Ghina Hai, saya Ghina. Perempuan pecinta pagi, pendengar setia radio dan podcast, menulis tentang kehidupan perempuan dan hal terkait dengannya.

Bagaimana Mencari Rumah di Groningen, Belanda?

6 min read

cara mencari rumah di belanda

ghinarahmatika.com – Beberapa orang yang akan tinggal di Groningen mengajukan pertanyaan tentang rumah pada saya. Harus diakui, mencari rumah di Groningen ini memang agak tricky, terlebih jumlah mahasiswa yang diterima tidak selaras dengan persediaan tempat tinggal yang ada. Secara Groningen kan kota kecil, tapi kampus-kampusnya menjadi salah satu jujugan favorit untuk kuliah di Belanda.

Mendapatkan rumah bagi mahasiswa S3 yang membawa keluarganya ke Groningen menjadi tantangan yang lumayan. Untuk urusan perumahan, kampus suami di Groningen sedikit beda dengan kampus lain di Belanda. Di saat kampus-kampus lain di Belanda menyediakan perumahan khusus untuk staf dan mahasiswa S3, kampus suami di Groningen ini tidak menyediakan tempat tinggal/perumahan khusus. Sehingga para staf dan mahasiswa S3 itu wajib mencari rumah sendiri sejak dari awal. Kampus hanya memberi tambahan tunjangan per bulan yang bisa kita gunakan untuk nambahi biaya sewa rumah. Jika beruntung, uang tambahan itu bahkan sudah cukup untuk membayar sewa rumah per bulannya.

Baca juga : Kembali ke Groningen saat Pandemi

Kedatangan kedua kalinya saya dan keluarga ke Groningen tahun 2022 ini jauh berbeda dengan kedatangan awal pada tahun 2018. Lebih menantang dan tentunya jadi punya perjalanan yang berbeda. Dulu kami datang ke Groningen dan langsung menempati rumah hasil take over apartemen dari teman orang Indonesia. Tidak banyak yang kita beli karena kami dapat rumah seisi-isinya. Harga sewanya juga terbilang murah, hanya 750 Euro per bulan, di luar biaya listrik, gas dan air. Enak banget rasanya. 

Kami kemudian datang ke Groningen, untuk kedua-kalinya, pada pertengahan Januari 2022 lalu dengan modal nekad saja. Awalnya kami boleh menggunakan alamat kampus untuk register ke Gemeente dan oleh karena itu, bisa segera memperoleh verblijf atau ijin tinggal. Kampus hanya membolehkan kami untuk menggunakan alamatnya selama 3 bulan. Jika tidak mendapat rumah sendiri selama 3 bulan itu, kami wajib balik Indonesia lagi. Selama 1 bulan pertama, kami menyewa 1 kamar lumayan besar di rumah orang Turki dan fokus mencari rumah untuk disewa sendiri.

 Sebulan mencari, akhirnya dapat juga. Ukurannya sempit meski harganya lumayan tinggi. Mau nggak mau kami terima saat itu, mengingat kami butuh sekali untuk dipakai sebagai alamat definitif. Alamat definitif ini penting sekali untuk mencari sekolah buat si kakak dan mendaftar asuransi, sehingga saya bisa segera periksa kehamilan segera. Alamat rumah definitif, oleh karena itu, menjadi fundamental ketiga setelah urusan beasiswa dan visa MVV.

Tanpa panjang lebar, saya bakalan memberikan info yang semoga saja bermanfaat buat teman-teman yang sedang mencari rumah/tempat tinggal di Groningen. Untuk info, saya dan suami sendiri saat ini baru tanda-tangan kontrak untuk sewa rumah per 1 Oktober besok. Rumah ini kami dapatkan via salah satu makelar, setelah melalui proses yang berliku.  Kadang memang bejo-bejoan ya untuk mendapatkan rumah di sini. Berikut beberapa cara untuk mendapatkan rumah di Groningen.

Opsi-Opsi untuk Mendapatkan Rumah di Groningen, Belanda

menyewa rumah di belanda
Terima kasih untuk 7 bulan kemarin, Blekerstraat

1. Take Over kontrakan orang Indonesia

Ada cukup banyak orang Indonesia di sini, jadi take over rumah adalah hal yang biasa dilakukan untuk melanjutkan rumah tersebut. Kalau kita beruntung, kita nggak cuma dapat rumahnya saja, tapi juga seisi rumahnya. Tergantung kesepakatan dengan penghuni lama. Setelah itu, baru kita akan disambungkan dengan landlord atau makelar yang membawahi rumah tersebut.

Sayangnya cara untuk mendapatkan rumah take over ini udah kayak balapan. Dari 6 bulan sebelum kita cabut aja biasanya udah ada yang nge-keep duluan. Jadi harus dari jauh-jauh hari dan pintar-pintar cari info seputar rumah yang akan di-take over ke teman-teman Indonesia yang sudah ada di Groningen. 

Take over rumah lewat landlord langsung

Nah, ini pengalaman yang saya alami kala kedatangan pertama dulu, tahun 2018. Sungguh beruntung sekali rasanya kalau bisa take over kontrakan dari orang Indonesia.  Kami langsung mendapatkan isi rumahnya juga. Gratis saja. Otomatis, kami tidak perlu belanja furnitur, ranjang kasur ato peralatan dapur. Semuanya sudah tersedia.

Rumah pertama yang kami dapati kebetulan take over dari orang Indonesia lewat yang punya rumah langsung/landlord. Bukan lewat makelar. Enaknya jadi kami pun sudah kirim email semenjak tinggal di Indonesia. 

Yang enak kalau lewat landlord itu, sepengalaman saya dulu, bisa keep in touch nggak cuma sama pemiliknya, tapi bisa sama pasangannya juga. Kita jadi kenal baik sama beliau berdua. Selain itu, dulu pas kita balik ke Indonesia dan rencananya mau menempati rumah itu lagi tapi terhambat gara-gara corona, kita masih bisa minta tolong landlord untuk  mengurusi barang-barang yang ada di rumah tersebut. Mereka juga mau kita titipi beberapa barang tanpa harus bayar sewa gudang. 

Take over lewat Makelar

Kalau kita dengar makelar itu rasanya sudah negatif sendiri ya. Tapi ternyata di Belanda ini makelar merupakan pekerjaan yang bonafit dan tentu saja dapat untungnya juga besar.

Beberapa teman saya juga banyak yang dapat rumah lewat makelar. Jadi sebelumnya mereka sudah keep rumah itu ke penyewa sebelumnya. Nanti kalau memenuhi syarat administrasi, dan keuangannya cukup menurut si makelaar, kita bisa langsung menempati rumah tersebut. Cukup gampang juga kok prosesnya.

2. Cari Mandiri via online 

Kalau mau mandiri karena susah dapat take over dari orang Indonesia, tentunya kita masih bisa mencari rumah sendiri donk.

Caranya mencari juga cukup gampil. Yang susah itu berjodohnya. Hihi.

Nah ini dia beberapa website yang bisa teman-teman ubek-ubek buat mendapatkan rumah dengan website yang tidak membutuhkan biaya berlangganan :

1. Web Agregator Landlord – Makelar

Kamernet

Ada banyak sekali pilihan rumah di kamernet ini, baik yang lewat landlord langsung atau pun lewat makelar. 

Kami mendapatkan rumah yang sekarang ini juga dari kamernet. Alhamdulillah langsung berhubungan dengan si pemilik rumah, jadi kebukti enakeun banget. Tanpa banyak syarat yang diminta, bisa nego perpanjangan (karena harusnya habis agustus kemarin), nggak perlu melampirkan pendapatan juga, yang penting pas diminta bayar ya langsung bayar (biasanya kita mendapatkan pesan langsung tiap tanggal 1). Selain itu, kami juga ditawari furnitur dan dan peralatan dapur merek IKEA, sangat membantu sekali.

Enak banget beneran. Dulu kita dapatnya juga mendadak banget, antara galau mau tinggal bareng orang Indonesia tapi jauh dari Kota, atau pilih tinggal di rumah yang cuma tiga petak dengan kamar 1, harganya menguras rekening, tapi juga dekat dengan Centrum. Kita pilih yang kedua, sebab bagaimanapun ya tetap nyaman tinggal di rumah sendiri, ya kan!

Nah, selain yang berhubungan dengan landlord langsung, di list kamernet itu juga ada beberapa yang dipromosikan oleh makelar. Tentunya kalau lewat makelar harus memenuhi syarat dulu yang lumayan ribet.

Untuk dapat merespon iklan di kamernet, kita perlu berlangganan. Bayarnya 34 euro untuk sebulan berlangganan. Lumayan mahal. Tapi layak dicoba, sebab paling terpercaya untuk urusan iklan dan pengiklannya, menurutku.

Markplaats

Markplaats adalah platform jual, beli, dan hibah online segala macam deh. Iya barangnya nggak cuma yang berbayar saja, yang gratisan juga kita bisa mendapatkannya di Markplaats, termasuk rumah.

Sama seperti Kamernet, di sana ada rumah yang disewakan lewat landlord langsung dan ada juga yang lewat makelar. Tinggal sering-sering cek dan kontak pengiklan di sana jika dirasa cocok. 

2. Lewat web agregator khusus makelar

Sewa rumah lewat makelar ini lumayan ribet. Dari cerita beberapa orang dan pengalaman sendiri juga, ada banyak banget syarat yang harus dipenuhi, termasuk pendapatan kita juga. Ya paham sih, mereka juga nggak mau kalau kita nunggak atau nggak mampu bayar kontrakan.

Cara mendapatkan rumahnya pun susah-susah gampang. Pokoknya depending on makelar aja. Tapi kemungkinan kita untuk dapat juga bisa asal memenuhi syarat yang diajukan.

Nah, ada lumayan banyak website untuk mencari sewa rumah lewat makelar ini, namun saya menyebutkan yang biasa digunakan dan cukup akrab dipakai di sini saja ya. Yang selain di list ini biasanya makelar pihak ketiga yang rumahnya juga sebenarnya sudah dipromosikan di website asalnya. 

Pararius

Pararius adalah website penyedia sewa dan jual beli rumah juga. Ada banyak banget pilihan rumahnya. Dan tentunya lewat makelar. Enaknya kita tidak perlu berlangganan untuk mendapatkan info rumah dan meresponnya langsung.

Kami mencoba beberapa kali, banyak gagalnya. Mulai dari kurang cepat, kurang meyakinkan profil dan pesannya, atau karena memang tidak sesuai kriteria.

Ada satu makelar yang sempat menjanjikan. Prosesnya sangat cepat, dari mulai dapat info, viewing rumah, diterima atau tidak, semua hampir berlangsung kurang dari seminggu. Proses viewing ini langsung bertemu dengan makelarnya. Nanti setelah viewing, kita diminta konfirmasi minat atau tidaknya, lalu beberapa hari kemudian kita akan mendapat info diterima atau tidak.

Kemarin kami belum rejekinya, sebab tidak dipilih oleh pemilik rumah tersebut. Ya sudahlah.

Funda

Lewat Funda pun tak begitu jauh berbeda dengan Pararius. Para agen makelar akan mempromosikan rumah di Funda, meskipun jumlahnya tidak sebanyak di Pararius, menurutku. Selain itu, tidak heran juga kalo makelar yang sama akan memposting iklan yang sama dan berbarengan di Funda dan Pararius. Kayak sodara kembar, tapi lebih banyak sedikit di Pararius gitu. Ada banyak pilihan dan tentu saja kriteria yang harus kita penuhi. Masing-masing agen memiliki syarat yang berbeda tentunya. Teman-teman tinggal pilih saja yang sesuai dengan kriteria, budget, serta pertimbangan jumlah kamar yang kita inginkan. 

3. Online langsung Lewat Web Agen sendiri

MVGM

MVGM adalah website makelar rumah yang banyak digunakan oleh orang-orang Indonesia. Oleh karena itu, tidak heran jika ada banyak orang Indonesia yang menempati rumah berdekatan di area atau komplek apartemen yang berada di bawah MVGM ini.

Untuk mendapatkan informasi rumah terbaru, kita perlu berlangganan sebesar 30 euro selama satu tahun. Tapi nggak berlangganan juga tetap bisa respon, tapi via Pararius atau Funda, di mana MVGM menjadi salah satu anggota makelar di situ. 

Enaknya jika bayar keanggotaan 30 euro itu, kita bisa akan dikasih tau apartemen mana saja yang tersedia, sebelum diumumkan di publik. Jika kita tertarik, tinggal tekan tombol viewing. Setelah itu, sistem MVGM akan mengundi beberapa pemilih tercepat. Pemenangnya akan dihubungi via telpon untuk wawancara awal terkait income dan akan lanjut untuk viewing rumahnya.

Nah, kami pun mencoba keberuntungan mencari rumah lewat makelar ini. Sempat menang undian sekali, namun tidak dilanjutkan oleh MVGM sebab income kami tidak mencukupi. Jadi jika pemenang pertama tidak lolos, akan ditawarkan ke pemenang undian kedua dan seterusnya.

Kasus itu terjadi dengan kami. Suami memperoleh email tidak terpilih oleh MVGM pada awal Agustus untuk salah satu apartemen yang mereka informasikan. Namun, akhir Agustus yang lalu suami dihubungi oleh MVGM. Katanya terpilih untuk menjadi penyewa selanjutnya, dan di email memang ada pemberitahuan kalo suami terpilih untuk apartemen yang dulu sempat tertolak itu. Agak kaget juga, karena saya kira sudah lost aja gitu. Akhirnya kami pun melakukan viewing, dan mengirim beberapa berkas yang perlu dilengkapi setelah setuju untuk mengontraknya. Pertengahan September ini kami sudah tanda tangan kontrak dan bayar sewa bulan pertama dengan MVGM. Alhamdulillah dapat juga. Yeay! We’ll move again next month.

Selain ketiga website di atas ada juga website lain seperti K&P, 123Wonen, dan makelar lainnya. Sistemnya beda-beda, tergantung masing-masing makelar. Terpilihnya pun nggak bisa diperkirakan.

Kalau Orang Indonesia Beli Rumah di Belanda Bisa Nggak?

Bisa donk. 

Lho, kok?

Mungkin agak sedikit kaget ya, karena membeli rumah secara langsung berarti membeli hak milik tanah juga dan di Indonesia yang berhak membeli properti itu hanya orang Indonesia, bukan WNA. 

Lain halnya dengan Belanda yang membolehkan warga asing sekali pun untuk membeli properti. Ada beberapa teman yang memang berencana untuk tinggal di Belanda lebih dari lima tahun memilih beli rumah daripada sewa.

Beli rumah di Belanda ternyata lebih menguntungkan daripada dengan sewa. Cicilan per bulan pun tidak begitu menyiksa dan kalau kita berbicara tentang bunga, nyatanya bunganya malah lebih kecil dibandingkan kalau kita beli rumah di Indonesia yang bunganya wow banget. Nggak ada uang muka/persekot yang harus dibayar juga. Yaaa paling bayar biaya administrasi, pajak, notaris, dan makelar. Bayarnya juga bisa dicicil kok.

Demikian lah informasi yang bisa saya berikan seputar pencarian rumah di Belanda, terutama di Groningen. Beberapa website ada yang bisa kita gunakan juga untuk mencari rumah di beberapa provinsi di Belanda ini kok. Untuk kamu yang sedang berjuang mencari rumah juga, semangat berburu ya. Semoga beruntung!

Ghina Hai, saya Ghina. Perempuan pecinta pagi, pendengar setia radio dan podcast, menulis tentang kehidupan perempuan dan hal terkait dengannya.

2 Replies to “Bagaimana Mencari Rumah di Groningen, Belanda?”

  1. Repotnya berasa juga kalo cari kontrakan di LN ya mba 😄. Dulu pas zaman kuliah, aku cari tempat tinggal ya dicariin papa, aku nya tinggal masuk aja 😂. Jadi belum ngerasain ribet2nya cari tempat tinggal di LN.

    Tapi jadi inget cerita mama mertua, pas msh jadi diplomat di beberapa negara, kebanyakan Eropa. Gimana pusingnya nyari yg cocok 😄. Kalo mama yg penting lokasi strategis, tapi artinya mahal. Ada temen mama yg juga diplomat, lebih milih lokasi jauuh, di pegunungan, luas, gede, murah, tapi jauh dr mana2′ 🤣. Mau ga mau hrs ada mobil juga. Masing2 orang punya preferensi sih Yaa… :).

    1. iyaaa mbaak. sungguhlah bejo bejoan dan harus tahu triknya nih..apalagi di eropa ini makin banyak pendatangnya tapi tempat tinggal nggak nambah juga. paling repot sebenarnya kalau lgsg bawa keluarga gitu. apalagi bawa anak, masih banyak yang ga nerima dan ga suka kalau kita punya anak gitu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!