Random Thought,  Story

Tentang “Nanti”

Kemaren-kemaren sepertinya masih berada dalam jalur aman, sehingga sering berucap tentang “nanti” seakan-akan “nanti” itu masih jauh sekian jarak dan waktu dari kehidupan kita. Aku fikir nanti adalah saat dimana kita sudah dianggap benar-benar “dewasa” dengan segala kedudukan kita. Aku fikir nanti itu saat aku sudah meraih apa yang diimpikan atau setidak-tidaknya sudah menjadi “orang” atau bahkan sudah menjadi “sesosok” yang cukup berarti meski hanya untuk sendiri.

Tapi, hidup tak selambat itu untuk dijalani. Karena pada kenyataannya, nanti itu bisa jadi dua-tiga menit kedepan. Bukankah nanti itu berarti setelah saat ini. Nanti itu adalah waktu dan jarak yang telah berubah dari kedudukan sebelumnya, untuk lebih banyak hitungan detik yang telah kita lewati dalam hidup, dan lebih banyak jarak yang telah ditempuh dalam ruang gerak kehidupan kita.

Nanti itu adalah hasil, sedangkan proses kita adalah detakan detik yang dijelajah oleh setiap semangat, usaha, keringat, dan do’a. Itu jika yang dikehendaki adalah nanti yang sangat dinantikan. Tapi ditengah proses itu tentu ada lelah, menyerah, malas, dan acuh yang mengimingi-imingi kita untuk terleha-leha saat ini.

Nanti itu adalah impian. Tak ada salahnya memang kita untuk bermimpi. Kita bebas-sebebasnya bermimpi dengan segenap idealisme kehidupan nanti yang diandai-andaikan terjadi pada hidup kita nanti. Tapi, kita sering lupa. Bahwa selalu ada jalan terjal di setiap jalan yang ditempuh. Keadaan menjadikan perlu adanya kompromi untuk menyatukan impian dan keadaan yang dihadapi saat ini.

Itulah sebabnya, keajegan mempunyai kelebihan diantara sekian sifat baik yang harus kita miliki. Ia mampu menempatkan kebaikan kecil menjadi besar dengan ajegnya melakukan kebaikan tersebut. Sementara kita sadar dengan kesementaraanya kita dalam hidup ini,  sesementara itu pula kita berada dalam harapan nanti yang diharapkan baik. Lalu nanti? Yaaa, kita lihat saja nanti dari usahamu saat ini!

Obat galau menjelang wisuda. Hha

Krapyak, 5 November 2014, 20:51 WIB.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!