Ghina Hai, saya Ghina. Perempuan pecinta pagi, pendengar setia radio dan podcast, menulis tentang kehidupan perempuan dan hal terkait dengannya.

Guilty Feeling vs Guilty Pleasure

3 min read

guilty feeling vs guilty pleasure

Ketika ke luar rumah yang niatnya hanya sekadar jalan-jalan semata, lalu kita tergoda dengan siomay si mamang, tanpa pikir panjang kita langsung membelinya. Kejadian seperti ini seperti terlihat biasa saja, malah justru kita ngelarisi penjual dan kita senang juga kok (guilty pelasure). Eh, tapi, pernah terselip perasaan bersalah (guilty feeling) nggak saat melakukannya?

guilty pleasure harus dilawan dengan guilty feeling

Hai, everyone. Apakabar?


Ilustrasi di atas benar-benar terjadi dan aku lakukan pagi kemarin. Dengan hanya niatan sekadar jalan kaki untuk membakar kalori dan meregangkan anggota badan. Namun diakhir perjalanan, aku tergoda oleh abang bubur ayam yang ada di dekat kantor KR. Meski sebelum keluar rumah, aku bertekad untuk tidak membeli apapun sehingga tidak membawa tempat bekal, tapi di akhir perjalanan aku membelinya.

Aku membeli bubur tersebut dan menikmatinya setiap sendok bubur yang masuk ke dalam tenggorokanku yang jelas kelaparan setelah sejam mengelilingi jalan mangkubumi. Sesungguhnya, dalam benakku terselip rasa bersalah karena aku sedang melakukan gerakan mengurangi sampah plastik.

Aah, aku merasa melakukan kesalahan, tapi aku menikmati melakukan kesalahan tersebut.

Merasa bersalah seharusnya muncul ketika kita melanggar apa yang memang dilarang ataupun apa yang sengaja kita batasi sendiri. Namun, atas nama manusia yang punya sifat khilaf dan nafsu kita bawa-bawa waktu melanggar ketentuan atau prinsip tersebut.

Well, ternyata memang ada istilahnya, yaitu guilty pleasure. Guilty Pleasure berarti suatu perilaku yang menimbulkan perasaan beralah, namun ada perasaan menyenangkan juga saat melakukannya.

Terdengar klise atau memang biasa terjadi nggak sih begini ini? Sering juga kita melihat status teman yang katanya sedang melakukan diet, tapi kemudian pas nemu makanan enak, lalu nulis caption ‘diet besok aja’.

Bikin niat sendiri, ngerusak niatnya ya diri sendiri.

Baca juga : Sebuah Tirakat Melakukan Hal yang Dibenci

Aku yakin sih kita biasa melakukannya. Makanya, Rhoma Irama juga nyindir lewat lirik lagunya ‘ kenapa semua yang enak-enak itu yang dilarang?’. Eh, tapi nggak semua maksudnya dilarang, bisa jadi karena ada beberapa prinsip atau pilihan hidup yang sebenarnya oke-oke aja untuk dilakukan, tapi buat kita itu tidak boleh.

Kehendak, Nalar, dan Nurani

Tiga hal ini yang aku pelajari di minggu kemarin, kehendak, nalar, dan nurani. Ketiga hal tersebut saling terkait dan menimbulkan efek yang berbeda.

Ketika seseorang memiliki keinginan (kehendak) yang kuat tanpa diiringi oleh nalar dan nurani, kita akan menjadi orang yang ambisius nekat. Ketika kita bekerja dengan naluri yang terlatih saja, kita akan menjadi orang yang cerdas tapi oportunis. Ketika kita bekerja dengan nurani saja, kita baik tapi mudah ditipu sana-sini.

Tentu saja yang baik adalah meletakkan ketiga secara bersamaan. Meski dalam praktiknya, kehendak biasanya lebih kuat dari peletakan nalar dan nurani. Makanya kemudian muncullah guilty pleasure (bersalah yang enak).

Hal-hal yang Membuat kita Guilty Feeling tapi Guilty Pleasure


1. Gaya hidup

Gaya hidup seperti minimalis dan minim sampah yang sedang ngetrend saat ini memang berat tantangannya. Entah karena godaan teman, racun dari media social, ataupun keinginan yang tiba-tiba muncul menjadi konsistensi tersebut seringkali goyah sendiri.

Baca juga : Hidup Minimalis di Belanda

2. Prinsip

Ada beberapa prinsip yang biasanya dianut oleh masing-masing kita. Seperti misalnya nih aku punya teman yang sedang melakukan prinsip untuk menjalani pola makan vegan. Benar-benar tidak makan daging dan olahan daging ataupun susu sama sekali.

3. Pantangan/Alergi

Yang memahami diri kita ya kita sendiri, jadi yang mampu mengendalikan apa saja asupan dan yang lainnya ya kita sendiri yang menghalaunya. Termasuk pantangan ini.

Pantangan memang berat banget menjaganya. Ketika temanku yang punya alergi sama telur, karena nanti kulit dia akan gatal-gatal tapi kadang dia tergoda untuk ikut makan telur juga karena terlihat enak, dia akhirnya harus siap dengan resiko gatal-gatal tersebut

4. Hanya sekadar ingin

Membedakan kebutuhan dan keinginan ini sebenarnya memang beda banget ya. Tapi karena gempuran media social, kadang keinginan itu terus menghantui dan membuat kita kepikiran untuk segera memiliki apa yang kita inginkan.

Sebenarnya agak beda keinginan sama kebutuhan. Entah kenapa kebutuhan tidak begitu membuat kita kepikiran dan mencoba untuk menelisik lebih dalam. Bahkan seringnya terlewatkan begitu saja. Padahal jelas itu yang lebih dibutuhkan daripada barang yang kita beli karena keinginan belaka misalnya.

5. Tidak sesuai dengan kondisi yang ada

Ingin es tiba-tiba padahal kondisi badan sedang masuk angin, atau pengen beli banyak jajanan padahal kondisi dompet cukupnya buat beli kebutuhan sehari-hari jelas tidak sesuai dengan kondisi yang ada ya.

Manfaat Menikmati Guilty Feeling

benefits of guilty feeling

1. Niat Kuat

Baiknya memang sebelum meyakini suatu hal, entah itu gaya hidup atau prinsip tertentu, niatnya harus ditata dengan baik ya. Ini akan lebih konsisten jika disertai dengan alasan yang kuat biasanya.

Semisal, belanja dengan mengurangi sampah plastik, alasannya karena tidak baik untuk bumi. Atau merasa bersalah saat tidak menggunakan masker, karena bisa jadi kita menularkan virus pada orang lain.

Tentu saja akan ada banyak tantangan dan haling rintang yang menempa, maka ingatlah niat di awal saat sudah goyah dan capailah kebahagiaan saat niat kita terrealisasikan.

2. Terbiasa

Sekali berhasil tapi selanjutnya bolong-bolong dan banyak itu berarti belum terbiasa. Memang perlu merangkak untuk membangun kebiasaan. Namun apa yang kita tuai dari kebiasaan baik yang sudah melekat akan memberikan kebaikan sendiri pada diri kita.

3. Tegas

Compete with yourself is the hardest one. Kadang aku merasa gini sih, karena kita yang bikin aturan sendiri kadang dengan entengnya ya kita langgar sendiri, toh tidak ada tahu jika sedang melakukan suatu prinsip tertentu.

Tegas pada diri sendiri padahal menguji mental kita biar tidak mudah goyah dan konsisten dengan prinsip hidup yang kita buat.

4. Tahan Banting

Diskon sampai 75% atau godaan makan mie cabe 20 plus ayam geprek dengan bumbu micin yang enak itu sungguh menggoda, tapi ketika kita sudah kuat dengan prinsip minimalis atau gaya hidup sehat misalnya, godaan tersebut hanya angin lalu saja. Kita tahan banting dan kuat (meski perih di awal).

5. Target tercapai

Tentu saja ini adalah hal yang memahagiakan, ketika membiaskan hal baik, selalu ingat niat di awal, konsisten, dan tahan banting, kemudahaan tercapainya target sudah di depan mata.

Ah, memang benar kata pepatah, bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian ya. Btw, kalau kamu kira-kira apa nih prinsip yang lagi kamu pegang tapi kamu langgar dan kamu suka meski ujung-ujugnya nyesel ? yuk cerita di sini.

Ghina Hai, saya Ghina. Perempuan pecinta pagi, pendengar setia radio dan podcast, menulis tentang kehidupan perempuan dan hal terkait dengannya.

58 Replies to “Guilty Feeling vs Guilty Pleasure”

  1. Ini mah sering aku rasain mba. Trutama ttg makanan dan workout rutin yg aku lakuin :D.

    Biasanya yg paling seriiiing aku langgar untuk ga ngelakuin itu workoutnya. Udah makan yg ga sehat, tapi sampe penginapan lupaaaa deh :D. Padahal kalo di rumah aku rutin loh. Biasanya setelah sampai rumah ato selesai liburan, lgs aku hajar 2-3x lipat porsi senamnya. Padahal ga bgs juga begitu. Krn tubuh jd kaget malah.

    Lagi berusaha utk LBH kuat Ama godaan begini.

  2. Wkwkwk tenyata selama ini Aku seriiing banget melakukan guilty pleasure, setelah itu baru merasa guilty feeling. Memang harus siap dengan segala konsekuensinya ya mba, istilah siap berbuat siap terima akibatnya

  3. Masih belajar mengelola ni mana kebutuhan mana keinginan, g cuma makanan sih tp klo dh pegang duit kok mata yang jd ikut laper liat apa2 hhh

  4. Ternyata perasaan bersalah atas sesuatu hal banyak pula yg mengalaminya. Tapi terkadang untuk menuruti apa yg menjadi kesenangan, tiba-tiba rasa bersalah itu hilang seketika.

  5. Pantangan karena alergi itu….paham banget rasanya. Kadang tergodaaaa makan udang dan bermacam2 seafood lainnya. Tapi abis itu ya….tanggung aja risikonya kalo alergi kumat 😀

  6. Huwaa.. Aku merasa tertampar mbak Niin.. Apalagi waktu zaman sekolah dulu, sering kali nih kekgini. Tapi kok ya besok-besoknya dibikin lagi, huhu..

    Syukurnya perasaan ini perlahan hilang setelah menikah, walau kadaaaaang, masih pernah terulang. Tapi kalo sekarang sih lebih ke mikir ke anak ya, jadi masih sangat bisa untuk menahan segala haluan-haluan bercabang itu, wkwk..

    Memang tergantung manusianya sih ya mbak, tahan godaan atau enggak, hihi..

    Nice topik lho ini, aku sukak!

    1. Aku nggak nampar lho yaa mbak ki

      kok aku malah setelah menikah ya muncul bnuk guilty pleasure nih, apalagi kalo lagi ngasuh, keenakan scrolling eh anak ga diperhatikan, keenakan makan malam2 pedes padhl besoknya mesti sakit perut, dulu sblm nikah terlalu sibuk sepertinya,,haha

      makasih mba Ki, aku juga suka sama tulisan ini, tulisan yang bakal jadi reminder kalau aku ngelakuin guilty pleasure lagi. atau yaa setidaknya dikurangi lah yaa, hihi

  7. takdir ga ada yang tahu, mbal gina sudah ditakdirkan buat ketemu tukang bubur tersebut dan jajan di sana. si mamang tukang bubur dapat rezeki nya. solved haha

    1. iya mas, maksudnya tergoda banget tapi nggak pake tempat makan sendiri. padahal lebih sedikit sampah kalo bawa tempat bekal sendiri, malah biasanya suka dibanyain buburnyaa, LOL

      1. oalahh wkwkwk ternyata masalah utamanya buburnya kurang banyak toh..

        kayaknya kalo beli bubur bawa mangkuk gede yah hihi

  8. Guilty pleasure ada lagunya juga lho mba, kaya gini liriknya, kau adalah kesalahan yang terindah hingga buat ku marah tapi juga menikmati. Mungkin guilty pleasure lainnya bisa jadi jg soal rasa?

  9. Kalau aku juga lagi2 soal makanan. seringkali udah janji ngga akan makan malam di atas jam 9. tapi ya lagi2 dilanggar juga. udah ini terakhir deh. gitu mulu sampe lebaran kuda. hikss.
    aku kurang bikin target nih kayaknyaa.

    1. nggak papa mbak kalo sekali doank. 😀 kayaknya aku juga udah lama sih nggak pernah makan di atas jam 7, udah males duluan sih liat makanan tuh, tapi kalau ada yang nawarin cemilan sih tetap hap hap aja, huhu

  10. Baru tahu ada istilah guilty pleasure tapi yah emang itu juga saya alami.

    Salah satunya yang bikin saya merasa bersalah tapi senang melakukannya itu nonton drakor. Yup karena saya pernah bikin komitmen gak mau nonton drakor lagi tapi eh ini malah ketagihan lagi.

  11. Wah sering nih guilty pleasure, apalagi soal makan dan bermalas-malasan. Selalu cari pembenaran biar nggak jadi guilty feeling, padahal itu toxic juga kalau dilakuin terus-menerus. Dasar aku, manusia lemah haha

  12. Setahun ini saya coba untuk menerapkan pola hidup sehat karena BB pasca melahirkan sudah di angka 80an, wow banget kan 😀 Alhamdulillah dg segala usaha BB bisa turun di angka 60an. Tapiii akhir2 ini sering banget ikut makan enak versi suami sama ikan asin, pete, sambel dan goreng tempe.. aduhhhh suka khilaf dan feeling guilty 😀

  13. Hai Ghina, salam kenal.
    Pas baca tulisan kamu tentang godaan siomay dan nikmatnya makan bubur, aku jadi auto pesen gofud bubur ayam dong. Apakah ini termasuk dala guilty pleasure. Ahahaha.
    Kalau aku sih tim enjoy the life, kalau pengen apa ya nikmati. Biasanya kalau begini malah besok-besoknya nggak terlalu craving dan bisa ngerem diri sendiri tanpa terbebani.
    Have a nice pleasure.

  14. hal yang seperti ini nih sering saya rasakan kalau mau memulai diet, jadi dietnya sampai sekarang gak maju-maju. besok lagi ah, hari ini kebablasan makan gorengan, mie dan bakso! hahahaha. betul kata teh ghina, harus kuat di niat dan konsistensi ya. itu pun perjuangannya minta ampyuuunnn. mungkin kita harus ngasih reward sama diri sendiri di penghujung pencapaian. misal nih kalo aku diet aku mau kasih diri sendiri me time seharian di salon, atau beli barang apapun yang di sukai, atau berburu buku di gramed……eh semuanya butuh pendanaan ya, minta sama paksu atau gajih sendiri? wkwkwkwkwk. ya intinya mungkin begitulah kira-kira.

  15. Yuk, Mba Ghina, ikut langganan Yumn! Healthy Eats. Ada Nutrition Coach yang siap menjadi support system Mba Ghina menuju sehat dan life-style sehat.

  16. Bener mbaa saya juga sering begini apalagi kalau soal diskon, beli ini beli itu habis sampe rumah nyesel banget. Alhamdulilah setelah bener bener bikin keyakinan dan nyatet apa yang perlu perlu aja dibeli semuanya jadi bisa di rem

  17. Ini yang aku rasain waktu lagi jalan diet penurunan BB, haha.
    Cheatingnya luar biasa.. tapi seneng juga karena makanan kesukaan. Aduh deh ampun.

  18. Jadi inget sama sebuah perkataan yang bunyinya gini “Mengalah agar tak terkalahkan, merendah agak tidak direndahkan”

    Thanks for sharing mbak Ghina

  19. Ngomongin soal larisin dagangan org…aku pernah pake cara suamiku. Beli ke dagangan yg sekiranya kubeli g akan habis, kubilang by ang saya beli 2 porsi tapi ABG kasih ke pelanggan Abang yg nanti beli jadi nanti dia dpt gratis gitu

  20. Aku ga ada pantangan dan kadang kalo lagi ada mamang lewat ga tegaan juga, suka beli tapi tak ajak2 yang lain yang makan, hahhah
    Keknya aku sih tim enjoy the life, kalau pengen apa2 ya langsung menikmati, nanti juga ada masanya bisa ngerem dengan sendirinya tanpa terbebani dan merassa berdosa, hihii..

  21. Waduh aku juga sering mbak. Niatnya cuma buka aplikasi toko online buat lihat lihat doang, eh ada baju yang bagus buat istri, mana ada diskon 50% lagi, akhirnya kepincut dan beli, mumpung ada diskon. Padahal baru bulan kemarin beli, setelahnya tapi ngga nyesel sih, buat istri sendiri ini.😁

    Tapi memang perlu tekad yang kuat agar ngga boros ya, tapi seringnya khilaf kalo lihat diskonan.😂

    1. Sweet bgt sih beliinnya biar istri. Apakah istri lgsg menerimanya? Ukuran pas? Sesuai selera? Soalnya biasanya kendala di selera ini sering jadi masalah..

      Meski d rumah aja, godaan belanja emang tak terhindarkan ya di jaman e commerce ini.. Kita kudu tahan banting nih emang

  22. Hahaha semua pasti pernah punya perasaan kaya gini mba. Memang bener sih kita tuh harus tegas sama diri kita sendiri atas komitmen yang sudah kita buat yaaaa

  23. Hahaha semua pasti pernah punya perasaan kaya gini mba. Memang bener sih kita tuh harus tegas sama diri kita sendiri atas komitmen yang sudah kita buat yaaaa biar gak mudah terpengaruh

  24. Mirip dengan related kehidupan saya, mbak. Kalau liat jualan makanan enak di pinggir jalan tuh nggak bisa nahan nafsu dan bawaannya pingin jajan,

  25. Guilty pleasure, sangat kontradiktif sekali yach. Di satu sisi merasa bersalah, sisi lain sangat menikmati. Bagaimana kok serba abu2 begini? Anyway, mungkin hidup ini harus dimulai dengan konsistensi supaya tidak abu2 lagi…thanks sudah berbagi.

  26. Aku pernah dengar tentang definisi guil pleasure tapi untuk istilahnya baru dengar hehe. Ternuata ada manfaatnya juga ya? Tapi aku masih belum konek dengan manfaat guilty pleasure selain menyenangkan diri sendiri dan membantu orang lain Mbaak. Kutelaah lagi deh postingan ini *lagilola

    1. Hihi, yaaa maksdnya merasa bersalah kan memang perlu, karena dgn merasa bersalah sehingga kita berusaha sebisa mgkn melakukan prinsip dgn baik. Seperti pengen beli baju, tp udha ngerasa bersalah karena masih ada baju yg jarang dipake juga.. Gitu kira2 mbak

  27. Ini aku lagi mengalami banget, mbak. Aku merasa bersalah nerima banyak kerjaan karena jadi dikit waktu untuk diri sendiri, walaupun seneng pas terima fee :)))

    1. Waah bersyukur bgt ini mh kak.. Disaat yg lain berkurang malah kakak tina bertmbh, semoga sehat selalu yaa. Pasti seneng bgt nih waktu ada kabar invoice cair nih

  28. Aku sering banget ngalamin ini, apalagi pas lagi sendirian di Jakarta, malah jadi ga berasa sepi. Dengan setumpuk kerjaan, tapi happy ngejalaninnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Captcha loading...

error: Content is protected !!