• Catatan Ramadhan

    Memaknai Baju Baru Pada Lebaran dalam Pandemi

    Sedari kecil, pengenalan tentang Baju baru pada saat Lebaran merupakan suatu ciri khas. Sesiapapun menyambut lebaran pasti dengan riang gembira. Saya juga mendapati kenangan tersebut. Meski dulu baju baru bukan karena beli, tapi dibikinkan Ibu, tetap selalu kami ditunggu-tunggu. Malam ini, di malam takbir yang tidak seramai biasanya. Ternyata juga tidak sesepi seperti yang diekspektasikan. Takbiran di sini masih berkumandang seperti biasanya, suara mercon pun banyak mewarnai langit malam ini. Menjelang lebaran esok, berita minggu ini bahkan menyuguhkan tentang riuhnya pertokoan dengan berjibunnya orang-orang berbelanja. Membeli baju baru serta segala hal yang berkaitan dengan lebaran masih merasa perlu untuk diramaikan. Baca Juga : Kenangan Baju di Hari Raya Kita sedang…

  • Catatan Ramadhan,  Story

    Ramadhan 1441 H dalam Pandemi dan Tempat Baru

    Dari jauh-jauh hari, sudah dibayangkan bahwa puasa dan lebaran kali akan sangat berbeda. Tinggal di tempat baru tentu saja akan mendapati hal-hal baru yang mengesankan. Apalagi jika tinggal di tempat yang katanya tingkat relijiusitasnya cukup tinggi seperti di Sekumpul, Martapura, Kalimantan Selatan ini. Dalam benak saya waktu itu, wah akan seru sekali nih. Teman yang pernah tinggal di Kalimantan Selatan juga bilang begitu. Dia bilang, ketika ramadhan di sini tahun 2016 sangat ramai. Setiap sore hampir nggak pernah masak, karena dapat takjil dan makan dari mushola dan masjid yang mengadakan buka bersama. Seluruh masjid dan musholla pun selalu ramai. Anak-anak sering sekali berkumpul di tempat ibadah. Kesan-kesan yang didapati di…

  • Catatan Ramadhan

    Ramadhan, Al-Qur’an, dan Relijiusitas Kita

    Ramadhan kali ini adalah ramadhan yang sangat berbeda. Semua pun merasakannya. Berbeda karena tidak adanya berbagai alunan dan perayaan. Semua berubah dikarena adanya virus berbahaya. Kita pun merasa kehilangan nuansa Ramadhan itu sendiri. Seperti kita ketahui, Ramadhan akan penuh dengan berbagai alunan dari setiap penjuru. Ba’da subuh dan menjelang maghrib biasanya diramaikan oleh kegiatan ceramah. Adapula yang mengisi dengan suara lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an. Kini, kita kehilangan suara-suara itu. Dalam segala kesepian yang muncul kini, saya pun mencoba merefleksi diri. Bisa jadi, keramaian-keramaian itu pun hanyalah samar. Kita mendengar, tapi kita tak merasakannya. Kita mendengar, tapi kita tak mendapati secuilpun pengetahuan baru darinya. Saya dan kita semua sering sekali menyatakan…