• Cerita Nahla,  Ngobrol

    Nina bobo dan ancaman

    Me : (sedang menyanyikan lagu nina bobo sama Nahla, tiba tiba si Ayah dateng langsung nimbrung) Ay : kasihan banget sih anak kecil Me : kasihan gimana? Ay : lah itu, sudah diancam sama lagu Me : (mikir tapi nggak ngeh juga) Ay : itu kalo tidak bobo, nanti bak digigit nyamuk lho. Padahal kan nggak digigit juga Me : hemm, iya juga sih. Eh tapi ini cuma lagu

  • Ngobrol

    Kudu pede

    Hampir sebulan mampir ngeblog di wordpress. Setelah sekian lama hanya aku pendam sendiri di platform tumblr. Ternyata ada yang membahagiakan setelah main wordpress, berbagi postingan, dan mencari teman para Blogger. Banyak menemukan teman baru, cerita baru dan ilmu baru, Lalu aku menyesal kenapa tidak dari dulu aku berbagi, meskipun hanya tulisan ringan. Ya, belum percaya diri. Bahkan sebenarnya hingga saat ini pun aku belum percaya diri. Hingga di suatu percakapan saat sarapan kali ini pun, percakapannya tak jauh dari dunia perblogan. Meminta pendapat suami adalah hal terpenting dari setiap hal yang kulakukan. Meski seringnya pendapatnya menusuk, tapi itu yang bikin tercambuk. Dia mah gitu orangnya. Aku : mesti ya, habis…

  • Ngobrol

    Kita masih secuil ilmu

    G : yah… Gimana mengomentari sebuah peristiwa nih? A : mau secara kacamata akhlaq, aqidah, apa fiqih nih? G : kalo akhlaq bagaimana? A : yaudah selesai. Tidak perlu berkomentar apa-apa. Ilmu kita masih secuil, Tuhan selalu mengawasi kita. Jangankan mengomentari hidup orang lain. Hidup kita sendiri saja belum tentu benar. G : Kalo secara aqidah? A : kita pasti sudah bilang suatu hal yang berbeda dengan kita itu kafir, kufur, fasiq dan sebagainya. G : Kalo secara fiqih? A: pasti kita sudah mengharam-haramkan, bilang bid’ah, dan lain sebagainya. Tapi apakah kita sudah semampu itu ilmunya untuk mengatakan hal yang demikian?

  • Ngaji,  Ngobrol

    QOLBUN SALIIM

    G : Kenapa kita masih suka aja meski tanpa sadar berprasangka terhadap orang ya. Ay : karena hati kita belum menjadi sepenuhnya “qolbuun saliim: G : Hah? gitu yaa Ay : iyalah, emange mamah udah merasa qolbun saliim gt: G: Hiii (sambil nyengir terus bangun jalan ke dapur)

  • Ngobrol,  Story

    Bahagia

    A : (sedang bercerita tentang kehidupan nyata di Desa saat mengunjungi rumah tetangga) N :(menyela cerita) ya itu yang sangat disayangkan, kebanyakan di desa suami bekerja serabutan, yang perempuan menjadi ibu rumah tangga atau mencari kerjaan di rumah tetangga. karena hidup itu perlu membuat gebrakan perubahan. Kalo hidup cuma gitu-gitu aja, menurutku hidup seperti itu rasanya kurang berkualitas. A : Hidup berkualitas itu bukan diukur dengan materi saja lho, bagi kita mungkin seperti itu biasa-biasa saja. Tapi bagi mereka,mungkin hal tersebut sudah cukup membuat mereka bahagia. Bahagia itu sederhana dengan segala hal yang membuat kita nyaman dan puas menjalaninya. Iya, menjadi pengingat, seperti di tulisan yang pernah saya tulis dulu,…

  • Journey,  Ngobrol,  Story

    Cerita kak ulya

    sesampainya di pondok sore kemaren, tetiba kakak ulya manggil-manggil dari jendela Ulya : mbaaak, ulangan PKn ku cuma salah 5 lho dari 40 soal aku : wah bagus tuh kak Ulya : aku padahal ga belajar-belajar banget ya mbak, tapi aku inget apa yg disampein kamu mbak. haha aku : ya syukurlah, belajar lagi yang benar. belajar emang lebih ingat kalo ada yang nemenin dan diajak diskusi kan? ulya : iya mbak. ayo belajar lagi mbak, besok aku bahasa jawa sama matematika nih aku -_- aku ga bisa kalo jawa dan aku ga suka kalo ngitung-ngitungan kak (sambil ngelipet jas uja) ulya : pokoknya harus (dia langsung keluar dari rumah…

  • Ngobrol,  Story

    Obrolan Masa Depan

    Masa Depan. Aih, obrolan macam apa pula itu? Masa depan semacam menjadi sebuah “angan-angan” yang harapannya akan menjadi sebuah mimpi seindah mimpi di siang bolong. apalah itu. Entahlah, obrolan tentang Masa depan yang sangat aku sukai itu adalah ketika kita berbicara tentang untaian mimpi seperti beberapa mimpi yang telah dicatatkan di belakang pintu lemari baju. 😀 Ah, tapi memang harus sadar diri, di usia dobel dua ini memang harus “ngaca” sama kebutuhan hidup selanjutnya setelah ini. Euforia mimpi itu juga harus melihat pada realita yang ada sekarang. tetiba Abah pun menyela obrolanku saat aku mengurai secara jelas dengan raut muka ceria tentang rencana mimpiku selanjutnya setelah ini, tentang Belajar kemana-mana,…

  • Journey,  Ngaji,  Ngobrol,  Story

    Nama : Sejarah dan Doa

    Seperti biasa, dalam perjalanan di mobil. kali ini bersama Abah, mimih, dan adikku. Risya. Kali ini Abah bercerita tentang sejarah dan doa yang diharapkan pada nama yang diberikan kepada ketujuh anak-anaknya. secara berruntut dijelaskan sambil menyetir mobil dan memperhatikan jalan-jalan sekitar. Anak Pertama Kenapa Abah memberikan Nama Anthin Lathifah? Karena pada saat Mimih mengandung ceu Anthin itu biduk keluarga penuh dengan perjuangan. Benar-benar memulai “keluarga” dari nol. Abah harus mengajar di sekolah yang kalo mau mengajar kesana harus melewati 7 (tujuh) sungai dengan menggunakan sepeda. Alhasil pulang malam. dan terangnya masih menggunakan ‘damar’, kemudian malamnya itu Abah masih mengerjakan tugas buat besoknya dengan menggunakan mesin ketik. Karenanya, perlu “lathifah” kelembutan…

  • Ngobrol,  Story

    Belgia, Finlandia, dan Belanda (someday).

    Kemaren, di KSK-nya anak-anak Biologi, aku, fina, dan halimah akhirnya bisa bertemu lagi setelah sekian lama. Biasanya pas di Pandanaran dulu kita selalu sharing ilmu dan pengalaman ttg hidup. Ini forum yg ga ditemuin lagi di krapyak. Finally, hari ini kita berrencana untuk makan siang bareng, tetiba Halimah menyodorkan sebuah surat: Haliemah : Nih, ghin. baca deh Aku :Apaan nih,.. (langsung liat tulisan finlandia, dan ada namanya fina sama siti) Haliemah : Fina rencana mau penelitian ke Finlandia, aku kemaren udah Belgia, kamu mau kemana ghin? Fina : Iya ghin. ayo kita berlomba-lomba lagi utk mengembangkan ilmu kita sampe ke luar negeri. Aku : tunggu aku ntar ke Belanda ya.…

  • Ngobrol,  Story

    Sosok Ibu

    Hari Ibu kali ini mengingatkan saya dengan percakapan dengan seseorang, tentang Ibu. 🙂 A : Kamu tahu kenapa justeru lelaki mencari sosok perempuan yang cerdas? Aku : ya karena ibu itu yang mendidik anak-anaknya kelak. A : intelegensi anak itu dipengaruhi sebagian besar oleh intelegensi seorang Ibu. makanya yang harus pintar itu seharusnya adalah Ibu. Bapak ga begitu berpengaruh. Aku : Benarkah? A : Iya donk. 🙂

error: Content is protected !!