• Groningen,  Story

    Bersepeda membawa anak di Groningen

    Bersepeda di Groningen benar-benar membuat saya senang. Selain udaranya yang segar, jalanan di sini tidak terlalu ramai. Tentunya, sangat aman untuk saya yang bersepeda sembari membawa anak. Tak terasa, waktu 11 bulan di sini telah terlewati. Tandanya, waktu saya untuk menikmati jalanan sembari bersepeda di sepanjang Groningen tinggal sebentar lagi. Menikmati bersepeda di Groningen adalah pengalaman yang menyenangkan bagi saya pribadi. Sepoi udara yang selalu sejuk, keramahan pengendara mobil dan motor yang sengaja berhenti untuk mempersilahkan kami menyeberang, serta cuaca yang seringkali cerah. Tidak ada kekhawatiran sedikit pun untuk bersepeda, meski harus sambil membonceng anak sendiri. Pada awalnya, kami bersepeda bertiga. Suami memboncengi saya dan Nahla sepanjang jalan. Romantis ya.…

  • Cerita Nahla,  Groningen

    Bibliotheek Forum : Tempat asyik untuk bermain dan membaca

    Kegiatan bermain dan membaca menjadi dua hal yang sangat menyenangkan untuk anak-anak. Tempat terbaik melakukan dua hal tersebut selain di rumah, bisa juga di Perpustakaan. Setelah tinggal di Groningen sekitar 2 bulan, saya baru menemukan tempat bermain yang asyik dan menyenangkan. Bisa dibilang ini adalah tempat yang asyik untuk anaknya bermain dengan puas, dan menyenangkan juga untuk Ibunya selonjoran dan bahkan sekedar baca dan berburu buku bacaan anak. Dimana itu? di Perpustakaan ya tentunya. Saya mengetahui keberadaan Perpustakaan ini rada telat sih. sudah tinggal 2 bulan, je. jika saya tidak bertemu Mba Tika mungkin saya akan lebih telat mengetahui tempat asyik ini. Thanks Mba Tika. Keakraban saya dan Mba Tika…

  • Groningen,  Story

    Belanja Mingguan Halal dan Murah di Groningen

    Ketika hari Sabtu menjelang, bagi saya sebagai istri, ini adalah hari yang menyibukkan sekaligus menyenangkan. Kenapa begitu? Karena Sabtu berarti hari berbelanja keluarga sekaligus waktunya untuk keluarga. Family time. Hal menyenangkan dari belanja, ya karena saya perempuan dan jelas suka belanja. Hitung-hitung menghirup cuaca cerah, olahraga, dan menemukan pengalaman baru. Iya, sampai begitunya. Soalnya kita kemana-mana bersepeda. Makanya, kadang seharian menjadi hal yang menyibukkan. Jarak satu toko ke toko lainnya itu lumayan jauh. Jika ditotal secara keseluruhan saya bisa menghabiskan 10 km untuk perjalanan berbelanja ini, belum lagi lama milih-milih belanjaanya. Berbelanja mingguan juga merupakan hal penting. Pengalaman yang mengajarkan sendiri, semakin sering berbelanja, pengeluaran jadi membengkak. Setidaknya cukup sekali…

  • Groningen,  Story

    Awul-awul di Belanda, emang ada?

    Pernah mendengar kata ‘awul-awul’ sebelumnya? Haha, saya baru dengar sejak tinggal di Jogja. Itu lho baju-baju bekas kualitas bagus. Jika di Jogja biasanya kita akan mendapatinya di toko Pujha fashion, cuma itu toko baju bekas yang saya ketahui, lainnya mungkin ada lagi, tapi tidak seterkenal Pujha fashion. CMIIW. Tapi, ada lagi tempat yang menjadi ajang tahunan dimana awul-awul banyak bertengger menawarkan bau khasnya, ialah Sekatenan. Iyap, di sekatenan kamu akan menemukan Toko pujha fashion nih lagi-lagi yang jualan. Tapi dengan konsep jualan seperti penjual lainnya, di bawah naungan terop, dijual di malam hari, selama sebulan dalam bulan Rabi’ul Awwal alias bulan mulud/Maulid Nabi. Selama ini saya belum pernah sih membeli…

  • Groningen,  Journey,  Minimalist Journey

    Hidup Minimalis di Belanda

    Hai, ada berapa baju di lemarimu? berapa baju yang paling sering kamu gunakan? Ngobrolin tentang fashion memang tidak akan ada habisnya. Tapi, seperti cerita saya sebelumnya, saya sedang cukup antusias  untuk hidup Minimalis. Akhirnya saya beranikan diri untuk menerapkan Minimalis sebagai gaya hidup saya, meski masih sedikit-sedikit. Sebenarnya hal tersebut saya lakukan karena saya berkaca juga pada diri sendiri. Gaya hidup bisa diterapkan bisa jadi karena memang sebenarnya beberapa hal sudah mendukung ke arah sana. Atau beberapa hal tersebut harus benar-benar dirubah untuk menuju gaya hidup yang lain. Jadi, sebenarnya gaya hidup itu ya kembali kepada masing-masing lagi. Berat atau ringan melakukannya, kembali pada diri masing-masing. Saya sendiri bukan tipe…

  • Groningen,  Story

    Awal-awal tinggal di Groningen

    Jadi pada tanggal 19 Mei tahun kemarin menjadi awal kaki menginjakkan diri di Negara Kincir Angin. Saya mau bercerita sedikit tentang hal ini. Tentang awal kami menginjakkan kaki di kota kecil ini. Groningen. Rada telat atau bahkan telat banget ya baru menceritakannya sekarang. Maklum. Baru pengen, saya nulis masih karena pengen aja soalnya. Tapi momen awal ini agak sayang untuk dilewatkan. Akhirnya setelah konsultasi kegalauan dalam dunia perblogan saya, mbak @ewafebri sudah menyelamatkan saya dari kegalauan tersebut. Makasih mbak. Jadi, awal kami sampai di Groningen, kami bertiga jetlag. Tentu saja. Ini perjalanan terlama dan terjauh kami. Membawa anak kecil yang sedang tumbuh kembang menjadi tantangan sendiri. Untungnya, Nahla banyak tidur…

  • Groningen,  Story

    Jalan pintas

    Kemarin, perjalanan menuju Venuslaan saya mencoba untuk melewati jalan lain. Jalan depan Paddepoel. Jalan pintas seharusnya memang lebih cepat. Mengurangi keterbuangan waktu untuk kemanfaatan waktu. Nyatanya mencari jalan pintas tak selamanya mengurangi keterbuangan waktu. Saya sih masih sering nyasar. Termasuk saat iseng jalan lewat Paddepoel. Terkadang otak berfikir sejenak, mencoba mengira-ngira jalan yang akan ditempuh.  Tapi sudah berusaha keras untuk mengira-ngira jalan pun, tetap saja tidak lihai. Hanya terus berputar, tersesat, bahkan bisa sampai menyerah. Untungnya, kemarin perjalanan cukup berjalan dengan lancar. Hanya melewati satu putaran yang tersesat. Selama di Groningen, saya sering main ke Planetenlaan. Berhubung tempat tinggal saya cukup jauh dari komunitas orang-orang Indonesia, saya jadi sering bermain…

  • Groningen,  Story

    Hujan yang mendekatkan kita

    Siang itu, entah kenapa aku sangat mengidam-idamkan menu masakan Indonesia yang sangat khas, Tempe. Ini semua gara-gara feed Instagramku kebanyakan menampilkan foto masakan, sih. Tak terbendung lagi, aku mengajak Nahla yang kebetulan sedang libur sekolah dan belum tertidur untuk ikut ke Toko Melati. Salah satu toko yang dimiliki orang Indonesia di Groningan. Bisa dipastikan, sepanjang jalan dia akan tertidur. Dari mulai berangkat, saat di Toko Melati, hingga kembali lagi ke rumah, dia tertidur dengan pulas. Obrolan ramai orang-orang sepanjang jalan tidak ampuh mengganggu nyenyak tidurnya.  Sesampainya di depan Toko Melati, aku gendong si bocil ikut masuk ke toko. Sadel sepeda tidak begitu kuat untuk menanggung beban Nahla yang sudah semakin…

error: Content is protected !!