• Random Thought

    Romantisme dalam Tirakat Istri

    Tirakatmu menentukan masa depan suamimu Ibu Nyai Hj. Noor Khadijah Chasbullah (Istri Mbah Wahab Chasbullah). Suatu ketika ada pesan dari grup mamak-mamak muda. Sebuah pesan berisi gambar seorang Ibu yang sudah tua renta, menggunakan sehelai kerudung. Yang menarik, ada sebuah quote di dalamnya, dan sosok disebalik gambar tersebut. Saat itu saya masih hangat-hangatnya menyandang status sebagai seorang Istri. Foto yang dikirim tersebut menggugah hati saya. Berkali-kali bertanya kepada diri sendiri. Meski belum ada yang benar-benar dilakoni sebagai sebuah bentuk ‘tirakat’. Iya, kutipan yang muncul dari foto tersebut adalah sebuah pesan bagi saya agar melakukan tirakat dalam hidup. Sosok yang digambarkan dalam foto tersebut tidak tanggung-tanggung. Beliau adalah istri seorang kyai…

  • Ngaji,  Random Thought

    Sudahkah kita belajar kepada orang-orang terdekat kita?

    Saat saya kecil, mendapati rumah yang dekat dengan mushola adalah hal yang menyenangkan. Meski ketika kantuk datang, suara tabuhan kokol datang menjadi hal yang tidak menyenangkan. Tapi, Alhamdulillah saat kecil saya masih mendapati Emak -Mbah dari Ibu saya- yang selalu rajin membangunkan saya sholat shubuh jadi jelas mau tidak mau saya harus bangun. Tidak tanggung-tanggung lho, diteriakin sama si Mbah dari Mushola langsung. Kebayang kan betapa kencang suara si Mbah? Saat itu, Mbah saya tinggal di rumah Mbak dari Ibu saya. Maka membangunkan saya lebih mudah lewat teriakan daripada harus masuk ke dalam rumah. Mbah Putri sangat rajin untuk urusan ibadah, hingga tua saya mendapati beliau selalu menderes Qur’an-nya minimal…

  • Random Thought

    Facebook, Yay or Nay?

    Beberapa tulisan yang saya blogwalking membuka pemikiran saya untuk membuka mata saya lebih lebar. Bahwa ada hal yang bisa diperbaiki dari sekian banyak hal buruk di sekitar kita. Dan itu berawal dari diri kita sendiri. Saya tidak begitu suka untuk menengok media sosial bernama facebook. Ada muncul rasa kesal, marah, benci dan hal yang negatif lainnya. Rasa tersebut membuat saya kefikiran sepanjang hari. Jika tidak saya tuangkan dalam tulisan di jurnal saya, saya bisa sampai susah tidur. Karenanya saya melakukan uninstall, dan saya jarang sekali membuka facebook. Facebook sebagai sosial media yang paling banyak penggunanya membuat ada banyak orang dengan berbagai macam pemikiran muncul di sana. Bahkan anak-anak sekalipun menggunakannya.…

  • Random Thought

    Asyiknya Media Audio ceriakan hariku!

    Hallo listener, kembali lagi bersama saya dalam acara….. Kurang lebih itu adalah kalimat pembuka dalam sebuah acara. Hampir kebanyakan acara mengawalinya dengan kata-kata demikian. Tapi, jika sudah menggunakan kata ‘listener’ tentu saja tidak jauh dari hal yang sering kita dengarkan, apalagi kalau bukan Radio dan sejenisnya. Radio bukan hal asing bagi saya, sejak kecil saya sudah jatuh cinta dengan radio. Ada banyak kenangan manis yang telah saya lewat bersama radio ini. Ingat dulu saat masa-masa MTs sempat ada radio di kampung. Penyiarnya mendapatkan gaji dari atensi yang kita beli. Selembar atensi seharga 500 rupiah saat itu. Eh apa itu atensi? Semacam sarana untuk mengirim pesan, titip salam serta rikues lagu.…

  • Random Thought

    Tepat Waktu

    Menikmati perjalanan dengan menggunakan kendaraan umum seperti kereta, tandanya kita harus berkejaran dengan waktu. Mengecek kepastian tempat dan kedatangan kereta. Kita berlari, seakan waktu begitu sempit dan sedikit yang tersisa. Saya mendapati hal tersebut di sini. Eropa. Tentu tidak diragukan lagi, disiplin mereka sudah tertanam sedari dini. Berakar hingga turun temurun. Menghargai setiap detik, setiap menit. Mereka hayati dan kagumi dengan raut bahagia. Saya pun merasakannya. Terasa saat Nahla dipuji-puji karena lucunya tingkah dia saat menggunakan jaket winter. Bagi saya itu adalah hal biasa. Bagi mereka adalah sebuah apresiasi. Mereka menghargainya secara tulus. Menunjukkannya dengan senyuman. Sementara itu, disiplin sudah jadi tradisi mereka. Menghargai waktu. Menepatinya, tidak melebihi, sekalipun sekadar…

  • Cerita Nahla,  Ngobrol

    Nina bobo dan ancaman

    Me : (sedang menyanyikan lagu nina bobo sama Nahla, tiba tiba si Ayah dateng langsung nimbrung) Ay : kasihan banget sih anak kecil Me : kasihan gimana? Ay : lah itu, sudah diancam sama lagu Me : (mikir tapi nggak ngeh juga) Ay : itu kalo tidak bobo, nanti bak digigit nyamuk lho. Padahal kan nggak digigit juga Me : hemm, iya juga sih. Eh tapi ini cuma lagu

  • Random Thought

    Berlomba, Penting juara atau prosesnya?

    Tulisan kali ini adalah sebuah persembahan terima kasih kepada para mentor menimba ilmu saya di luar kelas perkuliahan selama masa-masa kuliah. Diingatkan oleh facebook, dan belum diabadikan dalam blog ini. Maka cerita ini bermaksud untuk mengenang kejayaan masa-masa kuliah. 😀  Malam ini saya belum mengantuk, otak muter terus ingin menulis sesuatu entah apa itu. Seperti biasa, sebelum melakukan tulis-menulis saya blogwalking, ig-walking atau fb-walking terlebih dahulu. Berhubung IG sedang dinonaktifkan, saya iseng buka FB. Maklum lagi sering buka fb sejak gabung di Komunitas blog. Cuma grup fb itu doank sih yang dibuka.  Eh, tapi tetiba pas buka wall fb kok muncul gambar di atas. Duh, jadi teringat masa-masa tersebut. Masa…

  • Random Thought

    Mempelajari bahasa, Mengenal dunia Polyglot

    Ada cerita menarik saat masa aliyah (setara dengan SMA) yang saya jalani. Saat mata pelajaran Bahasa Inggris kita biasanya diminta untuk menerjemahkan kosakata dari materi yang diajarkan oleh Guru. Saya selalu diminta tolong teman untuk menterjemahkan. Sampe dibilang ‘kamus berjalan’. Haha, tapi masa kejayaan itu sudah berlalu. Sekarang kalah jauh sama suami. Mempelajari bahasa asing adalah sebuah keharusan di era digital seperti sekarang ini kan. Nah, Bahasa Inggris ini menjadi kunci pembuka yang mengajarkan kita untuk mengenal lebih luas tentang banyak. Konon katanya bahasa Inggris adalah bahasa yang paling banyak digunakan di berbagai Negara. Di sekolah kita belajar bahasa arab juga, karena sekolah kita berbasis agama. Setidaknya dasar-dasar bahasa, entah…

  • Ngobrol

    Kudu pede

    Hampir sebulan mampir ngeblog di wordpress. Setelah sekian lama hanya aku pendam sendiri di platform tumblr. Ternyata ada yang membahagiakan setelah main wordpress, berbagi postingan, dan mencari teman para Blogger. Banyak menemukan teman baru, cerita baru dan ilmu baru, Lalu aku menyesal kenapa tidak dari dulu aku berbagi, meskipun hanya tulisan ringan. Ya, belum percaya diri. Bahkan sebenarnya hingga saat ini pun aku belum percaya diri. Hingga di suatu percakapan saat sarapan kali ini pun, percakapannya tak jauh dari dunia perblogan. Meminta pendapat suami adalah hal terpenting dari setiap hal yang kulakukan. Meski seringnya pendapatnya menusuk, tapi itu yang bikin tercambuk. Dia mah gitu orangnya. Aku : mesti ya, habis…

  • Ngobrol

    Kita masih secuil ilmu

    G : yah… Gimana mengomentari sebuah peristiwa nih? A : mau secara kacamata akhlaq, aqidah, apa fiqih nih? G : kalo akhlaq bagaimana? A : yaudah selesai. Tidak perlu berkomentar apa-apa. Ilmu kita masih secuil, Tuhan selalu mengawasi kita. Jangankan mengomentari hidup orang lain. Hidup kita sendiri saja belum tentu benar. G : Kalo secara aqidah? A : kita pasti sudah bilang suatu hal yang berbeda dengan kita itu kafir, kufur, fasiq dan sebagainya. G : Kalo secara fiqih? A: pasti kita sudah mengharam-haramkan, bilang bid’ah, dan lain sebagainya. Tapi apakah kita sudah semampu itu ilmunya untuk mengatakan hal yang demikian?

error: Content is protected !!