CATAT-MENCATAT BAGI PEREMPUAN

Track the past, order the present, and design the future – Ryder Carrol

Sewaktu kecil, hobiku ialah membeli buku yang berwarna-warni di warung milik Uwa Ono. Paling tertarik kalo nemu buku yang kayak diary dan ada kuncinya, supaya curhatan-curhatan rahasiaku nggak ketahuan sama orang lain donk. Setelah bukunya penuh dan bahkan malu jika dibaca lagi isinya, akhirnya aku bakar atau aku buang. Hehe.

Kegiatan mencatat ini nggak pernah berhenti sampai aku kuliah juga, apalagi beli buku yang unyu-unyu itu, meski nggak terisi penuh sih. Hehe. Semakin kesini, gegara nonton youtube tentang handlettering, yang sayangnya aku tidak begitu menguasainya, tapi dibalik itu ada hikmahnya juga. Aku jadi sering mendengarkan orang ngomong bahasa inggris (youtuber luar negeri semua soalnya) dan aku jadi tahu bagaimana cara-cara menarik untuk mengisi buku-buku catatanku dengan bullet journal. Aku jadi semakin yakin bahwa mencatat setiap hal itu menjadikan hidup kita lebih tersusun dengan rapi dan teratur dengan membuat ‘jurnal kehidupan’.

Sebagai perempuan, Seringkali otaknya suka kepikiran kemana-mana jika hal yang dipikirkannya belum tersampaikan, dan kemudian gelisah. Sering pula melakukan pekerjaan secara multitasking, namun hasilnya kurang sempurna, kemudian kesal. Sering juga ujung-ujungnya menyerah dan malah meninggalkan semua pekerjaan tersebut. Ya, sebagai perempuan aku merasa perlu lebih mengatur kemampuan menata urusan urusan pembagian waktu, pekerjaan, dan hal lainnya. Mencatat bagiku menjadi penyeimbang ketika urusan hati berhadapan dengan urusan logika. πŸ˜€

Hal-hal yang perlu dicatat bagi perempuan

Sedikit banyaknya hal-hal yang perlu dicatat bergantung pada kegiatan masing-masing. Kita yang sibuk dengan pekerjaan, atau bahkan kita yang sangat selow karena merasa tidak memiliki pekerjaan, keduanya bukan menjadi alasan untuk tidak mencatat. Hal yang aku dapatkan dari tutorial di youtube tentang journaling ialah kita membuat kebiasaan dari hal-hal sederhana dan melacak rutinitas sederhana tersebut, makanya disebut dengan habit tracker.

Lalu apa saja yang perlu dicatat? ada banyak banget, dan sebenarnya semua itu tergantung dari kebiasaan apa yang sedang ingin dilacak aja. Berikut beberapa contoh habit tracker dan catatan yang dirasa penting untuk dilakukan, antara lain:

Gaya hidup, penting atau tidak, namun belakangan banyak juga yang sedang tertarik untuk melakukan gaya hidup sehat. Contohnya dengan mengurangi junk food, makanan berkolesterol tinggi, mengurangi makan mie, minum yang banyak, dan lain sebagainya. Ada juga gaya hidup Minimalist dengan mengurangi belanja sana-sini, dan jenis gaya hidup yg baik lainnya. Memulai merubah mulai dari hal terkecil, mulai dari sekarang.

Ibadah, sebagai seorang muslim melaksanakan sholat itu memang sudah wajib, tapi tentu ada banyak hal-hal sunnah yang dapat dilakukan. Jadi ingat saat MI dulu, suka dikasih buku ramadhan gitu untuk melacak kegiatan ibadah romadhan kita, tapi ya nggak diisi asal conteng aja kan, harus dikerjakkan juga donk. Nah sekarang biki hal yg semacam gitu tapi buat daily activity kita, Semisal membaca Qur’an sehari sekian juz, mengamalkan dzikir seusai sholat, bersedekah, melaksanakan sholat sunnah atau puasa sunnah lainnya. Jadi setidaknya ada amalan-amalan sunnah yang dapat kita istiqomahkan, nggak cuma saat romadhon doank. Waw! Oh iya, bagi perempuan haid juga perlu dicatat nih, agar kita tahu apakah kita memiliki hutang sholat atau tidak, agar kita tahu juga berapa jumlah hutang puasa romadhon yang terlewat karena haid tersebut.

List belanja, mencatat hal yang satu ini tentu wajib banget, biar belanjaan kita nggak terlalu banyak buntutnya. Lebih terkendalikan mana yang dibutuhkan dan mana yang diinginkan.

Selfcare/mind, peduli terhadap diri sendiri memang perlu. Memberikan me time ditengah kesibukan mengurus rumah, nongkrong dengan teman-teman, olahraga, membaca, dan segala kegiatan yang menjadikan kita kembali ‘normal’.

Urusan rumah, agar ingat kapan harus mencuci (liat cucian numpuk juga udah ingat sih), membuat menu masakan yang variatif, dan membuat jadwal membersihkan kulkas agar tertata rapih. Hal-hal printilan yang terlihat tidak penting untuk dicatat ini mungkin di kemudian hari akan menjadi penting sebagai pengingat dikala kesibukan melanda.

Catatan keuangan, agar tidak muncul prahara rumah tangga dalam bidang ekonomi maka hal ini sangat perlu dilakukan, Hahaha. Bagi perempuan hal ini penting untuk mempertimbangkan saat bingung mendahulukan apa yang diinginkan dan apa yang dibutuhkan. Pengalaman juga nih, ketika tekun mencatat, eh tetiba pengeluaran banyak dan ternyata kok pemasukannya juga ada yang tak terduga, wayarzuqhu min haitsu laa yahtasib. Semoga menjadikan kita semakin tambah bersyukur gitu.

Brain dump, ini penting sih menurutku, haha. daripada curhat di medsos lebih baik kita merunut permasalahan kita, dan kita coba memecahkannya sendiri. Atau kita membuat coretan atas segala unek-unek kita tentang suatu hal. Ada yang udah pernah nyoba ‘nyampah’ seperti ini belum?

wp-15410565170463397704469709154596.jpg

habit tracker
jika kita sudah melakukan hal yg ingin dijadikan habit, bisa diconteng ya.

Media untuk mencatat

Hal yang diperlukan untuk mencatat tentu tidak muluk-muluk, cukup buku, pulpen dan penggaris. Jika ingin membuat dekorasi yang menarik seperti bullet journal punyanya Amanda RachLee tentu nggak salah juga, tapi kan yang penting itu isinya, bukan hiasan-hiasannya. Ada juga panduannya di website bulletjournal.com ya. Mau nyoba?

img_20181029_1605264350271875360439332.jpg
koleksi buku dan pulpenku. Hijau untuk coret-coret, Ungu untuk belajar, dan hitam untuk bullet journal.

NB: Jika nggak mau menggunakan kertas, bisa kok dicoba download aplikasi di smartphone. Ada banyak pilihanΒ  desain untuk journal, habit tracker, dan manajemen keuangan. Happy November πŸ™‚

11 thoughts on “CATAT-MENCATAT BAGI PEREMPUAN

  1. Pernah nggak si mba buku diary nya diambil orang karna penasaran banget sama isinya trus dicolong dan males lagi buat nulis?
    Trus alhasil jadi males nulis lagi dan mikir untuk menyimpan rapat2 curahan hatinya bahkan jadi bener2 menutup diri nggak curhat sama siapa2?

  2. Kayaknya nggak pernah sih ada yg nyolong2 gt. Kamu pernah ngerasain digituin ya bi? Pukpuk. Media pas kuliah beberapa ada yg kutulis di tumblr terus tulisannya aku private dan emang blogku dulu ga kusebar2 jg sih. Sengaja kusimpen sendiri. Rahasia pokoknya. Haha. Kamu bisa jg donlot app jurnal gt terus dikunci deh..

  3. Tulisannya sangat menginspirasi, terkadang mencatat memang cuma hal sepele tapi jika itu di lakukan banyak juga manfaatnya. Buat penulis saya tunggu tulisan menginspirasi lainnya

  4. Duluuuu zaman sekolah sampe kuliah aku termasuk rajin bikin journal gini. Plus diary pula. Tp sejak tahu ttg blog dan ada HP pula, udh ga prnh lg pake journal. Pengganti diary aku tulia di blog, dan pengganti things to do aku tulis di kalender hp πŸ˜€

  5. Duluuuu zaman sekolah sampe kuliah aku termasuk rajin bikin journal gini. Plus diary pula. Tp sejak tahu ttg blog dan ada HP pula, udh ga prnh lg pake journal. Pengganti diary aku tulia di blog, dan pengganti things to do aku tulis di kalender hp πŸ˜€

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *