• Journey,  Minimalist Journey

    Minimalist enthusiast

    Menjadi sangat tertarik dengan hidup Minimalis dimulai saat status diri berganti menjadi seorang isteri. Hidup mandiri bersama suami dan anak, tinggal di rumah kontrakan yang ukurannya terlalu besar untuk ditempati oleh kami bertiga. Melihat seisi ruangan yang masih kosong, rasanya sangat membahagiakan. Membayangkan seorang bayi mungil yang bermain kesana kemari, tentu dia sangat senang karena ruangan tidak terhimpit oleh berbagai pernak-pernik rumah yang menyempitkan. Dia akan bebas bermain tanpa takut menabrak kursi ataupun meja. Tidak ingin membeli banyak barang juga karena hidup saat ini masih sebagai kontraktor. Tidak terbayang saja ketika rumah banyak barang. Harus pindahin printilan yang banyak, dan ternyata dari yang tadinya dibutuhkan kemudian menjadi sampah beronggok dimana-mana.…

error: Content is protected !!