• Groningen,  Journey,  Minimalist Journey

    Hidup Minimalis di Belanda

    Hai, ada berapa baju di lemarimu? berapa baju yang paling sering kamu gunakan? Ngobrolin tentang fashion memang tidak akan ada habisnya. Tapi, seperti cerita saya sebelumnya, saya sedang cukup antusias¬† untuk hidup Minimalis. Akhirnya saya beranikan diri untuk menerapkan Minimalis sebagai gaya hidup saya, meski masih sedikit-sedikit. Sebenarnya hal tersebut saya lakukan karena saya berkaca juga pada diri sendiri. Gaya hidup bisa diterapkan bisa jadi karena memang sebenarnya beberapa hal sudah mendukung ke arah sana. Atau beberapa hal tersebut harus benar-benar dirubah untuk menuju gaya hidup yang lain. Jadi, sebenarnya gaya hidup itu ya kembali kepada masing-masing lagi. Berat atau ringan melakukannya, kembali pada diri masing-masing. Saya sendiri bukan tipe…

  • bullet journal journey,  Journey

    Refleksi Bullet Journal : Awal yang baik dimulai dari saat ini

    Awal tahun sudah datang, lalu kita diakrabkan dengan yang namanya ‘resolusi’. Yang intinya adalah sebuah pengharapan agar di tahun ini segalanya lebih baik lagi, beberapa mimpi saat tercapai, meski kadang tak sedikit juga yang menganggapnya biasa-biasa saja. Mengawali tahun baru dengan segudang harapan itu wajar. Tidak salah juga. Kita memang perlu berharap, selama itu baik dan manfaat. Toh, siapa saja berhak untuk berharap. Bukan hanya milik mereka yang kaya, atau yang berpendidikan semata. Berbicara tentang harapan berkaitan pula dengan impian. Eh tapi sama apa beda sih keduanya? Hmm.. Harapan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia artinya Sesuatu yang diharapkan menjadi kenyataan. Sementara itu, impian lebih kepada kiasan bagi seseorang yang memiliki…

  • Groningen,  Story

    Awal-awal tinggal di Groningen

    Jadi pada tanggal 19 Mei tahun kemarin menjadi awal kaki menginjakkan diri di Negara Kincir Angin. Saya mau bercerita sedikit tentang hal ini. Tentang awal kami menginjakkan kaki di kota kecil ini. Groningen. Rada telat atau bahkan telat banget ya baru menceritakannya sekarang. Maklum. Baru pengen, saya nulis masih karena pengen aja soalnya. Tapi momen awal ini agak sayang untuk dilewatkan. Akhirnya setelah konsultasi kegalauan dalam dunia perblogan saya, mbak @ewafebri sudah menyelamatkan saya dari kegalauan tersebut. Makasih mbak. Jadi, awal kami sampai di Groningen, kami bertiga jetlag. Tentu saja. Ini perjalanan terlama dan terjauh kami. Membawa anak kecil yang sedang tumbuh kembang menjadi tantangan sendiri. Untungnya, Nahla banyak tidur…

  • Story

    Kenangan Masa Kecil di Bulan Desember

    Libur tlah tiba, libur tlah tiba, hore hore… -Libur tlah tiba by Tasya Kamila Desember, bulan di penghujung tahun. Melewati bulan Desember berarti memasuki masa-masa libur sekolah, keramaian menjelang Natal dan Tahun Baru, serta betambahnya usia. Dahulu, saat masih berada di bangku sekolah dasar (MI) saya paling suka suasana bulan Desember. Libur panjaaaang. Hehe. Orangtua sih enggak pernah ngajak jalan kemana-mana ya. Ingatan saya saat masih kecil adalah banyak bermain dengan teman-teman yang masih ada ikatan darahnya, alias saudara. Namanya juga di kampung kan ya. Nonton tivi Main di rumah tetangga yang punya televisi, misalnya. Zaman MI yang udah punya tv masih sedikit ya. Tapi, ada untungnya juga, kita bisa…

  • Blogging,  Journey

    PINDAH RUMAH BLOG

    Riwayat perjalanan ngeblog saya sebenarnya sudah lumayan lama. Sejak 2012. Hanya saja, isinya ya begitu sih, curhat-curhat nggak jelas, catatan ngaji saat dulu di pondok, dan galery foto yang nggak banyak juga. Maka dari itu, saya sembunyikan. Catatan yang hanya dinikmati untuk diri sendiri. Menulis memang hobi, tapi tulisan saya juga nggak bagus-bagus amat. Cuma senang saja jika sudah mencatat. Antara lega, bahagia, dan kadang nggak nyangka kalo ini tulisan diri sendiri. Yang membuat keberanian saya muncul untuk mempublish segala tulisan itu ya semenjak disini. Groningen. Saya ketemu 2 ibu-ibu yang keduanya adalah blogger, dan Ph.D Mom. Kan jelas membuat saya panas. Hoho. Jika satu hal diantaranya belum bisa diikuti,…

  • Random Thought

    Tepat Waktu

    Menikmati perjalanan dengan menggunakan kendaraan umum seperti kereta, tandanya kita harus berkejaran dengan waktu. Mengecek kepastian tempat dan kedatangan kereta. Kita berlari, seakan waktu begitu sempit dan sedikit yang tersisa. Saya mendapati hal tersebut di sini. Eropa. Tentu tidak diragukan lagi, disiplin mereka sudah tertanam sedari dini. Berakar hingga turun temurun. Menghargai setiap detik, setiap menit. Mereka hayati dan kagumi dengan raut bahagia. Saya pun merasakannya. Terasa saat Nahla dipuji-puji karena lucunya tingkah dia saat menggunakan jaket winter. Bagi saya itu adalah hal biasa. Bagi mereka adalah sebuah apresiasi. Mereka menghargainya secara tulus. Menunjukkannya dengan senyuman. Sementara itu, disiplin sudah jadi tradisi mereka. Menghargai waktu. Menepatinya, tidak melebihi, sekalipun sekadar…

  • jalan jalan

    Maulid Nabi dan Haul Gus Dur di Wageningen : Suasana rasa ‘Rumah’.

    Kemarin, saya mencoba meminta suami utk mengajak kita ke Wageningen. Krenteg ati, pokok pengen banget ikut dibaan, ketemu teman-teman baru, dan mendengarkan tausyiah yang menyejukkan. Hal-hal tersebut mampu membuncahkan rindu setelah sekian lama terpendam. Benar saja, dari mulai perjalanan di kereta, ada saja hal-hal ‘nyambung’ nya. Di kereta ketemu 2 orang Indonesia. Seorang Mbak yang sama tujuannya dengan kita dan seorang Mas yang tujuannya ke Utrecht. Bisa dibayangkan donk, sepanjang jalan kita keasyikan ngobrol. Obrolan dari mulai asal muasal, beasiswa apa, dan temannya siapa aja. Alhasil ternyata si Mba adalah temannya si A, si B, dan si C, dan tinggal disini dengan beasiswa yang sama dengan si Ayah. Dunia sempit…

  • Journey

    Ujian Online : Tantangan dan solusi untuk pendidikan masa kini

    [ sponsored post] Bulan Maret kemarin menjadi momen yang cukup berkesan buat saya. Saya menjadi bagian dari tim wara wiri untuk pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Ya, Tahun ini adalah tahun keempat pelaksanaan Ujian berbasis online, dan tahun kedua bagi sekolah kami. Berbasis online berarti perlu menggunakan media elektronik, dan sekolah kami belum memilikinya. Hmmm?¬† Rapat demi rapat terlewati, wara-wiri sana-sini, bongkar pasang ini itu, pelaksanaan Ujian Nasional kali ini perlu persiapan lebih. Karena sekolah kami akan melaksanakan ujian secara mandiri. Sekolah yang terdiri dari beberapa Pondok Pesantren kecil ini masih sangat minim fasilitas. Kami tergopoh-gopoh untuk mengejar ketertinggalan. Sekolah yang masih menumpang di Pondok Pesantren, komputer yang hanya…

  • Groningen,  Story

    Jalan pintas

    Kemarin, perjalanan menuju Venuslaan saya mencoba untuk melewati jalan lain. Jalan depan Paddepoel. Jalan pintas seharusnya memang lebih cepat. Mengurangi keterbuangan waktu untuk kemanfaatan waktu. Nyatanya mencari jalan pintas tak selamanya mengurangi keterbuangan waktu. Saya sih masih sering nyasar. Termasuk saat iseng jalan lewat Paddepoel. Terkadang otak berfikir sejenak, mencoba mengira-ngira jalan yang akan ditempuh.¬† Tapi sudah berusaha keras untuk mengira-ngira jalan pun, tetap saja tidak lihai. Hanya terus berputar, tersesat, bahkan bisa sampai menyerah. Untungnya, kemarin perjalanan cukup berjalan dengan lancar. Hanya melewati satu putaran yang tersesat. Selama di Groningen, saya sering main ke Planetenlaan. Berhubung tempat tinggal saya cukup jauh dari komunitas orang-orang Indonesia, saya jadi sering bermain…

  • Cerita Nahla,  Ngobrol

    Nina bobo dan ancaman

    Me : (sedang menyanyikan lagu nina bobo sama Nahla, tiba tiba si Ayah dateng langsung nimbrung) Ay : kasihan banget sih anak kecil Me : kasihan gimana? Ay : lah itu, sudah diancam sama lagu Me : (mikir tapi nggak ngeh juga) Ay : itu kalo tidak bobo, nanti bak digigit nyamuk lho. Padahal kan nggak digigit juga Me : hemm, iya juga sih. Eh tapi ini cuma lagu

error: Content is protected !!