people say about us). Tapi sebenarnya tulisan ini sebagai pengingat aja sih, bahwa kita sebagai apapun setidaknya menjadi bermanfaat. Meskipun hanya untuk diri sendiri, pembuktian terkecil yang sering terabaikan itu adalah : menghargai dan memanfaatkan waktu. Diakui atau tidak, sebagai ibu rumah tangga, kita menganggap bahwa ruang lingkup kita SEMPIT. Pekerjaan rumah tiada hentinya, kerjanya gitu-gitu aja, sensi mendengarkan komentar orang lain tentang hidup kita, dan kemudian BOSAN. Oke, first, let’s…

  • Journey,  Random Thought

    What is your morning routin?

    Pagi adalah tentang memulai, menata dan menghargai hidup dan kehidupan Ada banyak pilihan saat kita memulai hari. Bermalas-malasan dengan kasur, bergegas bangun dan melakukan aktifitas, atau membuka mata namun diri tetap masih berada di atas kasur. Memulai apa-apa pada masing-masing kita memanglah tak perlu sama. Tapi menjalani pagi dengan seabreg to-do list /hal yang sudah dipersiapkan akan lebih membuat kita mensyukuri hari, bukankah begitu? gambar diambil dari sini Masih terngiang dalam ingatan saat masa kecil dulu, aku masih berusia 10 tahun-an. Saat ada mbak-mbak yang mondok, ada satu orang yang cukup dekat denganku dan keluarga. rutinitas yang kulihat setiap ku terbangun dari tidur adalah melihat mbak sudah berkutat di dekat sumur sembari…

error: Content is protected !!