Ghina Hai, saya Ghina. Perempuan pecinta pagi, pendengar setia radio dan podcast, menulis tentang kehidupan perempuan dan hal terkait dengannya.

Quran Journal dan Pengalaman Menggunakannya

2 min read

apa itu quran journal?

Mencatat ayat-ayat Alquran di sebuah buku khusus pernah saya  lakukan saat kuliah dulu. Ternyata hal yang saya lakukan ini beberapa orang menyebutnya Quran Journal. Selain punya banyak manfaat, dalam perjalanan saya menerapkan, ada banyak sekali hal-hal yang perlu diperhatikan. 

Baca juga : Membaca Quran dengan Quran Android

Terutama banget, karena ini bukan sekadar catatan tulisan biasa, ini adalah ayat Alquran.

Mengenal Quran Journal

Journaling semakin masyhur digunakan oleh banyak orang. Ada yang untuk terapi, healing, tempat curhat, atau untuk membuat manajemen waktunya lebih terarah. Oleh karena itu, sekarang ini ada banyak sekali jenis journaling. Ada gratitude journal, doodle journal, ideas journal, bullet journal, dan masih banyak macamnya. 

Mengisi Quran Journal dengan ayat Alquran yang berkesan

Journaling pada akhirnya memang sangat  personal. Tidak ada juga standar khusus yang mensyaratkan kita dengan berbagai aturan saat kita ingin mengisi kertas kosong di sebuah buku.

Mencatat beberapa kutipan ayat Alquran juga banyak dilakukan oleh umat muslim. Lalu kemudian muncullah yang namanya Quran Journal.

Tidak ada definisi dan cara khusus juga mengenai Quran Journal ini. Namun dari yang saya lihat, Quran Journal adalah kutipan ayat-ayat Alquran yang berbekas dalam kehidupan kita, kita mencatatkan ulang dalam sebuah buku.

Wah, menarik ya. Kamu tertarik untuk membuat juga nih?

Bagaimana cara mengisi Quran Journal?

Lagi-lagi, sepanjang pengetahuan saya, tidak ada ketentuan spesifik mengenai pengisiannya. Suka suka kamu aja.

Kalau teman-teman penasaran bagaimana bentuknya, ada banyak kok contohnya bertebaran di internet. Nah, tapi kalau masih bingung, saya coba kasih beberapa ide untuk mengisi Quran Journal kamu nih. 

Contoh cara mengisi Quran Journal

Jadi teman-teman bisa mengisi Quran Journal dengan :

  • Mencatatkan ayat Alquran yang berkesan yang kamu dapati. Misal dari kajian. Kamu bisa catat ayatnya, maknanya, serta mungkin kejadian yang berhubungan dengan ayat tersebut.
  • Mencatat ayat Alquran beserta cerita dibaliknya. Jadi bisa sebagai reminder juga buat kita terhadap momen tersebut.
  • Mencatat ayat Alquran dan beserta hadits-hadits yang berhubungan dengan ayat tersebut yang kamu dapati dari rasa penasaranmu terhadap suatu ayat.
  • Menuliskan ayat Alquran yang relate dengan permasalahan yang kamu hadapi, yang kamu merasa sudah menemukan jawabannya dari ayat tersebut. 
  • Mencatat ayat yang sedang kamu hafalkan di. Saya mendapati metode ini dari Ning Nadia Abdurrahman. Teman-teman bisa berkunjung ke instagramnya untuk mengetahui lebih lanjut tentang Metode Lauh ini ya.

Sementara untuk mengisi Quran Journal, kapanpun bisa kamu lakukan. Misal setelah mengaji lalu mengkaji dan dapat yang mengena di hati, kamu bisa catat langsung. Saat ada ayat yang lupa terus, mencatat adalah cara jitu untuk menguatkan ingatan. Kapan pun ya. Habis itu jangan lupa juga untuk dibaca lagi sebagai reminder kita.

Perjalanan saya Menggunakan Quran Journal

Dulu banget saya ternyata pernah membuat Quran Journal. Apalagi saat kuliah, mondoknya di pondok Quran, jadi rasanya pengen aja gitu mencatat kutipan ayat Alquran yang mengena dan berkesan buat saya.

Buku catatan tersebut pun saya selalu bawa-bawa kemana pun saya pergi. Niatnya sih supaya saya sering baca lagi, atau mungkin akan ada tambahan ayat yang akan saya tuang di Quran Journal tersebut.

Baca juga : Ramadan, Waktu, dan Alquran

Saya cukup senang menggunakan Quran Journal ini. Selain merasa selalu diingatkan dengan ayat-ayatNya, journal ini juga melatih tulisan arab saya. Kadang saya pun jadi iseng belajar khat atau tulisan kaligrafi. As we know, buku diary memang biasanya ingin kita hias secantik mungkin, kan. Hehe

Namun dalam perjalanannya justru saya merasakan kekhawatiran. 

Ini yang saya catat dalam buku tersebut adalah ayat suci Alquran, lho. Harus benar-benar kita jaga. Ya naruhnya, ya menyimpan  dan merawatnya. Sedihnya, buku tersebut entah gimana ceritanya malah hilang. 

Sedih sekali. Semoga buku tersebut masih terawat di mana pun ia berada ya. Hiks.

Semenjak itu, saya pun menyudahi perjalanan saya dengan Quran Journal. Cukup berat rasanya untuk menjaga buku tersebut.  

Penutup

Apakah teman-teman tertarik untuk membuat Quran Journal? Pesan saya, kalau jadi buat, benar-benar dijaga ya bukunya. Karena isinya bukan sekadar tulisan, tapi ayat-ayat Tuhan.

Ghina Hai, saya Ghina. Perempuan pecinta pagi, pendengar setia radio dan podcast, menulis tentang kehidupan perempuan dan hal terkait dengannya.

One Reply to “Quran Journal dan Pengalaman Menggunakannya”

  1. pernah nyatat juga,terus bukunya malah dicoret2 anak, skrg lebih enak nandain di qurannya langsung pakai stiker khusus, pas selesai bacai bs buka2 lagi,kebetulan ada dikasih teman alquran plus tajwid dan terjemah, dan lengkap ada riwayat hadis pendukungnya jg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Captcha loading...

error: Content is protected !!