Ghina Hai, saya Ghina. Perempuan pecinta pagi, pendengar setia radio dan podcast, menulis tentang kehidupan perempuan dan hal terkait dengannya.

Jalan Cepat Untuk Menurunkan Berat Badan

2 min read

manfaat jalan cepat untuk menurunkan berat badan

Teknik jalan cepat bisa kita praktikkan tanpa perlu menjadi seorang pelari. Dengan membiasakan jalan cepat, bisa lho menjadi solusi pembakaran lemak tubuh. Jalan kaki dengan kecepatan yang bisa kita atur sendiri selain mudah dilakukan ternyata manfaat jalan kaki itu memang banyak.

Baca tulisan tentang jalan kaki yuk : Membiasakan Jalan Kaki

Jalan kaki menjadi salah satu olahraga yang sering saya lakukan selain yoga. Kemudahan untuk melakukan kegiatan tersebut, tanpa biaya dan tanpa alat tertentu, membuat saya suka melakukan hal tersebut. Bersyukurnya, saya bertemu dengan perkumpulan teman-teman yang juga suka jalan kaki.

Memilih jalan kaki adalah pilihan tepat buat saya yang suka mageran ini. Enaknya,saat kita melakukan hal tersebut nggak cuma badan kita yang fresh,  jika kita menemukan pemandangan yang indah, mata kita juga bisa makin fresh dan menenangkan.

Akhirnya belakangan ini, hal tersebut menjadi bagian dari keseharian saya. Jika ada keperluan dan perlu ke luar dengan jarak yang nggak begitu jauh, saya akan memilih menjelajahinya dengan berjalan. Bahkan tak jarang saya pun coba jalan cepat biar segera sampai tujuan.

Nah, ngomongin jalan cepat ini, saya jadi teringat cerita sewaktu saya tinggal di Belanda nih. Di sana, sering sekali melihat orang menyempatkan waktu untuk jalan cepat. Nggak pandang musim deh, mau musim salju yang waktu itu padahal salju lagi turun, maupun musim panas yang lagi mayan teriknya, mereka tetap melakukan jalan cepat.

Manfaat jalan cepat ini tentu memiliki keunggulan dibanding langkah kaki biasa, membakar kalori lebih banyak, menguatkan tulang dan otot, serta mencegah penyakit beresiko seperti diabetes. Kecepatannya bisa kita sesuaikan sendiri dengan kemampuan kita.

Memang nggak perlu menjadi seorang pelari dan ikutan lomba lari untuk membakar kalori dan berat badan turun. Dengan meningkatan kecepatan langkah secara rutin, kita bisa mendapatkan semua itu. Tentunya jika kita melakukannya secara rutin.

Apa itu Jalan Cepat?

Yang membedakan langkah kaki biasa, jalan cepat dan lari adalah perbedaan pada sentuhan tanahnya. Ketika kita melangkah seperti biasa maka telapak kaki kita akan menginjak tanah secara teratur. Jikaย  semakin cepat melangkah seperti lari, maka telapak kaki kita akan melayang, sehingga jarang menyentuh tanah.

Nah, kalau jalan cepat adalah  gerakan maju saat kaki akan melangkah dengan hubungan yang tidak terputus dengan tanah. Aturan utamanya, kaki harus lurus dari saat menyentuh tanah hingga melewati tubuh kita (straight leg rule).  Yang artinya, lutut tidak boleh tertekuk.

Saat melakukan laju cepat, biasanya dalam waktu 1 jam kita akan mencapai jarak 3-4 km. Bagaimana pembakaran kalori bekerja saat melangkah lebih cepat? Jika kita melaju selama 4,5 mil (kecepatan 13 – 15 menit per mile) selma 42 menit kita dapat membakar kalori seperti pelari yang berlari sejauh 10 menit. Lebih cepat dan jauh jaraknya, tentu lebih banyak kalori yang terbanyak.

Cara Melakukan Jalan Cepat

Ternyata ada teknik dasar jalan cepat ini yang perlu diperhatikan. Menurut Michelle Stanten, walking coach dan juga author buku Walk your way to be better health, ada 6 tips yang bisa kita praktikkan, seperti :

1. Berdiri tegak;

Berdirilah dengan tegak, jangan membungkuk, please. Berdiri tegak dengan posisi punggung yang lurus dan rileks akan membuat langkah cepat lebih mudah.

2. Tatap ke depan;

Daripada melihat sepatu atau memandang ke kanan maupun ke kiri, mending fokus lihat ke depan saja. Sembari menggerakkan pundak secara memutar lebih membantu kita membuka dada dan meluruskan punggung akan membantu kita untuk bernafas lebih dalam.

3. Jalan dan ayunkan tangan dengan cepat

Ketika akan melangkah, tekuk lengan kita 90 derajat. Ini akan membantu kita mengefisienkan dalam bergerak dan melangkah lebih cepat.

Jangan sampai mengayunkannya ke samping ya. Soalnya bakal membuat kita cepat kehilangan energi.

4. Ambil langkah kecil

Saat mau melangkah, jangan ambil langah terlalu jauh. Ini akan membuat kita kesulitan dan bahkan bisa memperlambat langkah, lho. Cukup ambil langkah pendek dan cepat.

5. Berikan Jeda secara interval

Ketika kita melangkah, berikan waktu pada tubuh untuk mengurangi kecepatan secara bergantian. Ini akan membantu kita meningkatkan kecepatan berjalan, dan lebih banyak kalori yang terbakar bahkan setelah selesai berolahraga.

6. Bersaing dengan diri sendiri (atau orang lain)

Hal yang biasa saya lakukan saat melakukan jalan kaki adalah dengan memperhatikan kecepatan, jumlah langkah, dan jarak yang ada di aplikasi. Saya sendiri menggunakan pedometer dan strava. Melihat angka yang sedikit kadang akan terpacu untuk mengupayakan lebih.

Namun, jika diri sendiri kurang memotivasi, kita juga bisa mencari teman maupun kelompok yang memang memiliki kesenangan dalam melakukan kegiatan ini.

Baca juga : Tanos Walking Challenge

Kesimpulan

Gimana tertarik tidak untuk melakukan jalan cepat? Olahraga paling simpel ini menurut saya worth it banget untuk kita lakukan. Cari udara yang segar, lingkungan yang sepi semakin membuat kita nyaman melakukan teknik jalan cepat ini tentunya, release your stress, dan otot serta tulang kita jadi kuat.

Setelah membaca ulasan di atas, bisalah sedikit-sedikit kita praktikkan. Ngomong-ngomong, kamu pernah nyobain jalan cepat belum? yuk share ceritamu di kolom komentar.

Ghina Hai, saya Ghina. Perempuan pecinta pagi, pendengar setia radio dan podcast, menulis tentang kehidupan perempuan dan hal terkait dengannya.

24 Replies to “Jalan Cepat Untuk Menurunkan Berat Badan”

  1. Hahaha, saya ngga sabaran kalau jalan cepat, pasti bawaannya langsung ngacir jogging. Tapi memang kayaknya jauh lebih melelahkan jalan cepat yah?

  2. Jalan cepat versiku dulu saat SMP, berangkat sekolah bareng rame-rame dari pesantren dengan jarang kurang lebih sekiloan. Biar nggak telat jalan kudu cepet, kalau sekarang udah jalan santai aja di depan rumah wkwkwk

  3. Mbak, kalau jalan biasa aku suka. Jalan cepat belum nih wkwkak. Apalagi sambil dorong stroller sama make sure kakak nggak ketinggalan naik sepedanya. Tapi rekomen juga untuk dicoba saat weekend nih. Tertarik judulnya, mengurangi berat badan :’)

    1. wkwkw, click bait banget yaaa.

      aku juga nggak bisa mbak kalao pada stroller mmh, nunggu anaknya gede atau pas anaknya masih tidur subuh2 mgkn bisa tuh mbak

  4. Kalo urusan membakar lemak sih kayanya aku pengen nyoba, tapi malu juga kalo jalan cepat terus dipelototin orang, soalnya jarang juga kan klo disini yang jalan cepat kecuali liat di TV, lomba jalan cepat. But, worth to try

    1. aku sengaja nyari tempat yang sepi teh. kadang di tempat stasiun subuh2.. tapi belakangan jarang sih, di deket rumah aja. takut kalau jauh2 horror abis dengan cerita klitih.

  5. Ini udah terbukti sih dilakukan sama paksu waktu masih rajin jalan kaki, tapi harus konsisten dan jaga pola makan juga.

  6. Berat badan gak kekontrol apalagi saat pandemi ini mulai mengharuskan dirumah terus๐Ÿ˜… kayaknya harus segera ikutan membiaskan diri buat membiaskana diri olahraga jalan cepat.

    1. ayo mbak lakukan olahraga juga, meski di rumah tetap bisa dilakukan lho. aku biasanya lari 7 menit atau olahraga di atas kasur. mayan lah bikin badan bergerak

  7. Sebenarnya jalans ehat itu bagusnya pakai sepatu atau kaki telanjang sih, mbak. Saya mau ngelakuin ini tiap pagi habis subuh saja nggak ajdi jadi. ya ampun sehat dan diet masih wacana dan impian.

    1. dua-duanya bagus kok mbak. yang penting pilih sepatu yang enakeun dan jalanannya nggak tajam kalau emang mau ga pake sepatu.. Ayo segera eksekusinya mbak wid, jangan hanya sekadar wacana. wkwk

    1. dulu aku juga gitu mbak, tapi pas anak udah umur 4 tahun malah enak bisa diajak eksplor, dia suka banget ngoleksi dedaunan yang diambil pas ikut jalan kaki..

  8. wah perlu dicoba ini tipsnya โ€ฆ tidak hanya defisit karbo ya โ€ฆ jalan cepat juga bisa jadi solusi yaa

  9. saya udah lama nih mau lakukan jalan cepat juga, tapi tiap kali mau pergi bocah-bocah juga pada mau ikutan, hihihih
    padahal jalan cepat itu paling praktis dann hemaaat tanpa biaya ya ๐Ÿ˜€

  10. Saya kadang jarang sih kalau mau jogging di pagi hari, lari kecil aja juga kagak. Pernah saya coba lari-lari kecil di pagi hari cuman belum terbiasa ๐Ÿ™‚ jadinya mending jogging biasa aja deh kalau saya. Yang penting sehat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *