Awul-awul di Belanda, emang ada?

Pernah mendengar kata ‘awul-awul’ sebelumnya? Haha, saya baru dengar sejak tinggal di Jogja. Itu lho baju-baju bekas kualitas bagus. Jika di Jogja biasanya kita akan mendapatinya di toko Pujha fashion, cuma itu toko baju bekas yang saya ketahui, lainnya mungkin ada lagi, tapi tidak seterkenal Pujha fashion. CMIIW.

Tapi, ada lagi tempat yang menjadi ajang tahunan dimana awul-awul banyak bertengger menawarkan bau khasnya, ialah Sekatenan. Iyap, di sekatenan kamu akan menemukan Toko pujha fashion nih lagi-lagi yang jualan. Tapi dengan konsep jualan seperti penjual lainnya, di bawah naungan terop, dijual di malam hari, selama sebulan dalam bulan Rabi’ul Awwal alias bulan mulud/Maulid Nabi.

Selama ini saya belum pernah sih membeli barang awul-awul. Saat melihat baju banyak dengan pilhan yang beraneka macam dan banyak banget, hal yang pertama yang saya rasakan adalah pusing. Entah sih, konsentrasi saya buyar saat berada dalam keramaian, penuh sesak, dan banyak pilihan. Haha.

Tapi, saya mendapati teman yang hobi belanja di awul-awul nih. Dia selalu bejo mendapati baju-baju yang bagus dan kualitas import katanya. Sebagai anak pondok, dulu sih kita suka iseng aja pinjam-pinjam baju teman ya. Ya gitu, pinjamnya pasti dalam waktu lama sih, bisa sebulan lebih, haha. Sorry ya meh.

Anak-anak yang suka berburu baju di awul-awul biasanya lebih karena untuk mendukung tampilan mereka agar terlihat vintage, limited edition, dan tentunya dengan hanya merogoh kocek yang tidak sebegitu mahalnya. Maka tidak heran, tidak hanya sekedar orang yang punya dompet tipis saja yang berkunjung ke awul-awul. Mereka yang suka berpenampilan vintage, retro, atau ingin yang berbeda dari lainnya, solusinya ya toko awul-awul.

Lalu, di Belanda emang ada awul-awul? jawabannya, banyaaaak. di setiap kota di Belanda di Belanda pasti ada kringloop atau awul-awul atau toko bekas ya. Hmm, seperti apa awul-awul di Negeri kincir angin ini?

Macam-macam barang di awul-awul

Nah, setelah flashback cerita tentang awul-awul tadi, di negeri kincir angin ini saya mendapati hobi baru tersebut muncul. Hobi baru? Hmmm, yang antara hobi dan kebutuhan sih. Wanita jelas kebanyakan hobinya memang berbelanja kan ya. Tapi, dengan berbagai kebutuhan menghadapi perbedaan musim, maka toko awul-awul bisa menjadi solusi cerdas dan hemat pastinya.

Nah, di sini saya mendapati barang-barang yang dijual kebanyakan benar-benar masih bagus. Masih wangi seperti habis dicuci dengan softener. Yang saya sukai, masing-masing jenis barang sudah dikelompokkan. Jadi, saya tidak begitu pusing deh.

Berbeda dengan di Jogja, yang kebanyakan berbeda toko untuk beda barang. Disini dalam satu toko bisa banyak barang yang dijual. Ini nih yang menariknya, jadi tidak melulu baju ya.

  • Perkakas dapur

Dari mulai sutil, centhong, wajan, piring, dan mejik kom, kalau lagi ada, ya ada beneran. Segala kebutuhan dapur bisa kamu beli di sini dengan harga yang sangat miring.

  • Buku-buku

Saya mendapati buku-buku kebanyakan di sini berbahasa Belanda sih, yang berbahasa Inggrinya masih sedikit. Tapi tak mengapa, kan sekalian belajar. Oh Iya, buku anak-anak juga ada ya. CD film-film jaman baheula juga ada.

  • Furniture

Ada beberapa kursi, meja, sofa serta lemari yang dijual. Tapi, secara dilihat harganya, lumayan juga. Kata teman saya sih harganya hampir sama seperti beli furniture yang baru.

  • Alat-alat digital

Saya mendapati tv, kamera, sound system, heater elektronik dan alat elektronik lainnya bahkan dijual di sini. Televisi yang ada di rumah saya konon juga beli dari tko bekas.

  • Tas, dompet dan sepatu

Dua barang ini yang selalu menjadi sasaran saya ketika masuk ke toko bekas. Apa mau dikata, barang-barangnya masih bagus banget. Yang ada dalam benak saya ketika menjajal barang-barang tersebut ialah “kok yang merk-merk terkenal channel, LV, ga nemu ya di sini?, haha.

  • Baju, jaket, dan sprei.

Saya dan suami terbantu sekali dengan adanya jaket yang dijual di awul-awul nih. Beli jaket musim dingin kan pasti mahal banget. Meski sebenarnya ada winter sale ataupun summer sale. Tapi beli yang bekas, kenapa tidak? Toh, Cuma dipakai di sini saja. Dibawa ke Indonesia mah panas terus kan. Kalau untuk baju dan seprei kudu rada wanti-wanti sih, kan dipakai di badan kita. Jadi, jika ingin beli, pasti mencucinya dengan bersih, dan gunakan air panas supaya kumannya hilang ya.

  • Mainan anak-anak

Ini sih kesukaan Nahla ya. Tapi ya hanya sekedar main-main saja. Saya merasa tidak perlu banyak mainan di rumah. Waktu di sini hanya tinggal sebentar lagi.

  • Barang-barang antik

untuk barang antik, harganya tetap mahal ya. Ya, mereka sangat menghargai sebuah hasil karya manusia dan sejarahnya. Tapi tetap ya, pasti lebih murah daripada beli yang baru, ya kan?

Membeli dan menyumbang, beramal untuk kemanusiaan

Ini yang menarik yang saya dapati dari awul-awul di sini. Untuk barang-barang yang dijual, berasal dari orang-orang yang sudah tidak membutuhkan barang-barang tersebut. Saya pernah mendapati orang menaruh satu plastik besar besar dimasukkan ke dalam tong yang seperti tong sampah di sini. Itu ada tong untuk membuang baju-baju bekas kita untuk disumbangkan ke toko bekas.

Sementara itu, saya lihat setiap berkunjung, toko bekas ini tidak pernah sepi. Selalu ramai. Suami bilang, orang-orang sini suka berdonasi. Mereka berkunjung ke sini karena hasil pembelian mereka tidak untuk dikonsumsi pribadi, tapi didonasikan. Saya mendapati sendiri sih, ada di banner toko gambar para sesepuh dan anak yang tidak mampu atau anak yang berprestasi, mereka mendapat sumbangan dari toko bekas tersebut.

Jika demikian prosesnya, saya rasa tidak rugi juga kita membuang barang-barang yang tidak terpakai di toko bekas tersebut. Tidak merasa rugi juga jika membeli barang-barang bekas di sana. Toh, hasilnya untuk kemanfaatan orang lain. Tapi, ya jangan cuma belanja menuhin lemari saja. Beli karena butuh saja ya.

Lalu, saya jadi teringat dengan tumpukan baju dari jaman sekolah dulu, pengen rasanya disumbangin ke sini juga deh. Sudah menumpuk berpuluh-puluh tahun. Huhu.

7 thoughts on “Awul-awul di Belanda, emang ada?

  1. Bahasa kerennya Flea Market koyone ya mbak. Hihihi.. Barang yang dijual juga bervariasi kayaknya. Ada buku segala. Barangkali kalo saya yang disana, yang saya beli pasti bukunya. 😁

  2. Ini jangan jangan idenya berasal dari orang Jawa mbak hahahaha .. tapi keren sih ada banyak perabot yang di awul2 .. tapi kalo awul2 di sana pake nawar juga gak mbak kalo pada beli ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!