• Jelajah Tempat,  Spiritual

    Maulid Nabi dan Haul Gus Dur di Wageningen : Suasana rasa ‘Rumah’.

    Kemarin, saya mencoba meminta suami utk mengajak kita ke Wageningen. Krenteg ati, pokok pengen banget ikut dibaan, ketemu teman-teman baru, dan mendengarkan tausyiah yang menyejukkan. Hal-hal tersebut mampu membuncahkan rindu setelah sekian lama terpendam. Benar saja, dari mulai perjalanan di kereta, ada saja hal-hal ‘nyambung’ nya. Di kereta ketemu 2 orang Indonesia. Seorang Mbak yang sama tujuannya dengan kita dan seorang Mas yang tujuannya ke Utrecht. Bisa dibayangkan donk, sepanjang jalan kita keasyikan ngobrol. Obrolan dari mulai asal muasal, beasiswa apa, dan temannya siapa aja. Alhasil ternyata si Mba adalah temannya si A, si B, dan si C, dan tinggal disini dengan beasiswa yang sama dengan si Ayah. Dunia sempit…

  • Spiritual

    Rindu suasana Muludan

    Telah tiba waktu saat shalawat berdendang di hampir setiap pojokan musholla dan masjid. Tentu lantunan tersebut hanya dapat didengar diantara lingkungan yang tidak membid’ahkan hal tersebut. Marhaban Ya maulid Nabi Ada cerita menarik dari perjalanan hidup saya. Cerita yang berkaitan dengan cerita pada salah satu bulan yang penuh berkah dalam hitungan bulan Hijriyah, ialah Bulan Rabi’ul Awwal. Bulan kelahiran sayyidina wa habibina Muhammad shallallahu ‘alaihi wasaalam. Cerita tentang muludan. Memperingati kelahiran Sang Rasul dengan membaca kembali kisah-kisahnya, bait-bait mesra yang membuat kerinduan pada suasananya, pada lantunan sajak-sajaknya, dan pada reriungan orang-orang yang berkumpul sembari melantunkan syair-syair penuh kerinduan kepada kekasihNya. Rutinan malam jum’at di beberapa tempat ada yang membaca Maulid…

  • Random Thought,  Spiritual

    Kita masih secuil ilmu

    G : yah… Gimana mengomentari sebuah peristiwa nih? A : mau secara kacamata akhlaq, aqidah, apa fiqih nih? G : kalo akhlaq bagaimana? A : yaudah selesai. Tidak perlu berkomentar apa-apa. Ilmu kita masih secuil, Tuhan selalu mengawasi kita. Jangankan mengomentari hidup orang lain. Hidup kita sendiri saja belum tentu benar. G : Kalo secara aqidah? A : kita pasti sudah bilang suatu hal yang berbeda dengan kita itu kafir, kufur, fasiq dan sebagainya. G : Kalo secara fiqih? A: pasti kita sudah mengharam-haramkan, bilang bid’ah, dan lain sebagainya. Tapi apakah kita sudah semampu itu ilmunya untuk mengatakan hal yang demikian?

  • Spiritual

    QOLBUN SALIIM

    G : Kenapa kita masih suka aja meski tanpa sadar berprasangka terhadap orang ya. Ay : karena hati kita belum menjadi sepenuhnya “qolbuun saliim: G : Hah? gitu yaa Ay : iyalah, emange mamah udah merasa qolbun saliim gt: G: Hiii (sambil nyengir terus bangun jalan ke dapur)

  • Catatan Cerita Ramadhan,  Spiritual

    Hadiah untuk yang lemah

    Jika ada yang bilang menyambut Ramadhan itu adalah sebuah kebahagiaan, melihat dari pahalanya sih iya begitu, tapi jika melihat dari amal-amal yang harus dilakukan, dikiran enak? jelas tidak sama sekali. Karenanya ceramah tadi pagi bilang jika kita jangan pernah mencari pahala, tapi carilah rohmat. begitu katanya, tapi susah banget ya? Beramal itu lelah, kan? Kita harus berpuasa menahan nafsu dan lapar. Kita harus ngoceh banyak untuk membaca Qur’an, kita harus menyentuh air ditengah dinginnya pagi cuma untuk shala malam dan sahur. hal-hal yang sangat malas untuk dilakukan sebenarnya. Karena itu manusia diimingi pahala untuk mau melaksanakan hal tersebut. Manusia memang terlalu lemah, bahkan untuk melaksanakan suatu hal saja dia harus…

  • Catatan Cerita Ramadhan,  Spiritual

    Yang Dekat yang Tak Terjamah

    Musim Ramadhan kali ini bertepatan dengan liburan panjang anak-anak sekolah, tentu juga banyak mereka yang lulus untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih. Kebetulan, di desaku saat ini sudah terdapat sekolah dari mulai jenjang dasar (MI/SD), MTs, dan MA. Pendidikan agama diharapkan mampu tertanam di dalam jiwa anak-anak semenjak kecil sehingga, Alhamdulillah, disini sekolah dengan tipe “madrasah” lebih diutamakan. Saat ini, sedang musimnya pula untuk pendaftaran sekolah, dari tingkat SD/MI biasanya banyak melanjutkan ke MTs yang ada di desa sendiri, bahkan banyak juga anak-anak yang dari desa tetangga menyekolahkan anaknya ke MTs disini. Mungkin karena jarak untuk bisa ke sekolah kota jaraknya cukup jauh, dan memang sekolah sini dirasa sudah…

  • Catatan Cerita Ramadhan,  Spiritual

    Ngabuburit?

    Hampir setiap sore jalanan di desaku dan desa tetangga selalu padat. Istilah yang tetiba nge-trend di bulan puasa ini memang paling nge-trend dan dikenal oleh semua kalangan, dari anak-anak sampai tua renta. Ngabuburit ini merupakan bahasa sunda dari asal kata burit  yang artinya sore. Entah bagaimana cerita ngabuburit menjadi bahasa yang di gunakan oleh sentero Indonesia untuk mengungkapkan bahwa dirinya sedang menunggu adzan magrib sambil melakukan sesuatu hal. Ada banyak hal yang banyak dilakukan oleh orang yang sedang ngabuburit. Lalu kenapa ngabuburit membuat jalanan menjadi padat dan ramai dengan kendaraan bermotor? Hal yang demikian itu karena ngabuburitnya dilakukan dengan jalan-jalan. Namun, entah bagaimana asal muasalnya, akhirnya ngabuburit memang identik dengan…

  • Catatan Cerita Ramadhan,  Spiritual

    Doa Kamilin dan para lelaki

    Sudah pernah dengar doa kamilin? Itu lho yang biasa dibacakan setelah sholat terawih. Sebenarnya aku pun mendapati doa ini waktu masih di bangku MA. Waktu itu sedang menginjak kelas 2 kalo tidak salah. Lalu ada apa dengan doa kamilin? Dulu, kegiatan di pondok sebenarnya tidak begitu padat. Kegiatannya paling banyak ya mengaji kitab pada waktu pagi hari  (karena kita sekolahnya siang hari), kemudian dilanjut ngaji kitab lagi setelah isya. Sayangnya ngaji kitabnya itu masih dengan sistem bandongan. Jadi, ya begitulah.. yang penting hadir, memperhatikan atau tidaknya tidak masalah asal tidak mengganggu teman sampingnya. Tapi, sebenarnya ada yang selalu coba disempilkan oleh Abah kalo ngaji begitu. Apalagi sempilan-sempilan yang diberikan biasanya…

  • Cerita Perempuan,  Spiritual

    Subuh bersama Ibu

    Belakangan ini aku sering terbangun lebih awal. Entah kenapa, waktuku terbangun di waktu-waktu yang hampir sama tiap harinya. Tapi ada yang berbeda dari suasana subuh kali itu, aku dibangunkan oleh Ibu untuk bersiap-siap mengantarkan Ibu ke masjid untuk menunaikan shalat subuh di masjid dilanjut dengan simaan setengah juz. Bersama Ibu dalam satu motor ataupun dalam keadaan apapun yang mendekatkan aku dengan Ibu adalah hal yang mendebarkan bagiku. Bingung untuk berbicara ataupun bersikap saat bersama beliau. Tapi setidaknya saat bersama dengan beliau dapat memetika beberapa hal baik yang biasa beliau lakukan. Salah satunya seperti simaan ini. Seusai wiridan shalat subuh, Ibu lanjut berpindah ke belakang barisan dan mengambil mic dengan langsung…

  • Spiritual

    Iqro

    amrosyada: “Alif Lam Ra. (This is) a Book which We have revealed to you that you may bring forth men, by their Lord’s permission from utter darkness into light— to the way of the Mighty, the Praised One.” Surah Ibraheem | Verse 01   hayuk ngaji sing sering, biar Rumah terang dengan bacaan Qur’an – sahut Mimih setiap selesai shalat maghrib