Ghina Hai, saya Ghina. Perempuan pecinta pagi, pendengar setia radio dan podcast, menulis tentang kehidupan perempuan dan hal terkait dengannya.

Ketahui Cara Mengecek Sebuah Informasi, Hoax atau Fakta?

4 min read

cara mengecek informasi fakta atau hoax

Bagaimana cara membedakan suatu informasi termasuk hoax atau fakta? Itu hal yang ingin saya cari saat terjadi perdebatan tentang minyak kayu putih yang boleh dikonsumsi untuk mengobati covid di suatu grup whatsapp. Ada yang pernah mengalami hal tersebut?

Ada banyak informasi tidak benar yang berseliweran di media sosial kita. Terlebih masyarakat kita, menurut We Are Social,  lebih dari 61,8% adalah pengguna media sosial . Bahkan yang paling runyam lagi, informasi tersebut tersebar dengan mudah melalui whatsapp yang menjadi ruang komunikasi private. Tak ayal, justru yang menyebarkan info hoax itu malah orang-orang terdekat kita.

Baca juga : Memperjuangan Kemerdekaan Melalui Media Sosial

Perasaan yang muncul biasanya udah sungkan duluan, malas menanggapi, dan hanya mendiamkan saja sambil lalu. Apakah dengan begitu saja sudah menjawab ketidakbenaran informasi?

Saya rasa tidak. Untuk lebih memastikan dan meyakinkan bahwa suatu berita atau info itu hoax atau fakta, tentu kita harus mengecek ketidakvalidan info tersebut disertai data.

Nah, bagaimana mengecek, membedakan dan mengetahui bahwa info tersebut hoax atau fakta? Syukurnya saya mendapatkan kesempatan untuk menimba ilmu bersama Tempo yang membahas tentang cek fakta dan cek fakta kesehatan. Dipandu oleh Mbak Ika Ningtyas dan Mbak Siti Aisyah, informasinya saya rangkum dalam tulisan di bawah ini. Sila disimak baik-baik, ya.

Penyebab Penyebaran Berita Hoax

Ketika saya  mencoba bilang bahwa isu tentang minyak kayu putih diminum itu adalah hoax, orang di grup itu merasa tidak percaya. Dia bilang, orang A yang kena langsung sembuh kok setelah minum minyak kayu putih tersebut.

Informasi ini diakui benar oleh sebagian orang karena adanya pengalaman dari orang yang sudah terkena covid 19 lalu mempraktikkannya. Sayangnya tidak disertai dengan hasil riset maupun pendapat dokter.

konten yang mis/disinformasi

Informasi di bidang kesehatan menjadi perang yang harus dilawan saat ini. Faktanya, info tersebut mampu menggiring opini masyarakat yang membuat mereka kebingungan, tidak percaya terhadap pemerintah dan otoritas terkait, demotivasi dan bahkan apatis. Makanya tidak heran kalau banyak juga menganggap remeh corona. Padahal jelas-jelas corona ini butuh kerjasama semua pihak agar kasusnya berkurang atau bahkan hilang.

Terasa sekali memang, penyebaran informasi di dunia maya akhir-akhir ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Sejak Pemilihan Presiden 2014, media sosial menjadi lahan empuk untuk menyebarkan issue panas yang mampu menggiring opini masyarakat. Bahkan kini website abal-abal pun semakin banyak berkeliaran.

Penyebab penyebaran hoax pun bermacam-macam. Ada yang tujuannya sekadar lucu-lucuan, sengaja untuk provokasi, partisanship, sekadar dapat clickbait, dan bahkan sampai tujuan propaganda dan gerakan politik kita rasakan sendiri setiap jelang pemilu maupun pilkada.

Misinformasi, Disinformasi dan Malinformasi

Tidak semua informasi yang tersebar di media sosial itu benar, hoax atau fakta perlu ditelusuri terlebih dahulu. Ada yang memang sengaja dipelintirkan oleh pihak tertentu, ada juga yang karena ketidaktahuannya lalu dianggap benar dan kemudian disebar dan lainnya. Sebelumnya kita pernah akrab dengan instilah fake news kan?

Nah, untuk meluruskan stigma dalam dunia jurnalistik, maka lema tersebut oleh UNESCO kemudian diganti dengan tiga istilah baru, yaitu Disinformasi, Misinformasi, dan Malinformasi. Ketiganya termasuk hoax yang harus kita identifikasi.

apa saja jenis kesalahan informasi

Bagaimana Cara Mengecek Situs Abal-Abal?

Situs/website menjadi salah satu sumber tersebarnya hoax. Bagi sebagian orang, cukup mudah untuk mendeteksi sebuah situs atau konten tersebut berisi hoax. Namun tentunya masih ada banyak dari kita yang acapkali terkecoh oleh sebuah berita. So, berikut cara untuk mendeteksi kebenaran sebuah berikut :

1. Cek alamat situs

Jika ada situs yang meragukan, semisal namanya kok mirip sama situs besar, atau situsnya yang masih numpang di blogspot atau wordpress dan kecurigaan lainnya,  coba cek deh. Kali aja memang situsnya abal-abal. Cara mengecek alamat situs yang abal-abal cukup mudah, kita bisa mengeceknya dengan menggunakan who.is dan domainbigdata.com.

2. Cek data perusahaan media

Media yang terdaftar biasanya sudah ada dalam direktori Dewan Pers. Maka, maka jika kita ragu dengan data perusahaan, kita bisa segera mengeceknya. Sila buka https://dewanpers.or.id/data/perusahaanpers. Tapi, ya perlu mafhum juga sih, faktanya memang tidak semua media kredibel itu sudah berbadan hukum.

3. Cek data visual

Pernah lihat satu situs yang mirip sekali dengan situs terkenal? Hati-hati, jangan-jangan itu situs sengaja dibuat untuk mengecoh fokus kita dan menganggap info di dalamnya itu benar. Padahal bisa jadi itu hanya menyaru agar dipercaya dan banyak dikunjungi saja. Selain data, konten foto atau videonya juga perlu dikroscek kembali keasliannya.

4. Iklan banyak perlu diwaspadai

Banyak iklan itu selain bikin mumet pengunjung juga bisa jadi kita perlu mewaspadainya. Jangan-jangan itu hanya situs abal-abal yang mengharapkan clickbait biar dapat keuntungan.

5. Bandingkan ciri-ciri pake media mainstream

Ada pakem-pakem tertentu yang dimiliki oleh media mainstream. Misal, ada nama penulisnya, penulisan tanggal dengan model tertentu, hyperlink, serta narasumber yang digunakan. Jika ada hal aneh dalam konten tersebut, daripada kita bingung, lebih kita langsung mengecek ke media mainstream yang dimaksud.

6. Cek About Us

Sebagai tercantum dalam UU Pers, setiap media yang berbadan hokum harus ada penanggung jawabnya. Alamat media tersebut, serta orang-orang yang ada di media tersebut. Kita bisa mengeceknya di laman  About Us.  Selain itu, media juga perlu mencantumkan Pedoman Pemberitaan Media Siber.

7. Jangan mudah terkecoh judul yang bombastis

Kasus konten yang viral selain judulnya yang bombastis juga biasanya kontennya hanya separuh-separuh saja yang dibeberkan. Tentu ini tidak benar dan seharusnya kita tidak mudah terkecoh dengan judul demikian.

Tools untuk mengetahui hoax atau fakta sebuah foto/video

Gambar yang aneh, seperti editan, tidak relate dengan konten, atau isinya terlalu mencolok patut dicurgai dan dicek terlebih dahulu kebenarannya. Ada beberapa tools yang bisa kita gunakan untuk mengetahui keaslian sebuah foto atau video. Tools ini bisa kita gunakan secara gratis. Jika kamu membaca ini, sekalian nanti bisa sekalian dipraktikkan ya.

1. Tools Untuk Memverifikasi foto

Cara kerja untuk memverifikasi sebuah foto cukup mudah sebenarnya, kita cukup memasukkan foto yang dimaksud langsung unggah ke Reverse Image. Ada banyak pilihan reverse image, yang akrab dengan kita mungkin Reverse image dari Google ya. Selain itu ada juga reverse image dari Yandex, TinEye, bahkan Microsoft pun punya, yaitu Bing.com dan Baidu.

Masing-masing tools memiliki kelebihannya masing-masing. Yandex dianggap paling search engine yang sangat bagus untuk penelusuran foto, terutama foto-foto dari Eropa Timur. Sementara TinEye lebih unggul karena memiliki filter berdasarkan urutan waktu.

2. Tools untuk memverifikasi video

Untuk memverifikasi video, ada dua cara yang bisa kita lakukan, yaitu melalui sebuah tools dan menuliskan atau kunci yang dimaksud untuk dicari berbagai media sosial.

Untuk tools, hampir sama dengan tools seperti yang di atas. Caranya adalah memfragmentasi (bisa dengan screen capture atau gunakan inVID) potongan video tersebut menjadi foto, lalu cari di Reverse Image seperti Google, Yandex, Bing.com dan Baidu.  Pilih salah satu saja ya.

Nah, kalau identifikasi menggunakan kata kunci, setelah menemukan kontennya lalu cobalah tonton sampai habis. Saat menonton pastikan kita memperhatikan detail seperti jalanan, bangunan, plat nomor, tulisan, bangunan, bahasa, dan lainnya.

Jika menemukan keanehan, kita bisa menggunakan petunjuk tersebut sebagai kata kunci yang akan kita identifikasi dengan cara memfragmentasinya lalu mencari di reverse image tools di atas.

Penutup

Setelah membaca ringkasan di atas, besar harapannya kita bisa jadi lebih teliti dan tidak mudah percaya terhadap suatu berita. Memanfaatkan teknologi digital berarti kita yang menguasainya, bukan kita yang dikuasai oleh media tersebut. Keinginan untuk percaya atau tidak terhadap suatu informasi tidak hanya sebatas nalar, namun dengan kemampuan teknologi seharusnya membuat kita lebih terbantu untuk mampu mengidentifikasi sebuah informasi apapun apakah itu haox atau fakta.

Ghina Hai, saya Ghina. Perempuan pecinta pagi, pendengar setia radio dan podcast, menulis tentang kehidupan perempuan dan hal terkait dengannya.

16 Replies to “Ketahui Cara Mengecek Sebuah Informasi, Hoax atau Fakta?”

  1. Karena bertahun-tahun berkutat di bidang jurnalistik, aku emang ngerasa lebih ngeh kalau suatu berita atau tulisan itu hoax sih. Tapi mengandalkan insting aja ga cukup, musti cek dan ricek memang.

  2. aduh pas banget, barusan saya lihat di YouTube orang orang pada berburu susu Beruang agar terhindar dari Covid-19
    Padahal susu apapun baik, tapi yang terpenting makanan seimbang, olah raga dan 5 M ya?
    Heran kok bisa banyak yang percaya berita hoaks gitu

  3. Mbak Ghina, saya masih belum begitu paham soal Invid. Apakah Invid ini hanya berupa website, atau adakah aplikasinya untuk Android? Kalau cuma berupa website, alamat websitenya di mana ya?

    Saya puyeng googling tentang Invid, dan malah nemu banyak versi..

  4. Tapi sekarang media nasional terkenal juga suka click bait gitu ya ,.akhirnya keputusan untuk menilai informasi itu baik dan tidaknya emang harus diserahkan pada yang membaca ya

  5. Huhuu, beneran kudu lebih eksta hati2 ya. Jangan percaya informasi harus mengeceknya terlebih.
    Hoaks makin merajalela sekarang yaa, semoga banyak yg aware.
    Makasih sharingnya..

  6. Era digital membuat kebanyakan masyarakat mudah termakan hoax ya. Berita negatif bermunculan yang terkadang justru tidak ada kebenarannya. Hmm,menarik nih makin tau cara mengecek informasi hoax,bisa dibagikan juga caranya ke orang-orang terdekat agar mengetahui cara pengecekannya.

  7. Judul yang bombastis disertai dengan iklan yang banyak, perlu diwaspadai ya. Bisa jadi memang si berita dimunculkan untuk cari klik iklan atau waktu penayangan iklan yang banyak. Sementara isi beritanya belum tentu valid.

  8. Suka BT ya mba kalau ada yang nyebarin hoax. Nah ini jadi solusi bisa cek situsnya juga ya. Dan penting diinformasikan ke semua orang.

  9. pengetahuan untuk cek fakta dan hoaks sangat penting ya mba
    karena saat ini banyak sekali informasi hoaks yang beredar di masyarakat

  10. Aku juga ikuuyt nih kak kelasnya. Materinya daging semua, sampe ga beranjak sama sekali. Jadi tau gimana cara ngecek foto dan berita hoax supaya ga gampang kemakan berita yang disebarin ya…

  11. sebenernya memang mudah loh cari info valid dari share2an orang, cuma memang niat nyari atau gampang percaya dari 1-2 share aja apa gak gitu kan yaa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!