Ghina Hai, saya Ghina. Perempuan pecinta pagi, pendengar setia radio dan podcast, menulis tentang kehidupan perempuan dan hal terkait dengannya.

Sosialisasi Seru Meski Di Rumah Saja

3 min read

tips sosialisasi meski di rumah saja

Sosialisasi meski di rumah saja tentu harus dilakukan dengan cara yang seru. Ya meski memang tidak seleluasa saat bertemu langsung. Namun, sebagai manusia yang merupakan makhluk sosial, sosialisasi adalah kebutuhan, makanya harus diupayakan.

Saya sendiri merasa kadang kesepian. Karena kebetulan baru pindah juga.  Pandemi gini pun saya jadi nggak berani kenalan lebih akrab dengan tetangga. Kadang merasa aneh juga, krik krik gitu ke luar rumah tapi nggak ada yang bisa diajak ngobrol. Satu-satunya teman ngobrol saya di luar rumah saat ini ya ibu sayur.

Baca juga : Mumpung di Rumah Saja, Ramaikan Rumah Donk

Terkadang bosan juga ya kalau teman ngobrolnya suami dan anak lagi. Ingin gitu rasanya ngobrol dengan orang baru, pembahasan baru, dan keseruan baru tentunya.

Memang saya akui kalau saya agak introvert. Cukup nyaman untuk tinggal di lingkungan sepi. Betah juga lama-lama nggak ketemu orang lain. Tapi kalau kebosanan melanda, bisa uring-uringan juga ternyata. Wkwk

Gawai Pintar, Perantara Agar Merasa Dekat Meski Berjarak

Sebelum pandemi, saya memanfaatkan media sosial secukupnya. Tidak bisa begitu betah berlama-lama scrolling memang. Blogwalking pun masih sekadarnya. Sebagian waktu saya lebih banyak membersamai anak.

Pandemi datang, saya coba untuk lebih menekuni blog, bergabung banyak komunitas dan atensi saya terhadap gawai pun sedikit banyak berubah. Gawai bisa lho ternyata membuat kita makin akrab, menambah relasi lebih intim, dan tentunya jadi jalan rezeki juga.

Memang bersua langsung kesan yang kita dapatkan lebih tinggi. Namun melihat kondisi saat ini kita perlu kuat pula pondasi komunikasinya. Jadi pastikan bukan sekadar haha hihi semata. Niatkan pula untuk saling lebih menguatkan diri dan enjoy saat bersosialisasi secara daring, mengingat kembali tentang pentingnya mengurangi interaksi, menjaga keselamatan sesama, serta kebutuhan mental yang penting untuk dijaga.

9 Cara Seru Bersosialisasi di saat Pandemi

cara sosialisasi saat pandemi

1.  Video call

Sesiapapun pasti banyak yang melakukan hal ini. Saya pun yang tidak begitu suka telponan dan video call akhirnya mencoba menikmati media ini.

Selama ini, video call paling sering dilakukan dengan orang tua, saudara dan beberapa teman dekat. Melalui video call juga saya bisa mengenalkan anak tentang orang-orang penting di circle saya. Anak pun akhirnya jadi ikut kenal dan menjadi bahan cerita kita kalau sedang ngobrol tentang suatu hal.

2. Respon status di media sosial

Kalau bisa sih jangan hanya sekadar like, ya. Tapi coba kasih comment juga pada teman yang akrab atau relasi yang muncul di beranda media sosial kita. Jangan salah, kegiatan like dan comment bagi sebagian orang juga memberi kebahagiaan tersendiri. Bagi kita juga tentunya ini bagus agar hubungannya lebih akrab.

3. Mengirim surat/kartu pos

Ada yang belum pernah mengirim kartu pos kepada teman sejawat? Hayo ngaku.

Meski saat ini mengirim pesan bisa dengan mudah dilakukan lewat media sosial maupun pesan daring, tidak ada salahnya mencoba memberi surat.

Jangan salah, justru dengan memberi surat, pengalaman membacanya akan berbeda dengan saat kita hanya menerima pesan dari media daring. Surat yang disampaikan isinya bisa lebih mendalam, lebih akrab, hubungan emosinya bisa lebih kuat dan eksklusif. 

Ada yang mau saya kirim surat? sila balas di kolom komentar ya. kebetulan, saya punya dua kartu pos nganggur nih.

4.  Mengirim sesuatu kepada orang tercinta

Lebaran maupun hari-hari spesial kita tak bisa pulang? tak perlu khawatir. Kita tetap bisa menjalin silaturahmi dengan mengirimkan hantaran atau bahasa beken sekarang sih hampers ya. Tentu nggak perlu mahal, lakukan semampu dan seikhlasnya saja.  

5. Membeli produk jualan teman

Efek pandemi, sekarang ini ada banyak orang-orang yang kemudian memiliki usaha rumahan. Mungkin teman-teman kita juga ada yang menjual produk rumahan tersebut.

Sebagi bukti dukungan pada usaha yang dilakukan teman, kita bisa membeli produk mereka. Jika pun tak bisa, kita bisa juga membantu mempromosikan produk mereka, mensupport dengan meramaikan media sosialnya, dan lain sebagainya,

6. Komentarin status

Ada yang hobi balas status wa atau instagram story teman? saya kadang suka sih melakukan hal itu. Apalagi kalau sudah cukup lama tidak bersua. Jadi status mereka ini merupakan perantara sendiri buat saya agar komunikasi kita lebih tak terputus.

Jadi kadang justru saya agak lost sama yang jarang bikin status, karena kayak nggak ada perantara aja gitu buat memulai sebuah obrolan. Kan wagu juga kadang untuk memulai, jangan sampai kita menghubungi teman karena ada maunya saja, kan?! 

7. Berbalas emoticon/gift/gambar

Punya grup kocak yang bisa berbagai segala macam cerita dan dibalas dengan emoticon macam-macam itu buat saya adalah anugerah juga. Teman sefrekuensi ini rasanya perlu banget di situasi seperti sekarang ini.

Berkirim dan membalas pesan dengan balasan emoticon atau gambar lucu pun jadi hiburan tersendiri. Biasanya ada salah satu dari teman segrup yang memang punya koleksi stiker yang lucu lucu. Bikin pengen ngakak sendiri kalau baca pesan-pesan berantai penuh tawa tersebut. Thanks ya UBI.

8. Gabung komunitas yang punya hobi sama

Komunitas menjadi jalan ninja untuk kita menambah pengetahuan dan juga menambah pertemanan tentunya. Dalam beretika di grup komunitas penting banget untuk menghargai sesama dan tentunya nyambung dengan obrolan yang sedang dibicarakan. Respon dengan baik jika kita tahu suatu hal menjadi poin sendiri yang membuat orang lebih mengenal kita.

Saya sendiri saat ini gabung di komunitas blog, baca dan jalan kaki. Meski kadang malas-malas, dengan adanya grup ini malah jadi semangat juga untuk menekuni hobi tersebut. Bahkan bisa saling sharing pengalaman dan pengetahuan juga.

9. Ikut kelas-kelas online

Sudah ikut berapa kelas online nih, gais? senang dan bersyukur sekali ya, di pandemi ini kesempatan kita untuk menimba ilmu alhamdulillah tetap dimudahkan. Nah, kelas online ini juga bisa menjadi sarana untuk menambah pertemanan, mempraktikkan sosialisasi, dan tentunya mendapatkan pengetahuan baru.

Jika kelas online tersebut diadakan lewat WA, biasanya beberapa orang akan menyimpan nomor kita. Jadi kita juga bisa melihat status WA dan tahu juga kegiatan siempunya. Asal jangan simpan nomor untuk kepentingan nggak jelas ya. Kalau gitu mah, langsung block  aja deh!

interaksi secara virtual saat pandemi

Nah, itu dia sembilan cara yang saya lakukan untuk tetap bisa bersosialisasi  dikala pandemi. Kamu gimana nih cara sosialisasi yang biasa dilakukan saat pandemi begini? Yuk, share ceritamu di kolom komentar.

Semoga kita sehat selalu ya.

Ghina Hai, saya Ghina. Perempuan pecinta pagi, pendengar setia radio dan podcast, menulis tentang kehidupan perempuan dan hal terkait dengannya.

9 Replies to “Sosialisasi Seru Meski Di Rumah Saja”

  1. nomor 3 seakan bangkit kembali ya mbak Ghin, haha.. kalo dulu aku sering tuh berkirim surat sama sahabat pena lewat majalah, wkwk.. zaman duluuuu buanget..

    Btw, jadi nggak ada alasan buat nggak bisa ngobrol saat pandemi ye kaan..

  2. Yg kirim kartupos itu melatih sabar nunggunya mba :D. Aku dan temen2 yg ikutan postcrossing project aja, dari Maret, sampe saat ini blm semuanya dapet wkwkwkwk. Ntah kemana itu kartupos nyasar nya :D.

    Aku sendiri jujurnya selama pandemi kayak bikin dunia sendiri. Aku jadi rutin membaca buku, menulis, dan drakoran wkwkwkwk. Eh sama cari resep masakan :D. Walopun yg ini sesekali aja. Kalopun gabung Ama komunitas, aku LG suka join Ama komunitas Drakor. JD kah bisa cerita2 Drakor apa yg bagus :D. Ini hiburanku banget memang.

    Trus cari olahraga workout baru. Pernah aku ikutan Ama temen, pake zoom gitu. Berbayar. Kebetulan temenku instruktur senam. Seru juga sih. Biasanya kan aku workout sendiri pake video youtube. Ternyata Ama instruktur via zoom sama serunya

    1. Beberapa cara sudah dilakukan, dan paling seneng tuh beli dagangannya teman sekaligus promosiin ke teman lain. Senang bisa saling support, sekarang juga sering ikutan kelas online, banyak banget yg gratis dan bisa nambah skill

  3. Yap!
    Selalu ada cara utk beradaptasi.
    termasuk, adaptasi dlm hal sosialisasi dgn MANUSIA 😀

    Soalnya, selama pandemi ini, saya merasa lebih intens sosialisasi dgn kucing 😀 Tetangga2 saya mayoritas lansia, jadi agak kuatir kalo ngobrol/nongkrong di teras rumah terlalu lama.

  4. Setujuu, 9 cara di atas bisa jadi cara seru bersosialisasi di masa pandemi begini. Main lempar2an stiker itu seru juga hihi. Kadang berasa kayak anak-anak tapi seru sesekali begitu 😀

  5. Dari semua poin yang ada, poin ke-3 yang belum pernah aku lakuin sih, mesti cobain nih.

    Soal kelas online, kayaknya udah banyak banget kelas online yang kuikuti selama masa pandemi ini.

    Masa pandemi gini bukan alasan untuk berhenti bersosialisasi ya, Kak. Soalnya lewat virtual pun udah bisa, dan tetep seru 😀

  6. Iya rasanya gimana ya jarang mengobrol langsung dengan orang lain, jadinya aku usahakan tetap mengobrol dengan tetangga walaupun jarak jauh via teras masing-masing hehe, mengantar makanan atau apa ke tetangga baru juga bisa buat mencairkan suasana dan jadi kenalan ya

Tinggalkan Balasan

Yuk, beri komentar, kritik dan saran untuk postingan di atas.

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terimakasih banyak sudah berkomentar.

© Copyright 2021 www.ghinarahmatika.com

error: Content is protected !!