• Journey,  Ngaji,  Story

    Menetralisir hati

    Ngaji kali ini tentang menetralisir hati. Entah aku lupa ayatnya, yang pasti bapak menyampaikan sebuah ayat yang menyuruh kita untuk tetap ingat Kepada-Nya dengan selalu berdzikir. Dengan berbagai kesibukan yang kita jalani di dunia ini, dalam lenggangnya waktu ataupun penatnya kesibukan dengan segala rutinitas keduniaan ada 3 hal penting yang harus kita lakukan untuk bisa dinetralisir kembali hatinya, yaitu: Bacalah syahadat, Al-falaq, dan An-Naas. syahadat itu untuk merefresh kembali keimanan kita ditengah sibuknya diri oleh Dunia. Bacalah “Asyhadu an laa ilaa ha illallah saat menarik nafas dalam-dalam, dan ucapkan “wa asyhadu anna muhammadar rasulullah” saat kamu mengeluarkan nafasmu. Al-Falaq itu bagaikan sebuah cakrawala yang menjadi pengingat akan keberadaan kita di…

  • Journey,  Ngaji

    hidayah

    Tetiba sedatangnya Bapak di ruang ngaji, beliau mengawali ngaji kali ini dengan sebuah Hadits : Man Yuridillahi Khoiron bihi Yufaqqihu fiddin. “ Artinya : Jika Allah menghendaki kebaikan pada seseorang, maka Dia akan memberi kemudahan memahami agama. secara mendalam bapak menguraikan kata-kata tersebut dan sekaligus memberikan pernyataan kebalikan dari pemaknaan hadits tersebut. “Maka jika Allah tidak menghendaki kebaikan, pada siapapun itu, meskipun dia adalah anak kyai, maupun anak seorang pejabat dan lain sebagainya, jika Allah tidak mengehndaki, maka Dia tidak akan memberi kemudahan dalam memahami agama. Nduk, wong sing njogo Qur’an iki abote ra karuan, wonge serius yo kerono abote kuwi. Nek wong sing seneng moco sholawat kuwi yo wonge…

  • Ngaji,  Ngobrol

    Qur’an dan Shalawat

    Al-Qur’an datangnya dari atas (langit), penguasaan dari Sang Pemilik Langit. tak dapat diubah walau senoktah pun. Dan shalawat itu datangnya dari bawah (bumi) yang dibuat oleh manusia untuk membuktikan cinta yang didendangkan untuk memuji kekasihNya. terdapat berurai shalawat yang berlantun untuk menunjukkan kecintaan pada sang Penyeru kebenaran. Karenanya, adanya dua hal tersebut, Qur’an dan shalawat. merupakan penyatu antara lapisan bawah dan lapisan atas yang dipertemukan dengan bukti keseimbangan akan dunia dan akhirat. “Karenanya, Nduk. Ibu sebagai penghafal Al-Qur’an menjadi seimbang dengan Bapak yang memegang shalawat. terhubungan jalinan yang kuat dengan hubungan horizontal dan vertikal antara keduanya (Qur’an dan shalawat). Ndawuh Bapak di penutup ndawuhnya pada malam jumat kemaren. 25 Oktober…

error: Content is protected !!