• Catatan Ramadhan

    Kenangan Baju di Hari Raya

    Saat malam jelang lebaran, Ibu masih khusyuk di depan mesin jahit tua itu. Kami pun menemani dengan setia, menunggu baju lebaran kami jadi. Menjelang lebaran, ibu sibuk mengukur kain-kain yang akan dibuat baju untuk kami bertiga. Prinsip Ibu, selama bisa dibuat oleh sendiri, kenapa pula harus membeli. Hitung-hitung menghemat juga. Sementara kami, tentu belum mengerti alasannya, kala itu. Hanya saja, memang kakak-kakak kami juga mengenakan baju buatan Ibu, atau buatan mereka sendiri. Memiliki keterampilan memang hal yang cukup ditekankan oleh Ibu kami. Suara deru mesin jahit masih menjejali malam kami, saat itu. Dengan setia, meski terkantuk-kantuk, ibu terus berkomat-kamit membaca segala lafadz-Nya sembari menggenjotkan kaki pada mesin jahit tersebut. Kami,…