Nomaden life,  Sekumpul Life

Hidup Nomaden Lagi

Hi, tahun baru ini memang menjadi tahun yang cukup mendebarkan untuk dijalani. Kami akan berpindah tempat tinggal lagi. Tempat yang lebih jauh lagi, berada di luar pulau jawa. Ialah Kalimantan Selatan, tepatnya di daerah Sekumpul, Martapura.

Setelah Groningen, Pare – Jombang dan sekarang Martapura, Kalimantan Selatan. Hidup terus berpindah memaksa kita untuk mudah beradaptasi dengan cepat. Kita akan bertemu dengan budaya dan bahasa yang berbeda. Terkadang di satu sisi excited sekali, namun terkadang itu melelahkan juga ternyata. *curcol

Well, kami sampai di Martapura Sabtu pagi kemarin. Kami pun langsung ke kontrakan yang terletak di daerah Perumahan. Perumahan yang selalu identik dengan 2 hal, sepi dan individual. Ternyata benar juga sih nyatanya.

Kami disambut dengan cuaca yang sangat panas, 32 derajat celcius. Bahkan, tembok yang langsung berhadapan dengan matahari saja terasa panas sampai ke dalam rumah. Untungnya ada satu kipas angin peninggalan penghuni terdahulu yang nemplok di atas langit-langit kamar. Lumayan bikin adem.

Kondisi panas ini sudah mendingan sebenarnya dibandingkan dengan panasnya kabut asap dari pembakaran lahan 3 bulan yang lalu. Meski demikian, memang keadaan di sini selalu panas setiap harinya. Untungnya sekarang sedang musim hujan.

Memilih Martapura

Martapura berada di Ujung Selatan Kalimantan. Di sini daerahnya termasuk kota ya. Pusat kotanya juga lumayan dekat, sekitar 5 menit sudah sampai. Martapura merupakan Ibukota Kabupaten Banjar. Di sini sangat terkenal dengan pengolahan dan penjualan intan permata lho.

Sementara itu, kami tinggal di Sekumpul. Sekumpul adalah salah satu kelurahan di Martapura. Kami memilih tempat di Sekumpul karena tempat penelitian suami berada di Sekumpul. Risetnya tentang ziarah jadi memang nggak jauh-jauh dari makam Wali. Tentu, lebih dekat ke tempat penelitian akan lebih memudahkan secara jarak, semoga dimudahkan juga ya secara prosesnya.

Nah, disini ada seorang Wali yang tersohor akan kealiman dan keshalehannya. ialah Abah Guru Ahmad Zaini atau lebih dikenal dengan Guru Sekumpul. Pengaruh beliau ini sangat melekat pada tatanan kehidupan masyarakat Sekumpul khususnya, dan Kalimantan Selatan umumnya.

Di sini lingkungannya sangat religius. Ada banyak agenda keagamaan dari ajaran-ajaran Guru Sekumpul yang dijadikan budaya oleh masyarakat sini. Entah itu sholawatan, marhabanan, rathib Haddad-an, Burdah-an, Sedekah, dan lain – lain.

Lingkungan sekitar Sekumpul sangat ramai tentu saja. Ini seperti hampir di setiap tempat ziarah begitu ya. Ada banyak pedagang souvenir, baju, oleh-oleh khasnya, kaos atau barang yang menggambar kan ciri khas tempat wisata ya. Uniknya di sini tidak ada kaos bergambar Guru Sekumpul, hanya ada tulisan saja. Kalau pun ada, itu bukan ditaruh di kaos, tapi di poster.

Sekilas jika berkunjung ke setiap rumah atau setiap toko di sini pasti akan melihat posternya Guru Sekumpul. Tidak salah lagi, ternyata memang ada karomahnya. Orang-orang sini percaya bahwa melalui gambar beliau bisa mendatangkan rejeki dan keberkahan dalam rejeki dan keseharian penghuninya. Setidaknya, dengan melihat gambar beliau akan teringat ajaran-ajaran yang diajarkan beliau. Ajaran untuk mengingat Tuhan dan berbuat kebaikan pada sesama.

Segitu dulu sepertinya yaa, gambaran tentang Martapura nih. Nanti kita bahas di postingan selanjutnya. Doi-doi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *