catatan ramadhan,  Journey,  Story

Ramadhan dan silaturahmi #11 Day

Bertepatan dengan momen pemilihan umum presiden untuk periode 2014-2019, karena para santri disini tidak mendapatkan kesempatan untuk mengikuti pencoblosan, (gegara kurang informasi sih lebih tepatnya) akhirnya aku merencakan diri untuk bersilaturahmi kepada teman KKN, Umi Nafisah namanya. Pertemanan kita cukup dekat sejak KKN hingga saat ini. Karena banyaknya kesamaan hal yang kita sukai, terutama dengan 1 hal yang sama-sama ditekuni pada saat ini.

Memiliki teman merupakan sebuah bukti bahwa kita memiliki jiwa sosial dan membuka diri pada dunia bahwa kita tidaklah sendirian dan memang tidak seharusnya menyendiri di tengah riuh rentah ramainya sesama makhluk Tuhan saling saling mengenal satu sama lain. Pada kelanjutannya nanti, ketika Tuhan berkehendak mendekatkan kita dengan orang-orang yang didekatkanNya, itu adalah sebuah anugerah untuk kita lebih didekatkan lagi kepadaNya.

Memiliki banyak orang yang kita kenal itu adalah sebuah anugerah pula, siapa tidak senang jika kita memiliki banyak teman. Entah itu teman baik maupun teman buruk, menurutku sih itu bukan sebuah masalah. Ada orang yang bilang, supaya menjadi baik dekatlah dengan orang-orang yang baik, Baik menurut siapa? Lalu bagaimana dengan yang dianggap tidak baik? Siapa pula yang bisa menilai seseorang baik atau tidaknya?

Selalu ada sisi buruk di setiap mereka yang katanya “baik”, pun sebaliknya, selalu ada sisi baik di setiap mereka yang katanya “buruk”. Toh yang dapat mengukur baik-buruknya kita bukan kita kok, kita sih mungkin hanya bisa menilainya sebatas dari pandangan luar?

Dengan siapapun temannya, bertemanlah dengan berniat untuk menyambung silaturahmi, berbagi ilmu, dan yang terpenting adalah untuk saling mengingatkan.

Allahumma dullanii ‘alaa man yadullunii ‘alaika, wa aushilnii ilaa man yuushiluni ilaika. Amien.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!