• Catatan Ramadhan

    Kita yang Sibuk Berbuka

    Jalanan penuh lalu lalang menjelang magrib adalah hal yang lumrah ditemukan saat Ramadhan. Sesekali saya pun coba untuk menikmati sesaknya jalanan dengan sajian berbagai menu berbuka puasa yang sebenarnya hanya itu-itu saja. Sepertinya lalu lalang itu sendirilah yang menjadikan kegiatan ngabuburit terasa puasa banget. Sewaktu kecil, di kampung saya juga ada dan masih ada sampai sekarang yang namanya pasar sore tersebut. Pasar dadakan yang hanya ada di bulan puasa. Membantu bagi para ibu-ibu yang sedang malas ke dapur, atau sekedar tempat nongkrong menyambut datangnya waktu berbuka. Tentu saja ini bisa menjadi lahan bisnis bagi mereka yang memanfaatkannya. Selalu ada rejeki memang bagi kita yang mengetahui peluangnya bukan?! Menjelang pukul lima…

  • Catatan Ramadhan

    Budaya Ramadhan yang Dirindukan

    “Kami berebut tempat paling nyaman untuk ngobrol saat ceramah akan dimulai dan mencari tempat terdekat dengan penandatangan saat ceramah segera usai. Kenangan ini mungkin tidak akan tercipta tanpa adanya Buku Harian Ramadhan. “ Voilaaaaa, Hai apa akabar para pembaca blog Ghina’s journal? Haha, semoga sehat selalu ya. Belakangan saya sedang ada fokus dengan satu hal, akibatnya ternyata nggak bisa fokus sama hal lainnya, termasuk dengan blog ini. Hiks. By the way, Marhaban ya Ramadhan. Masih di minggu pertama nih, belum pada loyo dan males-malesan kan? Saya baru ingat, jika saya mempunyai satu kategori khusus untuk bulan Ramadhan, yaitu catatan Ramadhan. Nah, mumpung nih pas banget masih di awal Ramadhan dan…

  • Cerita Nahla

    Membawa Anak Kerja. Why Not?

    Saya geli sebenarnya mau cerita tentang hal ini. Sekedar sharing aja. Buat cerita Nahla juga jika nanti sudah beranjak besar. Agar dia ingat dengan cerita-cerita masa kecilnya. Nahla lahir dalam kondisi kami sebagai orangtua yang masih pas-pasan saja. Secara kebetulan suami kerja kantoran dan ngajar di pondok dekat rumah. Sementara saya, mengisi waktu luang ngajar di sekolah dekat rumah, kadang nyambi ke pondok juga.   Definisi kerja kantoran belum akrab sama sekali dengan saya. Hingga sekarang, saya belum pernah sih mengenyam bangku kantor. Kadang sih tertarik banget, tapi kok keadaan belum mendukung.   Beberapa kali kerja remote malah membuat saya semakin tertarik untuk kerja remote ataupun freelance. Enak. Nggak perlu…

  • Story

    Melepas Rindu pada Jogja

    ' Na, kenapa turun di Jogja sih? Nggak Semarang aja, kan ada Ceuceu di Semarang.. Telepon Mimih beberapa kali menanyakan hal sama terus menjelang kepulangan saya kembali ke Indonesia. Iya, kami memang berrencana untuk pulang kampung dan transit terlebih dahulu di jogja, untuk beberapa hari yang belum ditentukan. Sekitar 3-4 hari. Jelas sih Mimih bertanya terus. Soalnya di Jogja kan nggak ada saudara, nggak punya tempat tinggal juga. Jadi yaa, dengan tinggal di penginapan, jika dikalikan sekian hari akan lumayan juga budgetnya. 😆 Tapi ya gimana, kangen jogja e. Kenapa harus mampir ke Jogja dulu? Mau melepas rindu dulu. Wkwk. Mau kulineran yang sangat-sangat dirindukan semasa di luar sana. Selama…

  • Story

    Menikmati Singapura Kali Pertama

    A : Mah, nanti pulang mau transit di bali atau singapura? G : Bali aja. Udah tenang kalau udah nyampe Indonesia mah. Emang kenapa? A : aku inginnya ke Singapore, mau mengenang perjalanan waktu di sana dulu. Sekarang banyak perubahan lho G : gitu mah ga usah nanya 😐 A : kan biar mamah juga pernah ke sana 😁 Baiklaaaaaah, perjalanan hampir tiga minggu membuat saya hiatus dari dunia perblogan. Iya, kami sekeluarga telah melakukan perjalanan yang cukup panjang. Pulang kampung lintas benua. Pulang kampung antar benua ternyata membutuhkan banyak bekal dan tenaga, apalagi jika perjalanannya nyambi sambil transit terlebih dahulu. Seperti perjalanan kali ini, terbang pakai Finnair, transit di…

  • Groningen,  Story

    Bersepeda membawa anak di Groningen

    Bersepeda di Groningen benar-benar membuat saya senang. Selain udaranya yang segar, jalanan di sini tidak terlalu ramai. Tentunya, sangat aman untuk saya yang bersepeda sembari membawa anak. Tak terasa, waktu 11 bulan di sini telah terlewati. Tandanya, waktu saya untuk menikmati jalanan sembari bersepeda di sepanjang Groningen tinggal sebentar lagi. Menikmati bersepeda di Groningen adalah pengalaman yang menyenangkan bagi saya pribadi. Sepoi udara yang selalu sejuk, keramahan pengendara mobil dan motor yang sengaja berhenti untuk mempersilahkan kami menyeberang, serta cuaca yang seringkali cerah. Tidak ada kekhawatiran sedikit pun untuk bersepeda, meski harus sambil membonceng anak sendiri. Pada awalnya, kami bersepeda bertiga. Suami memboncengi saya dan Nahla sepanjang jalan. Romantis ya.…

  • Cerita Nahla,  Groningen

    Bibliotheek Forum : Tempat asyik untuk bermain dan membaca

    Kegiatan bermain dan membaca menjadi dua hal yang sangat menyenangkan untuk anak-anak. Tempat terbaik melakukan dua hal tersebut selain di rumah, bisa juga di Perpustakaan. Setelah tinggal di Groningen sekitar 2 bulan, saya baru menemukan tempat bermain yang asyik dan menyenangkan. Bisa dibilang ini adalah tempat yang asyik untuk anaknya bermain dengan puas, dan menyenangkan juga untuk Ibunya selonjoran dan bahkan sekedar baca dan berburu buku bacaan anak. Dimana itu? di Perpustakaan ya tentunya. Saya mengetahui keberadaan Perpustakaan ini rada telat sih. sudah tinggal 2 bulan, je. jika saya tidak bertemu Mba Tika mungkin saya akan lebih telat mengetahui tempat asyik ini. Thanks Mba Tika. Keakraban saya dan Mba Tika…

  • Story

    Trip Dadakan ke Amsterdam (Hari Kedua)

    Perjalanan keesokan harinya dimulai agak siang juga. Tapi sayang, cuaca hari itu langit sangat mendung. Bahkan sempat hujan sepagian. Nyata saja, saat tiba di Amsterdam Centraal langit tetap mendung. Perjalanan menuju Vollendam pun gagal. Kita akhirnya hanya menuju ke Zandaam Schane. Huhu, gagal foto pake baju khas Belanda deh. Untuk menuju ke Zandaam kita perlu naik kapal perahu yang cukup besar dari Amsterdam Central nih. Hanya sebentar kok. Setelah itu lanjut naik bus dengan perjalanan sekitar setengah jam lebih. Di perjalanan menuju Zandaam, tiba-tiba feeling saya nggak enak. Kok muncul fikiran Nahla muntah. Eh, kok beneran. Nahla muntah setelah makan wafer coklat. Muntahannya langsung saja mengenai jaket saya dan jaket…

  • Story

    Trip Dadakan ke Amsterdam (hari pertama)

    Hari kamis minggu kemarin, tiba-tiba suami bilang mau Amsterdam. Bahkan saya tahu hal ini lebih dulu dari temannya, bukan dia. Usut punya usut, tenryata mereka mau reuni beasiswa itu. Antara senang dan sedih sih. Senang karena akhirnya bisa jalan-jalan yang agak jauhan dikit. Meski masih di Belanda aja. Sedih, karena ini akan memotong jatah darurat untuk for good yang sudah semakin dekat. Tapi, baiklah. Dinikmati saja. Let’s Go! Hari pertama: Bandara Schipol, Dam Square dan icip icip di Warung Malaysia Kita menunggu cukup lama di Schipol. Nunggu temannya suami – Pak Nof – yang tak kunjung datang juga. Dia dalam perjalanan dari Turki-Amsterdam, seharusnya sudah sampai ketika tepat kita sampai…

  • Story

    Membiasakan Jalan Kaki

    Jalan kaki adalah kegiatan yang ringan dan sehat. Semua bisa melakukannya. Tapi sayang seribu sayang, banyak orang enggan melakukannya, bahkan untuk jarak yang dekat sekalipun. Selain itu, transportasi juga semakin memanjakan kita. Saya sendiri mulai berjalan kaki dengan rutin ketika hamil, jalan di  pagi hari menjadi rutinitas. Untungnya, tidak jauh dari rumah ada jalanan sepi. Menjadi tempat yang menentramkan untuk jalan jalan. Saya sering ditemani suami jalan kaki. Rasanya memang cukup malas untuk menikmati sendiri. Berjalan bersama teman, teman hidup pula, tentu tidak akan membosankan. Berjalan kaki menikmati jalan sepi adalah keniscayaan. Kini, pagi ataupun malam, semesta selalu penuh dengan suara. Maka, menikmati suasana pagi yang sepi, ditemani sayup-sayup tanaman…