Tentang takdir dan fitrah

Akhirnya bisa berdiskusi lagi dengan Abah, di perjalanan saat Abah mau mengantarkan aku dan adikku ke terminal.

Aku : Bah, apakah memang manusia itu harus berusaha untuk melawan takdirnya?
Abah : manusia itu tidak melawan takdir, darimana kita tahu akan takdir kita, kita itu berusaha untuk dapat mengetahui tentang takdir kita. Tuhan sudah menentukan takdir kita ketika manusia baru lahir disamping adanya pengaruh usaha kita. ketika manusia keluar dari takdir dan
Aku : berarti mungkin ga Bah Allah menentukan kita masuk surga atau nggak?
Abah : ya menentukan, hal tersebut tergantung pada kausalitas. Dalam Al-Qur’an itu tidak ada yang menyebutkan bahwa orang yang masuk surga itu adalah orang yang beriman, karenanya itu adalah kausalitas dari sebab keimanannya. teori kausalitas membuktikan bahwa ikhtiar manusia itu bukanlah kemutlakan dari kita, tapi ikhtiar itu kemutlakan dari takdir. jadi jelas takdir itu ditentukan, hanya itu jadi rahasia bagi manusia, karena itu diwajibkan ikhtiar. karenya ikhtiar itu untuk mengetahui takdir.
Aku : berarti ikhtiar itu bukan untuk merubah takdir ya?
Abah :bukan,ya untuk mengetahui takdir, takdir itu ditentukan oleh kausalitas . takdir itu hukum.ketentuan, apabila begini maka begini. baik erupa hukum yang bersifat kausalitas maupun bersfiat mutlak.semuanya kita sudah ditentukan menjadi calon ahli surga, tapi itu ditentukan pula oleh manusia dengan keimanan dan ketaqwaanya. jadi istilah merubah takditu itu salah kaprah.

Tegal, 6 Agustus 2013.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!