Random Thought

Sense of Cooking

Memasak itu perlu rasa, bahagia dan syukur adalah sebaik-baiknya rasa yang menjadikan rasa masakan menjadi lezat.

Belakangan saya sedang hobi dengan menge-share foto-foto memasak. Ternyata agak susah memberikan tampilan menarik dari jepretan sebuah masakan. tentunya perlu didukung oleh kamera yang canggih ya. Ehem kode.. haha. Eh, tapi sebenarnya hobi ini cuma sebagai aspresiasi diri atas masakan sendiri sih. Karena nyatanya proses-proses untuk menghasilkan sebuah masakan itu merupakan rentetan panjang yang penuh ilmu lho.

Memasak itu merupakan seni mengasah hidup. Ada banyak hal yang saya dapati dari memasak, Meski baru mulai saya geluti dengan terpaksa karena adanya jadwal memasak yang diberikan oleh asrama. Tapi ternyata tugasnya tidak hanya memasak. Tugas kita adalah mempersiapkan dari mulai menyusun menu, belanja sayuran, dan lauk-pauk yang dibutuhkan serta menghitung proporsi agar cukup dimakan untuk seisi asrama. (tentu dengan jatah minimalis ya, namanya juga mondok, kudu tirakat).

Tugas ini bisa dibilang gampang-gampang susah sih. Tapi bagi saya yang hanya terbiasa menemani Ibu di dapur menyiangi sayuran atau memotong-motong bumbu, ini cukup sulit. Bisa dikira-kira sih, masakan-masakan saya di awal pernikahan selalu penuh pertanyaan sebelum perang dapur dimulai. Mulai menanyakan ingin menu apa, resepnya apa, belinya berapa, dsb hingga akhirnya hasil masakan berakhir dengan anyep, itu adalah hal-hal konyol. Sampai akhirnya suami bosan dengan pertanyaan ga jelas itu. Maka mulailah saya mencoba memahami makna-makna yang tersirat dari apa yang harus saya lakukan dengan masak-memasak ini.

Namun, karena hemat adalah pangkal kaya, di tengah persebaran keuangan rumah tangga yang banyak maka memasak adalah kunci hemat. Mencari berbagi menu masakan, mengira-ngira budget keuangan, bahkan berbenah ruang dapur kemudian mencoba difahami sebagai suatu hal yang menyenangkan. Tidak sulit, asal hati sedang bahagia (ini kunci!).

Menyusun menu atau memperkirakan menu apa yang akan disajikan adalah salah tantangan bagi seorang Ibu. Menu sehat adalah pilihan utama. Dengan sayuran, lauk pauk ikan, kacang-kacangan atau daging sesekali, ini adalah menu wajib. Tapi menu tersebut menjadi sedikit rumit ketika ada anggota keluarga yang tidak menyukai sayur tertentu, lauk tertentu, dsb. (dan banyak cerita ibu-ibu yang mengalami hal ini).

Hal lainnya adalah mempersiapkan bahan-bahan masakan. Membuat menu mingguan merupakan salah satu tips menghemat yang saya lakukan. kulkas adalah penyelamat utama agar sayuran bertahan lebih lama. Nyatanya bagian ini menjadi hal yang sering dilewatkan oleh para ibu.  Monggo di-google cara-caranya.

Saat memasak, ini bagian krusial. Perlu penuh dengan perasaan bahagia. Kemampuan mengira-ngira berbagai kebutuhan bumbu, sampai mengetahui tips dan triknya dari mengolah sayuran – seperti olahan untuk pare, daun singkong, jantung pisang, bahkan urutan memasukkan sayuran pun- adalah sebuah ilmu dari eksperimen para sesepuh terdahulu lho, jangan diremehkan. Maka mengetahui resep leluhur kita adalah sebuah anugerah, jelas saja sampai ada yang tidak menyampaikan resep rahasia sebuah warung makan demi menjamin kelezatan hasil masakannya.

Dan, adalagi yang sering saya amati dari kegiatan bantu-membantu di dapur saat membantu Ibu, mulut yang selalu komat-kamit membaca sholawat dan berbagai dzikir. Mungkin ini yang menjadi pembeda masakan rumahan dan masak beli jadi ya. Dari lantunan tersebut sang Ibu mengharap adanya keberkahan dari setiap cicipan masakannya, ada doa kebaikan untuk anggota keluarganya, ada nrimo yang dihaturkan. Ini sederhana tapi sungguh dalam ya maknanya.

Terakhir, karena kebersihan adalah sebagian dari iman, maka wanita dengan kemampuan multitasking-nya akan menjadikan satu waktu pekerjaan untuk beberapa pekerjaan adalah hal luar biasa, dan wanita pasti bisa dan biasa melakukan ini. Maka menyudahi perang dapur dengan mengembalikan keadaan dapur pada posisi semula adalah hal yang perlu dilakukan dan wanita salihah pasti akan melakukannya. Hahaha..

2 thoughts on “Sense of Cooking”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *