• Journey,  Random Thought

    “Puasa medsos”

    Sekitar 2 tahun yang lalu aku mencoba untuk melakukan hal ini, “puasa medsos”. Menghapus segala media sosial : facebook, instagram, dan twitter. Memang kenapa harus dihapus sih? Alasan utama, karena memang memori hp sudah tidak mencukupi, maklum hape jadul. Alasan kedua, media sosial menjadi candu, terlalu mendistraksi otak kita, mendistraksi kegiatan primer kita, dan membuat kita terbuai dalam linimasa yang sebenarnya gitu-gitu aja. Alasan ketiga, media sosial membuat fikiran kita keruh. Suatu hal yang viral kemudian diperdebatkan, share-share sana-sini yang entah sudah dikroscek atau belum sebelumnya. Segalanya dikomentari, dan bukan komentar baik yang muncul. Ah hayati lelah, Bang. Awalnya agak-agak hampa gimanaaa gitu, sangat terasa ada yang hilang. Nggak tahu…

  • Ngaji,  Ngobrol

    QOLBUN SALIIM

    G : Kenapa kita masih suka aja meski tanpa sadar berprasangka terhadap orang ya. Ay : karena hati kita belum menjadi sepenuhnya “qolbuun saliim: G : Hah? gitu yaa Ay : iyalah, emange mamah udah merasa qolbun saliim gt: G: Hiii (sambil nyengir terus bangun jalan ke dapur)

  • Journey,  Random Thought

    Ibu Rumah Tangga ngapain aja sih?

    Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi sesamanya- HR. Bukhari dan Muslim Menggelitik sih ini judulnya, seperti antara sebuah pembelaan atau pembuktian diri bahwa ibu rumah tangga itu nggak gitu-gitu amat dipandang orang. (as you know, as an educated person, what do people say about us). Tapi sebenarnya tulisan ini sebagai pengingat aja sih, bahwa kita sebagai apapun setidaknya menjadi bermanfaat. Meskipun hanya untuk diri sendiri, pembuktian terkecil yang sering terabaikan itu adalah : menghargai dan memanfaatkan waktu. Diakui atau tidak, sebagai ibu rumah tangga, kita menganggap bahwa ruang lingkup kita SEMPIT. Pekerjaan rumah tiada hentinya, kerjanya gitu-gitu aja, sensi mendengarkan komentar orang lain tentang hidup kita, dan kemudian BOSAN. Oke, first, let’s…

  • Random Thought

    Sense of Cooking

    Memasak itu perlu rasa, bahagia dan syukur adalah sebaik-baiknya rasa yang menjadikan rasa masakan menjadi lezat. Belakangan saya sedang hobi dengan menge-share foto-foto memasak. Ternyata agak susah memberikan tampilan menarik dari jepretan sebuah masakan. tentunya perlu didukung oleh kamera yang canggih ya. Ehem kode.. haha. Eh, tapi sebenarnya hobi ini cuma sebagai aspresiasi diri atas masakan sendiri sih. Karena nyatanya proses-proses untuk menghasilkan sebuah masakan itu merupakan rentetan panjang yang penuh ilmu lho. Memasak itu merupakan seni mengasah hidup. Ada banyak hal yang saya dapati dari memasak, Meski baru mulai saya geluti dengan terpaksa karena adanya jadwal memasak yang diberikan oleh asrama. Tapi ternyata tugasnya tidak hanya memasak. Tugas kita adalah…

  • Journey,  Random Thought

    What is your morning routin?

    Pagi adalah tentang memulai, menata dan menghargai hidup dan kehidupan Ada banyak pilihan saat kita memulai hari. Bermalas-malasan dengan kasur, bergegas bangun dan melakukan aktifitas, atau membuka mata namun diri tetap masih berada di atas kasur. Memulai apa-apa pada masing-masing kita memanglah tak perlu sama. Tapi menjalani pagi dengan seabreg to-do list /hal yang sudah dipersiapkan akan lebih membuat kita mensyukuri hari, bukankah begitu? gambar diambil dari sini Masih terngiang dalam ingatan saat masa kecil dulu, aku masih berusia 10 tahun-an. Saat ada mbak-mbak yang mondok, ada satu orang yang cukup dekat denganku dan keluarga. rutinitas yang kulihat setiap ku terbangun dari tidur adalah melihat mbak sudah berkutat di dekat sumur sembari…

  • Random Thought,  Story

    Katanya Rindu

    Katanya sih memang selalu ada rindu dalam jarak. Dari sekian jarak yang memisahkan terlalu banyak mengumbar rindu yang tak berkesudahan. Tapi bukankah kita selalu butuh jarak untuk merasakan rindu yang sangat menggebu dan mengasah rasa yang timbul tenggelam? kebanyakan sih iya. tapi seharusnya tidak. Lalu perlu diapakan rindu ini? diabaikan? atau didiamkan begitu saja?Sulit memang untuk menempatkannya. Katanya sih lewat doa yang paling bisa menampungnya. Tapi, jika rindu ini semakin sering bertandang, semoga bukan sekedar karena jarak dia datang. Bukan karena lama tak bersua ia ada. Sejatinya, rindu itu terlalu sempit jika sekedar karena jarak. Namun seharusnya rindu itu menjadi candu, agar rindu ini selalu ada meski tak ada jarak.…

  • Random Thought,  Story

    Senja di Candi Ratu Boko

    Seharian ini kita habiskan waktu bersama. Sembari menunggu senja terbenam, meskipun akhirnya hanya melihat sepenggal dari matahari yang mulai menghilang. Senja kali ini lebih bersejarah dengan suasana rindu dan alam yang menawarkan cerita masa lalu. Menelusuri jejak-jejak bersejarah itu menyimpan tanya tentang bagaimana dahulunya, Bukan? Kita selalu terpatri pada sebuah alasan dari suatu peristiwa, itu sedikit alasan yang membuat kita ingin belajar tentang sejarah. Ya, setidaknya mengunjungi tempat-tempat bersejarah menjadi wadah kecil untuk menambah keimuan kita. Karena kita pun kelak akan menjadi sejarah  untuk anak-cucu kita nanti. Entah kenapa tempat kita melepas rindu itu kebanyakan merupakan tempat-tempat bersejarah. Ya setidaknya, mungkin kita kelak bisa belajar dan mengambil hikmah dari sejarah…

  • Journey,  Random Thought,  Story

    Meniti Jalan

    Baiklah, sudah saatnya segala cita dan harapan yang berserakan itu kini mulai dirapihkan satu-persatu. Karena saat ini sudah menjadi bagian dari ‘langkah masa depan’  yang harus diseriusi. Jika dulu, saat aku masih menginjakkan kaki di bangku kuliah -entah karena fikiran masih polos atau memang nyatanya memang bodoh- fikirku, dengan aku yang masih berada di semester awal kuliah melihat orang berpidato dengan nikmatnya, orang berdebat dengan hebatnya, orang menulis dengan bagusnya, dan kelebihan-kelebihan yang aku lihat saat mereka memang secara umur lebih tua, mungkin memang sewajarnya memiliki kemampuan demikian, fikirku. Khayalku, kelak saat aku sudah menginjakkan usia seperti mereka, mungkin aku bisa menjadi seperti yang mereka lakukan. Tapi ternyata realitas tak…

  • Random Thought,  Story

    Tentang “Nanti”

    Kemaren-kemaren sepertinya masih berada dalam jalur aman, sehingga sering berucap tentang “nanti” seakan-akan “nanti” itu masih jauh sekian jarak dan waktu dari kehidupan kita. Aku fikir nanti adalah saat dimana kita sudah dianggap benar-benar “dewasa” dengan segala kedudukan kita. Aku fikir nanti itu saat aku sudah meraih apa yang diimpikan atau setidak-tidaknya sudah menjadi “orang” atau bahkan sudah menjadi “sesosok” yang cukup berarti meski hanya untuk sendiri. Tapi, hidup tak selambat itu untuk dijalani. Karena pada kenyataannya, nanti itu bisa jadi dua-tiga menit kedepan. Bukankah nanti itu berarti setelah saat ini. Nanti itu adalah waktu dan jarak yang telah berubah dari kedudukan sebelumnya, untuk lebih banyak hitungan detik yang telah…

error: Content is protected !!