catatan ramadhan,  Journey,  Ngaji

Hadiah untuk yang lemah

Jika ada yang bilang menyambut Ramadhan itu adalah sebuah kebahagiaan, melihat dari pahalanya sih iya begitu, tapi jika melihat dari amal-amal yang harus dilakukan, dikiran enak? jelas tidak sama sekali. Karenanya ceramah tadi pagi bilang jika kita jangan pernah mencari pahala, tapi carilah rohmat. begitu katanya, tapi susah banget ya?

Beramal itu lelah, kan? Kita harus berpuasa menahan nafsu dan lapar. Kita harus ngoceh banyak untuk membaca Qur’an, kita harus menyentuh air ditengah dinginnya pagi cuma untuk shala malam dan sahur. hal-hal yang sangat malas untuk dilakukan sebenarnya. Karena itu manusia diimingi pahala untuk mau melaksanakan hal tersebut. Manusia memang terlalu lemah, bahkan untuk melaksanakan suatu hal saja dia harus dikasih balasan, bahkan minta balasan lebih. Maka tak heran, untuk mencapai tingkatan orang yang hanya melakukan amal karena rohmat hanya segelintir orang. Apalah itu rohmat? tidak dapat dihitung-hitung untuk bekal nanti, jika pahala kan sudah ada hitungannya tuh.

Tapi jangankan melakukan amal karena mengharapkan rahmatNya, untuk mencari pahala saja kita masih malas, banget. Karena iming-imingan pahala akhirnya banyak orang rela dan berpura-pura rindu dengan ramadhan. seperti halnya pemandangan yang ditemukan di mushola/masjid, jamaah tiba-tiba datang membludak, tetangga masjid yang jarang nongol pun akhirnya nongol juga. Tapi ada yang lucu dari jumlah jamaahnya, karena ternyata jumlah makmum wanita seringkali lebih banyak daripada makmum laki-laki. lelaki lainnya pada kemana? Padahal seperti kita ketahui, laki-laki itu tidak merasakan masa liburan alias Haid lho.

Padahal, andai tahu, sangking malasnya dan mengatasnamakan manusia yang lemah, manusia yang bernama wanita dalam bulan puasa juga butuh istirahat. Haid menjadi hal-hal yang sangat ditunggu. gimana ga ditunggu, jika sudah haid kita juga dilarang untuk puasa, sholat, sahur, dan hal lain yang menyusahkan. Ya, meskipun nanti harus membayar. tapi tidak puasa ketika yang lain puasa itu nikmat banget, Lho.

Namun meski bisa menikmati masa libur, ada satu masa yang tidak terkontrol dan berbahaya, apalagi di bulan ramadhan ini. Kan kita diwajibkan menahan lapar dan nafsu. Nah, ini yang susah. Meski tanpa dikehendaki, berbagai emosi tiba-tiba keluar tanpa alasan, jelas ujian yang sangat berat untuk tantangan menahan hawa nafsu ini. Apalagi bagi lelaki, tak ada istirahat untuk berhenti  puasa, godaan pun kian membara, terutama solekan acara di setiap media dan jalanan berjejalan. Ah, apalah daya, namanya juga manusia lemah, mungkin memang perlu ada pahala sebagai hadiah untuk kita senantiasa menyembahNya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!