• Catatan Ramadhan

    Ramadhan, Al-Qur’an, dan Relijiusitas Kita

    Ramadhan kali ini adalah ramadhan yang sangat berbeda. Semua pun merasakannya. Berbeda karena tidak adanya berbagai alunan dan perayaan. Semua berubah dikarena adanya virus berbahaya. Kita pun merasa kehilangan nuansa Ramadhan itu sendiri. Seperti kita ketahui, Ramadhan akan penuh dengan berbagai alunan dari setiap penjuru. Ba’da subuh dan menjelang maghrib biasanya diramaikan oleh kegiatan ceramah. Adapula yang mengisi dengan suara lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an. Kini, kita kehilangan suara-suara itu. Dalam segala kesepian yang muncul kini, saya pun mencoba merefleksi diri. Bisa jadi, keramaian-keramaian itu pun hanyalah samar. Kita mendengar, tapi kita tak merasakannya. Kita mendengar, tapi kita tak mendapati secuilpun pengetahuan baru darinya. Saya dan kita semua sering sekali menyatakan…