Journey,  Story

Sesederhananya Hidup itu dekat

Ini cerita tentang indahnya sederhana. sederhana yang mendekatkan kita pada setiap sudut perjalanan hidup, hingga sesederhananya mudah untuk melekat dalam benak namun sulit terlepas dari otak.

Kata demikian tidak hanya sekedar ucapan semata. Baiklah, disini aku akan bercerita tentang indahnya “saat-saat kecil” dalam sebuah kesederhanaan. keluarga. Saat itu Abah masih dengan motor kebanggaannya, RX King telah menajdi saksi perjuangan Abah selama kisaran tahun 1980-2004. setuanya keberadaan motor itu telah setua pemiliknya. menemani Abah buat mengajar hingga ke Pekalongan. Yang perjalanan saat itu harus melewati 7 sungai, dengan berangkat saat dunia masih gelap gulita. Suasana pagi telah terhidupkan dengan segala hiruk pikuk persiapan untuk menyiapkan aktifitas dalam sehari itu. Suasana yang benar-benar hidup setiap pagi.

Hal yang sederhana yang paling aku ingat dan aku rindukan saat itu adalah saat Abah dengan motor RX King-nya pulang dari perjalanan. Suara motornya yang khas telah membuat kita bergerak lompat kegirangan dan langsung bergegas menuju pintu samping yang merupakan pintu gerbang kecil tempat si Motor tinggal. Aku dan adikku langsung sontak membuka pintu, terus menunggu Abah turun dari motor, setelah turun kita biasanya menyiapkan kursi atau kalo ga sempet Abah tetap berdiri saja, tapi tangan kita langsung bergegas menuju kaki Abah. Hal konyol ini entah kenapa sering kita lakukan, tapi kita sangat bahagi melakukan hal tersebut. Aku dan adikku sigap untuk melepaskan sepatu abah kemudian melepaskan kaos kakinya, biasanya kita bagi tugas, aku dapat bagian kaki kanan, maka adikku dapat bagian kaki kiri. Selalu seperti itu setiap sepulang kerja.

Ah, sangat merindukan hal-hal sederhana yang sangat mendekatkan seperti itu. setelah Abah dapet mobil pemerintah malah hal itu tidak pernah dilakukan lagi. :’(

jangan pernah khawatir tentang rejeki, dia akan datang sepaket dengan usaha kita. Tapi kita justeru yang harus takut, karena dia akan datang dengan dua sisi, bisa sebagai anugerah dalam arti sebuah rejeki untuk kehidupanmu, namun juga akan menjadi musibah dengan telah menguasainya nafsu terhadap rejeki yang datang.

Karenanya tetaplah sederhana. sesederhananya makna sederhana yang memberi nyawa keakraban, dan kedekatan dalam setiap pergerakan diri kita. Ingatlah saat ini, ketika kamu sudah lebih dari saat ini!

Krapyak, 22 Mei 2014. Pukul 22.53 WIB.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!