Ghina Hai, saya Ghina. Perempuan pecinta pagi, pendengar setia radio dan podcast, menulis tentang kehidupan perempuan dan hal terkait dengannya.

Cara Mengetahui Penyebab Terjadinya Obesitas

2 min read

penyebab terjadinya obesitas

Ngomongin tentang penyebab terjadinya obesitas, saya jadi teringat sebuah short movie yang saya tonton beberapa bulan yang lalu. Menonton short movie ini jadi tamparan sekali buat saya untuk lebih selektif memilih makan dan merutinkan jalak kaki serta workout lagi.  

Jadi ceritanya, ada seorang cewek pekerja keras yang menemukan seorang pujaan hati melalui medsos. Sayangnya dia nggak tahu kalau ternyata si pasangan tersebut memiliki kebiasaan buruk. Pola makan tidak baik dan suka sekali dengan alkohol. Bahkan ketika si pasangan itu mengajak ngedate untuk kali pertama, laki-laki tersebut sibuk menenggak berkaleng-kaleng minuman beralkohol dan di atas mejanya ada tiga tumpuk pizza yang siap dilahap. Dating mereka pun gagal karena si laki-laki sudah kelimpungan membawa diri dengan perut kekenyangan dan  efek minuman yang membuat dia mabuk tak karuan.

Baca juga : Memilih Menu Diet Sehat

Melihat berat badan si laki-laki yang penuh lipatan, saya lalu menyentuh perut saya. Ah ada lipatan sih, tapi tidak seberapa dibanding dengan lipatan laki-laki di video tersebut. Jika melihat bobot serta lipatannya yang over begitu, bisa jadi kalau di dunia nyata si laki-laki tersebut sudah terkena yang namanya penyakit obesitas ya.

Ya ampun ngeri. Jangankan untuk ngedate ya, beraktivitas sehari-hari juga kesusahan kalau begitu mah.

Obesitas dan Gaya Hidup

Ilustrasi dari short movie tersebut memberikan gambaran tentang diri kita saat ini. Perubahan gaya hidup, godaan makanan cepat saji, dan pertumbuhan industri serta ekonomi memiliki pengaruh pada kesehatan kita.

We are what we eat. Hidup memang memerlukan makanan untuk memberikan energi. Namun, bagaimana memilih dan mengolah energi juga perlu kita pikirkan.

Obesitas menjadi hal yang sangat menakutkan bagi saya, ayah saya salah satu orang yang terkena obesitas. Karenanya saya pun memiliki faktor risiko untuk terkena obesitas. Apalagi perempuan, menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 tercatat bahwa perempuan memiliki risiko lebih besar 32,9 % dibanding laki-laki yang hanya 19,7%.

Secara definitif, obesitas adalah kondisi kronis pada tubuh karena adanya penumpukan lemak dalam tubuh yang sangat tinggi. 

Kenapa lemak itu bertumpuk? Melihat dari ilustrasi di atas rasanya sudah cukup menggambarkan ya. Si laki-laki tersebut terus mengkonsumsi makanan yang mengandung banyak kalori, tambah pula dan asupan alkohol. Setelah kekenyangan, lanjut dengan duduk terkulai lemah karena kekenyangan dan tertidur kemudian. 

Lemak menumpuk, menumpuk dan menumpuk. Bukannya dibakar, malah dibiarkan menumpuk begitu saja.

Cerita tersebut nyatanya bukan hanya sekadar cerita fiksi. Dalam kenyataannya, kita juga sering melakukan hal tersebut. Meski perut belum membuncit, namun lekas membakar lemah setelah mengisinya lebih sering kita abaikan. Malah kita seringnya lanjut duduk terpekur di depan layar atau malah rebahan doank.

Baca juga : Olahraga Rebahan Untuk Mengecilkan Perut

Faktanya, kebiasaan buruk tersebut memberi banyak dampak buruk pada tubuh kita. Seperti menguitip dari Anlene, obesitas bisa menjadi salah satu penyebab penyakit kardiovaskular. Pengertian dari kardiovaskular sendiri adalah penyakit yang berhubungan dengan pembuluh darah dan jantung. 

Cara Deteksi Dini Penyebab Obesitas

cara untuk mendeteksi obesitas

1. Hitung berat badan

Cara mudah menghitung berat badan ideal adalah dengan menggunakan patokan Body Mass Index (BMI). Cara menghitungnya berdasarkan hitungan berat badan dan tinggi badan. Penghitungan dengan cara ini mendasarkan pada usia dan bisa berlaku pada orang yang berusia 20 tahun ke atas. Jika hasil BMI lebih dari 25 berarti terkena overweight, sementara jika lebih dari 30 berarti sudah terkena obesitas.

Cara menghitung berat badan ideal :

Berat badan ideal = berat badan ( kg) : tinggi badan (m kuadrat)

Catatan : angka BMI normal berkisar antara 18.5 – 25.

2. Perhatikan pola tidur

Jika kamu susah tidur serta waktu tidur kurang, perlu kita waspadai. Hal tersebutnya nyatanya merupakan salah satu penyebab obesitas.

Kebutuhan tidur manusia dewasa menurut National Sleep Foundation tidak boleh kurang dari 6 jam setiap harinya. Sok, cek dan hitung kembali jumlah jam tidur kita, yuk. 

3. Amati konsumsi harian

Asupan nutrisi gizi yang cukup menjadi hal krusial yang makin sering terabaikan. Padahal tubuh pun perlu pemenuhan yang cukup untuk menyuplai kegiatan kita sehari. Patokan makan tidak boleh hanya sekadar kenyang. Lebih dari itu, perlu memenuhi gizi seimbang.

So, jika sehari-hari makanmu lebih banyak mengkonsumsi makanan penyebab obesitas, seperti makan gorengan, makanan cepat saji, minuman bersoda, banyak makanan manis-manis tanpa dibarengi dengan olahraga dan minum putih yang cukup, ya waspada saja! Sebelum terlambat, kita bisa atur ulang dengan pola makan yang lebih sehat tentunya.

4. Cek kondisi tubuh

Beberapa kondisi orang yang terkena obesitas bisa kita amati dari kondisi tubuh. Kondisi tersebut seperti tubuh yang mudah pegal, nafas tersengal-sengal, mudah lelah dan keringat berlebihan.  

5. Lain-lain

Beberapa faktor seperti keturunan, efek dari konsumsi obat-obatan, serta hormon yang tidak seimbang  juga bisa menjadi penyebab terjadinya  obesitas. 

Risiko dari berbagai penyebab di atas adalah munculnya berbagai penyakit kardiovaskular lainnya seperti penyakit jantung, stroke, diabetes dan lainnya. Memahami kondisi tubuh dan asupan serta paham penyebab obesitas  perlu menjadi hal yang kita perhatikan. Sehingga kita bisa mencegah dan tidak terlambat untuk mendapatkan penanganannya. 

Ghina Hai, saya Ghina. Perempuan pecinta pagi, pendengar setia radio dan podcast, menulis tentang kehidupan perempuan dan hal terkait dengannya.

22 Replies to “Cara Mengetahui Penyebab Terjadinya Obesitas”

  1. Saya juga termasuk orang yang mudah gemuk. Nih saja, lipatan perut kemana – mana sudah pakai alat pengecil perut + olahraga namun tetap lipatan tak menyusut juga kalau untuk diet ekstrim takut malah jadi penyakit.

      1. Aku juga sejak lahiran sampai sekarang belum pulih ke BB awal. Termasuk gemuk bgt. Lagi rutin olahraga juga minimal 15 menit sehari. Kalau makan belum bisa dijaga, masih busui wkwk (alasan). Jam tidur sih yang susah nih

      2. Ini nih, langkah sederhana yang sulit dilakukan. Saya sendiri termasuk yang tidak konsisten dalam hal ini, jadilah gak kurus-kurus 😁

  2. Auto ngitung hahahhaa. Iya sih obesitas ini rawan terjadu akhir-akhir ini. Apalgi bagi kaum rebahan kareja pandemi ini hwkaka #pembelaan. Sip mbakninformatif. Harus segera ditindak lanjuti seimbangkan pola makan dan pola hidup sehatnya ya

  3. Setuju banyak faktor yang mempengaruhi obesitas. Ketika asupan makanan yang surplus dan aktivitas fisik kurang maka timbullah berat badan yang berlebih.

  4. Ini nih, langkah sederhana yang sulit dilakukan. Saya sendiri termasuk yang tidak konsisten dalam hal ini, jadilah gak kurus-kurus 😁

  5. Baru tahu kalau pola tidur juga mempengaruhi mbak. Bener bener harus jalani pola hidup sehat ya

  6. Alhamdulillah setelah menghitung body massage index ini beratku masih dalam tatanan normal. Takut juga ya sampai obesitas, naik berat badan dikit aja rasanya udah tersengal-sengal nafasnya kalau jalan

  7. Lihatin rumus berat badan ideal tadi langsung mencet kalkulator wkwk. Masih rentang normal sih Alhamdulillah. Tapi katanya berat badan ideal belum tentu sehat juga 🙈 Karena bisa jadi itu lemak wkwk #emak2dietgakjadi2

  8. Iya bener bahaya banget ya kalau udah obesitas … banyak sekali.penyakit yg mengintainya ….

  9. Nahh badanku lucu mba, kalau lagi di perantauan badanku mudah banget naik BB nya. Tapi kalau uda menetap lama dan balik ke kampung, BB ku langsung nurun.
    Hehehhe
    Kadang kalau gini, gk perlu mikir obesitas dan segala macamnya. Kayak uda terformat sendiri

  10. Masalah BB ini untuk semua kalangan ya. Nggak muda / tua. Aku pun niat yang besar namun praktek olahraga yang kadang seminggu ga dilakukan . Semangat

  11. Saya banget nih kalau sering punya masalah dengan berat badan saya. Kalau olahraga saja jarang saya kalau ngelakuin di luar rumah karena saking magernya :))

    Kalau ramadhan udah kelar nanti semoga saya bisa jalanin diet dan rajin olahraga lagi

  12. mulai was was sama berat badan

    wah ternyata resiko buat cewek lebih gede juga ya mbak, sedih bgt 🙁

    mager bgt klo olahraga akutuu hikssss

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!