Ghina Hai, saya Ghina. Perempuan pecinta pagi, pendengar setia radio dan podcast, menulis tentang kehidupan perempuan dan hal terkait dengannya.

Cara Mengatur Keuangan Keluarga Saat Lebaran

2 min read

cara mengatur keuangan keluarga saat lebaran

Dua minggu lagi, lebaran akan tiba. Ada yang sudah ketar-ketir untuk mengatur dana lebaran nggak? Kalau mudik perlu bagi-bagi angpao untuk keponakan, saudara, sepupu, biaya mudik, dan lainnya. Kalau nggak mudik biasanya ada juga membagikan hampers untuk sanak saudaranya. Hmm, Bagaimana biar keuangan kita tidak bocor ya? 

Tradisi Lebaran yang hanya setahun sekali menjadi momen yang mengakrabkan keluarga. Makanya tidak heran saat Lebaran tiba, selain saling berkunjung, biasanya ada amplop yang diselipkan untuk anak-anak maupun orang tua kita. Pengeluaran saat lebaran ini banyak lho ternyata. Tapi harusnya pengeluaran keuangan ini tidak boleh mengganggu anggaran keuangan lainnya.

Baca juga : Pentingnya Tabungan Pendidikan Anak

So, bagaimana cara mengatur keuangan keluarga saat lebaran ini?

Tips agar Keuangan Keluarga Aman saat Lebaran

1. Buat budgeting tahunan khusus

Dana lebaran  itu kalau dihitung-hitung bisa cukup untuk biaya hidup sebulan bahkan lebih lho. Karena sakingnya besarnya, kita perlu membuat dana anggaran tahunan khusus untuk lebaran ini. Caranya bisa dengan membuat budgeting tahunan khusus.

Buat anggaran yang rata-rata akan kita keluarkan saat lebaran, seperti : biaya transportasi mudik, beli oleh-oleh, dana makan-jajan, angpao buat sanak saudara, baju baru, dan lainnya.

Kita bisa mengalokasikan anggaran pengeluaran tersebut dari jauh-jauh hari. Malah utamanya sejak awal tahun pembukuan. Dengan begitu, pengeluaran lebaran tidak akan mengganggu post-post dana lainnya. 

Cara mudah untuk menyimpan post dana lebaran ini bisa dengan cara membuat rekening baru yang khusus mengelola budget tahunan seperti dana haji, pendidikan anak, dan lain-lain. Dengan pemisahan rekening ini membuat kita tidak halu dengan nominal angka yang ada di satu rekening. Biasanya kan kita kalau melihat nominal banyak suka gatel ingin beli ini itu kan? Padahal ternyata itu tuh gabungan dari banyak post pengeluaran. Terus ujung-ujungnya bisa bocor deh. Jangan sampai ya.

2. Bedakan kebutuhan dan keinginan

Yakin harus beli baju baru buat lebaran? Cek lagi coba itu isi lemari pakaian, jangan-jangan warna dan model yang kita ingin sudah kita miliki. Atau ada baju bagus yang jarang dipakai dan cocok untuk kita pakai saat lebaran nanti? 

Beli segala macam kue juga biasa suka kalap nih. Memang kurang pas rasanya kalau lebaran tanpa kue-kue kering ya. Tapi, tentu nggak perlu banyak-banyak ya. Lagian kan pandemi begini kita bisa saling maaf-maafan secara virtual.

Kalau sudah merasa banyak hal yang tetiba ingin kita beli, coba cek lagi deh, itu kebutuhan atau keinginan kita belaka. Nggak semua yang ditawarkan di depan mata kita penuhi. Sebelum memutuskan hal tersebut keinginan atau kebutuhan, ada baiknya kita pertimbangkan dengan menunggunya selama 1×24 jam. Menimbang-nimbang lagi, jangan-jangan ini hanya ego kita yang membuat hal tersebut jadi kebutuhan, padahal aslinya itu adalah keinginan semata.

3. Mudik hemat

Dulu saat masih bisa mudik, biasanya suami akan membeli tiket pulang-pergi sebulan sebelumnya. Selain mengantisipasi lonjakan harga, juga mengantisipasi lonjakan penumpang. Tahu sendiri kan, lebaran itu suka ada pembatasan pembelian tiket kereta. Malah kalau belinya mepet, harganya bisa naik banget.

Sepertinya hal itu berlaku untuk moda transportasi lainnya ya. Dengan mempersiapkan dana dan pencarian tiket dari jauh-jauh hari, kita bisa mengatur schedule jadwal kita dan juga kebutuhan mudik kita lebih aman tentunya. Syukur-syukur kalau kita bisa mendapatkan tiket murah.

Baca juga : Pulang Kampung saat Normal Baru

Tiket murah bisa kita dapatkan dengan berbagai cara. Seperti dulu saat teman saya yang perlu membeli tiket pesawat ke luar jawa, hampir  tiap malam dia mengecek harga tiket. Biasanya kalau malam harganya ndlosor alias murah banget, beda dengan harga pada siang hari. Selain itu, menggunakan website tertentu juga kadang bisa memberikan penawaran harga yang lebih murah juga. Seperti website skyscanner. Dulu saat mudik dari eropa ke indonesia, lumayan banget saya dan keluarga kecil bisa bayar total hanya sekitar 15 juta.

4. Seleksi ketat angpao dan keperluan lebaran

Memberikan angpao adalah tradisi kita untuk membahagiakan sanak saudara yang lebih muda usianya dari kita. Sayangnya pemberian angpao ini kadang menuntut bagi orang yang sudah mendapatkan pekerjaan. Padahal kan kita nggak tahu ya, jangan-jangan dana gajiannya hanya cukup untuk dirinya dan keluarganya saja atau dipakai untuk menutupi hutang-hutangnya. 

Hal paling penting diingat, kita tidak bisa memberikan kebahagiaan kepada semua orang. Dalam pembagian angpao sendiri, jika memang terbatas, cukup berikan kepada saudara-saudara terdekat saja. Berikan kepada yang tidak mampu malah lebih utama bukan? 

5. Coba buat sendiri

Lebaran ini kalau saya biasanya jadi ajang kumpul keluarga besar untuk masak besar. Iya, maklum memang keluarga besar karena jumlahnya banyak banget kalau sedang kumpul-kumpul gitu.

Dari situ saya bisa memetik pelajaran, bahwa membuat makanan lebaran dengan olahan sendiri ini selain memuaskan juga lebih hemat. Ibu saya bahkan lebih suka menyajikan makanan khas tradisional daripada kue-kue kering. Jadi yang tersaji di meja itu biasanya adalah pais pisang, pais kipas, ketan, cucu, bolu, dan lainnya.

Pertimbangan utama jika kita mau membuat makanan sendiri adalah kita tidak merasa repot dan kita bisa membuatnya. Soalnya sesungguhnya repot sekali, apalagi kalau tidak tidak siap untuk membersihkannya. Tapi dengan kerjasama seluruh anggota keluarga dan komitmen untuk membersihkan rumah bersama-sama, bebannya jadi lebih ringan.

Nah, kalau merasa repot, merasa lebih mahal, dan kita tidak jago membuatnya, gimana donk?

Kalau memang tidak bisa membuatnya, tentunya kita bisa mengandalkan saudara, tetangga, atau pengusaha lokal. Selain mendukung usahanya, kita juga ikut membantu mencintai produk-produk lokal.

Ghina Hai, saya Ghina. Perempuan pecinta pagi, pendengar setia radio dan podcast, menulis tentang kehidupan perempuan dan hal terkait dengannya.

33 Replies to “Cara Mengatur Keuangan Keluarga Saat Lebaran”

  1. Membedakan kebutuhan vs keinginan nih PR abadi sepanjang hidup ya kak wkwkw
    Apalagi, kalo rajin mantengin akun2 selebgram di IG, hadeuuh “racun”-nya banyaaakk
    😀
    Eniwei, makasiii bgt tipsnya. InsyaALLAH siap praktikkan!

    1. Iya mba nurul. Kadang kita tuh nggak sadarnya sering nganggap itu kebutuhan saking pengennya pdhl itu masuk list keinginan yaa.

      Sama-sama mba nurul. Yuk praktik bareng-bareng

  2. Aku kalau lebaran habis-habisan, terutama kalau mudik…dah merantau pulkam ke dua kota berbeda, keduanya keluarga besaar pula.
    Dan bener butuh perencanaan biar engga bocor dan pas balik dompet enggak kosong

  3. Bukan saat lebaran saja, kita juga harus pandai ngatur uang setiap hari. Biar tidak lebih besar pasak daripada tiang

  4. Kyknya kalau pas lebaran pengeluaran terbesar kami adalah buiat mudik mbak, dulu sblm pandemi. Tapi saat gak mudik sih lumayan berkurang walau ya kdng bertepatan dengan hal lain kyk anak masuk sekolah dll hehehe
    Soal membedakan kebutuhan dan keinginan tu bener banget, apalagi masa kyk skrng kudu hidup prihatin ya krn pandemi jg blm selesai.

  5. Aaaaa tidak terasa yaa bentar lagi lebaran, apalagi ini tahun pertama saya menjalani lebaran sebagai keluarga baru hehe. Tulisannya bermanfaat sekali buat saya, terima kasih mbak ghina sudah sharing.

  6. Karena freelancer, ya tahun ini masih sama: ga ada THR buat dikelola. Uang yang ada sebisa mungkin kami atur buat bertahan hidup. Memang yang berat tuh bedain keinginan dan kebutuhan. Banyak inginnya paahal sering ga butuh. Untuk baju lebaran sih kami ga suka beli, paling malah boros makanan hehe. Untung ada kiriman kue kering dari teman, jadi bisa berhemat.

  7. Kalau di rumahku udah biasa sih ya masak-masak sendiri. Makanan yang hanya setahun sekali dibuat itu: opor dan sambal goreng hehehee… Santai aja masaknya sambil ngobrol dengan ibu dan kakakku.
    Untuk dana lebaran memang harus dari awal disisihkan ya, tiap bulan nabung berapa gitu. Jadi ketika kita membutuhkannya enggak kelabakan dan malah mengurangi pos pengeluaran yang lain.

  8. yang kadang bikin bablas ini angpau lebaran, secara ponakan banyak, belum lagi anak teman, anak tetangga, seringnya disini aja yang bikin pengeluaran dadakan tak terelakkan, heheh maklum setahun sekali juga sih ya

  9. Krna taun ini maish blum bsa mudik, jdi bisa berhemat kembali ya mba, walau sedih jga rasanya dan harus cari hari lain buat mudik

  10. Nah setuju kak, kami juga gitu kalau ada planning buat mudik udah di budget dari awal tahun, jadi pas MO mudik ga melulu pakai yang THR… Kami pake cara gini biar ga kaget sama Dana mudik yang wow itu.

  11. Sejak pandemi ini keknya keinginan memang direm dulu bahkan distop deh, wkwk.. Jadinya utamakan kebutuhan.
    Memang pemisahan tabungan sesuai sengan tujuannya penting mbak Ghin. Makasih lho udah ngingetin buat jangan boros pas lebaran, haha..

  12. Udah dari tahun kemarin aku mulai tidak membiasakan angpao sih. hihi. sekarang paketan angpaonya justru diberikan saat Ramadan. Selain karena keutamaan sedekah di bulan yang mulia juga dalam rangka menyeleksi ketat angpao tadi wkwkw. Thanks kak ghin tipsnya

  13. Poin 1 itu sudah saya terapkan dalam 4 tahun terakhir, benar-benar bisa bikin keuangan tetap stabil. Positifnya lagi, di masa pandemi gini, budget mudik dan baju baru ga kepake, bisa buat nambahin beli emas heheeh

  14. Poin 1 itu sudah saya terapkan dalam 4 tahun terakhir, benar-benar bisa bikin keuangan tetap stabil. Positifnya lagi, di masa pandemi gini, budget mudik dan baju baru ga terpakai, bisa buat nambahin beli emas heheeh

    1. Budgeting emang penting banget. Kalau di pikir pikir beli kue kering memang cukup lumayan ya. Harus pintar2 kita mengatut semuanya.

  15. Reminder bgt baca artikel ini. Budgetting dan perencanaan dana deket2 lebaran memang penting bgt. Biar gak banyak kebocoran dan konsumtif. Kalau ak pandemi jg pengeluaran banyak sih meski ga mudik 🙁

  16. Yang paling susah ngerem buat belanja dan jajan nih, apalagi pas puasa pengen nyoba jajan yang lagi trend. Duhh..

  17. ngebedain kebutuhan dna keinginan inilah yang masih berjuang mba Ghina, sering impulsenya kalau beli apa-apa tuh, lihat cantik dikit beli, padahal ga butuh, jadi uangnya sayang banget

  18. tahun ini gak nyiapin post mudik dan baju lebaran, karena masih banyak baju yg pantas dipakai di hari ied… tinggal angpaunya aja nih yg belum di amplopin…

  19. Meskipun belum berkeluarga, tapi dana Lebaranku juga bocor nih kak hahahaha..Ampun deh boros banget belanja online, bukber, banyak mkwkw. Kayaknya aku kudu makin belajar deh apalagi kalau nanti jadi ibu rumah tangga yah.

  20. tahun kemarin aku udah punya plan nih siapin budget buat selama ramadhan dan lebaran, tapi yaaah namanya juga perencanaan akhirnya bisa gak terealisasi karena satu hal dan yang lainnya. tapi aku gak nyesel, semua udah diatur sama Allah dan pasti ada hikmahnya.

    btw soal mengatur keuangan yang paling sulit nih kadang, mengatur antara kebutuhan dan keinginan, jadi pas nabung atau beli barang mikir dulu…penting gak ini? harus dibeli gak? butuh gak? atau cuman pengen aja? gitu nanya dalam hati, kalo gak bisa bablas, hehehe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!