• Catatan Cerita Ramadhan,  Minimalist

    Memaknai Baju Baru Pada Lebaran dalam Pandemi

    Sedari kecil, pengenalan tentang Baju baru pada saat Lebaran merupakan suatu ciri khas. Sesiapapun menyambut lebaran pasti dengan riang gembira. Saya juga mendapati kenangan tersebut. Meski dulu baju baru bukan karena beli, tapi dibikinkan Ibu, tetap selalu kami ditunggu-tunggu. Malam ini, di malam takbir yang tidak seramai biasanya. Ternyata juga tidak sesepi seperti yang diekspektasikan. Takbiran di sini masih berkumandang seperti biasanya, suara mercon pun banyak mewarnai langit malam ini. Menjelang lebaran esok, berita minggu ini bahkan menyuguhkan tentang riuhnya pertokoan dengan berjibunnya orang-orang berbelanja. Membeli baju baru serta segala hal yang berkaitan dengan lebaran masih merasa perlu untuk diramaikan. Baca Juga : Kenangan Baju di Hari Raya Kita sedang…

  • Groningen,  Jelajah Tempat,  Minimalist

    Hidup Minimalis di Belanda

    Hai, ada berapa baju di lemarimu? berapa baju yang paling sering kamu gunakan? Ngobrolin tentang fashion memang tidak akan ada habisnya. Tapi, seperti cerita saya sebelumnya, saya sedang cukup antusias¬† untuk hidup Minimalis. Akhirnya saya beranikan diri untuk menerapkan Minimalis sebagai gaya hidup saya, meski masih sedikit-sedikit. Sebenarnya hal tersebut saya lakukan karena saya berkaca juga pada diri sendiri. Gaya hidup bisa diterapkan bisa jadi karena memang sebenarnya beberapa hal sudah mendukung ke arah sana. Atau beberapa hal tersebut harus benar-benar dirubah untuk menuju gaya hidup yang lain. Jadi, sebenarnya gaya hidup itu ya kembali kepada masing-masing lagi. Berat atau ringan melakukannya, kembali pada diri masing-masing. Saya sendiri bukan tipe…

  • Minimalist

    Minimalist enthusiast

    Menjadi sangat tertarik dengan hidup Minimalis dimulai saat status diri berganti menjadi seorang isteri. Hidup mandiri bersama suami dan anak, tinggal di rumah kontrakan yang ukurannya terlalu besar untuk ditempati oleh kami bertiga. Melihat seisi ruangan yang masih kosong, rasanya sangat membahagiakan. Membayangkan seorang bayi mungil yang bermain kesana kemari, tentu dia sangat senang karena ruangan tidak terhimpit oleh berbagai pernak-pernik rumah yang menyempitkan. Dia akan bebas bermain tanpa takut menabrak kursi ataupun meja. Tidak ingin membeli banyak barang juga karena hidup saat ini masih sebagai kontraktor. Tidak terbayang saja ketika rumah banyak barang. Harus pindahin printilan yang banyak, dan ternyata dari yang tadinya dibutuhkan kemudian menjadi sampah beronggok dimana-mana.…