Journey Random Thought

Ibu Rumah Tangga ngapain aja sih?

Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi sesamanya- HR. Bukhari dan Muslim

Menggelitik sih ini judulnya, seperti antara sebuah pembelaan atau pembuktian diri bahwa ibu rumah tangga itu nggak gitu-gitu amat dipandang orang. (as you know, as an educated person, what do people say about us). Tapi sebenarnya tulisan ini sebagai pengingat aja sih, bahwa kita sebagai apapun setidaknya menjadi bermanfaat. Meskipun hanya untuk diri sendiri, pembuktian terkecil yang sering terabaikan itu adalah : menghargai dan memanfaatkan waktu.

Diakui atau tidak, sebagai ibu rumah tangga, kita menganggap bahwa ruang lingkup kita SEMPIT. Pekerjaan rumah tiada hentinya, kerjanya gitu-gitu aja, sensi mendengarkan komentar orang lain tentang hidup kita, dan kemudian BOSAN.

Oke, first, let’s inhale and exhale…

Ada banyak lhoo, banyak banget hal yang bisa kita lakukan. Kita aja yang suka keenakan males-malesan. Ya kaaaan ya donk? Ku sering begitu juga kok #eh. Hemm tapi kan bosan gitu-gitu aja kan. Terus harus ngapain donk?

Berikut nih ada beberapa yang sudah ku lakukan secara istiqomah, meski banyak juga sih yang nggak istiqomahnya. Tapi gapapa, namanya juga usaha.

Budgeting planner

Haqqul yaqin sih, seorang isteri dan/atau ibu apapun pekerjaannya dia pasti memegang kendali keuangan rumah tangganya. Bisa dilihat disini ya tentang Menejer rumah tangga beraksi.

Sengebet-ngebetnya ingin belanja ini-itu, dia pasti sudah ngeukeup jatah untuk kebutuhan keluarganya. Supaya lebih terkendali dan akuntabilitas terjaga, maka membuat catatan pengeluaran secara manual maupun beraplikasi menjadi hal yang menyenangkan dan memuaskan. Menyenangkan karena kita tahu kemana saja alokasi uang itu digunakan, memuaskan jika sesuai dengan target atau bahkan ada saving lebih.

Penguasa dapur

Setiap hari sih ke dapur, tapi kadang suka sering terpaku dan kemudian diam. Bosan dengan masakan yang itu-itu saja. Heuuum.. Mari berkreasi atuh. Gagalmah biasa, seperti ku yang selalu gagal di bidang cake and bakery,yaudah akhirnya berkreasinya di bidang masakan besar. Sering nggak enaknya sih atau masakannya mah biasa-biasa aja, tapi puas aja gitu bisa memberikan dan memastikan nutrisi terbaik untuk keluarga.

Menjadi penguasa dapur means kita menciptakan suatu ikatan cinta tersendiri. kita ciptakan sendiri esensi memasak itu apa, kita pelajari bagaimana menu-menu baru disajikan, kita resapi makna memasak step by step untuk meraih sebuah kenikmatan masakan.

Belajar

Jadi apapun pekerjaan kita belajar tidak boleh berhenti, kan?! Belajar masak, ada banyak mamak hits yang bisa bikin buku cuma dari masakan dia share di Instagramnya. (referensiku banget 😁).

Belajar tentang agama, tentu saja. Ibu adalah madrasah pertama untuk anak-anaknya. Selagi masih kecil dan kita sedang selo gitu, menghempaskan gadget dari tangan kita adalah hal penting. Mereka butuh kita untuk menemaninya bermain, sambil belajar. Bonding ibu dan anak pun yakni deh pasti akan makin kuat.

Belajar tentang ilmu baru atau kangen belajar tentang ilmu yang dipelajari saat kuliah, ada futurelearn.com atau coursera untuk kursus gratis. Bayarnya jika mau dapat sertifikat aja lho.

Belajar apalagi ya? Hemm, parenting, pendidikan anak, dan belajar untuk selalu dapat menaklukkan hati suami juga perlu dilakukan kan?! Haha. Belajar apapunlah yang bisa bermanfaat.

Journaling

Ini hobi baru yang kutemukan sekitar  9 bulan yang lalu. Kalo curhat di diary sih udah sejak bangku MI, tapi ternyata ini lebih menyenangkan. Gegaranya sih lagi hobi handlettering gitu, eh gara-gara autoplayed youtube-nya malah nunjukkin video bullet journal. Ya sudah sih fokus ke bullet journal aja kali ya, sadar diri sih handlettering-ku ga bagus-bagus banget. 😄

Eh tapi apa sih pentingnya journal? Kita kan cuma di rumah aja?!!!

Jangan salah jeng, justru karena kita kayak ga punya kerjaan makanya kita harus mempekerjakan otot dan otak kita agar lebih terkendali. Membuat to do list apa saja yang akan dilakukan seharian, mengatur list belanjaan agar belanja ga banyak buntut dan printilannya, membuat catatan keuangan manual, tracking mood kita agar terkendali, menulis tumbuh kembangnya anak atau suami (?), dan tempat curhat bahkan bisa banget. Jadi setelah ditulis gitu, biasanya diri akan terasa lebih mengevaluasi diri agar kualitas diri lebih baik lagi.#ehm. Sadar sih, karena wanita biasanya lebih mengedepankan perasaannya, yang kadang menempatkannya di tempat yang salah (apalagi kalo sedang peemes). So, kurasa coret-coret kayak gini ini penting banget.

Berbenah rumah

Suasana yang menyenangkan di rumah pasti bakalan membuat siapa saja nyaman. Meski orangnya ga rapih-rapih banget, tapi kusadar kok kebersihan sebagian dari iman, dan kerapihan adalah hal yang indah untuk dipandang. Maka, kadang bosan suasana begini ya ganti begitu. Meski sederhana, tapi hal begini ini harus didukung oleh segenap anggota keluarga lho. Kan repot juga kita pindah-pindah sendiri semuanya, selain itu sih pembenahan rumah juga kan perlu ada konsensus anggota keluarga.

Self care

Aku ga berani nih nulis me time. Wkwk. Pernah terjadi perdebatan sengit ngomongin me time ini, dia bilang kita itu kudu professional dalam pekerjaan kita masing-masing. Yaa intinya begitulah..

Lalu apa saja self care yang bisa dilakukan? Hemm, self care lebih dimaksudkan pada kepedulian diri sendiri untuk kemasalahatan keluarga. #eh. Peduli pada diri sendiri itu yang utama, karena sebagai istri dan/atau Ibu kita perlu mengendalikan keadaan rumah.

Jadi apa saja self care tersebut:

    • Merawat diri : bersolek boleh, tapi lebih penting adalah merawat diri. Konon bersolek hanya akan menimbun kotoran di kulit kita, maka skin care lebih utama sih. Kalaupun sudah make up jangan lupa dibersihin ya.
    • Makan yang bergizi sehat dan halal donk.
    • Perbanyak minum putih, udah murah, sehat pula kan.
    • Refreshing, liat rumput tetangga misalnya #eh, atau berkebun bisa tuh.
    • Olahraga, bisa workout sambil nyapu, nyuci manual atau bahkan tiduran di kasur juga bisa lho.
    • Beribadah, tentu saja rohani kita perlu di-charge juga donk agar tetap waras. Bahkan konon doa seorang istri dan/ibu itu adalah kekuatan untuk rumah tangga yang lebih baik. Kan katanya dibalik suami yang hebat ada istri yang hebat pula. 😁#amiin
  • Jalan jalan, hemm.. Boleh bangetlah.

Nongkrong

Haha, siapa bilang abis nikah ga bisa haha hihi sama temen-temen? Menjalin silaturahmi itu ga boleh terputus, bahkan mungkin beberapa dari para istri juga setuju bahwa sharing antar sesama mereka kadang lebih menguatkan untuk kestabilan rumah tangga masing-masing. Tentu dengan orang-orang yang penuh dengan aura positif yaaa untuk saling support dan sharing tips dan trik tentang kehidupan.

Banyak kan yang bisa dilakukan, bisa coba diaplikasikan lho..

Sambil Nahla bobo ternyata bisa nulis begini ya, lah kemaren-kemaren ngapain aja yaaa 🤣😁

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *