Ghina Hai, saya Ghina. Perempuan pecinta pagi, pendengar setia radio dan podcast, menulis tentang kehidupan perempuan dan hal terkait dengannya.

Merawat Kulit Sembari Merawat Bumi Dengan Komoditas Lokal

5 min read

ayok merawat kulit sambil merawat bumi

Merawat kulit agar cerah nan berseri adalah dambaan semua orang terutama perempuan. Kulit memiliki daya tarik yang luar biasa dalam memberikan pandangan luar terhadap seseorang. Bahkan sekadar menebak usia pun, dengan melihat kulit, kita bisa menemukan jawabannya. Lalu bagaimana seharusnya kita memperlakukan kulit kita?

Kulit Sebagai Simbol Cantik dan Sehat

Kecantikan sudah menjadi hal yang diperbincangkan sedari zaman Yunani Kuno. Putri-putri keraton di kerajaan nusantara juga mengusung kecantikan sebagai hal penting, tidak hanya cantik dari luar, kecantikan dari dalam (lelaku) pun memiliki nilai penting yang diterapkan pada masa itu. Untuk saat ini, menambahkan nilai cantik dengan peduli pada lingkungan pun menurut saya penting untuk diperhatikan.

Berbicara tentang kecantikan, meski tema kecantikan berbeda dari tahun ke tahun, namun sasaran tentang cantik yang dilihat masih tetap sama. Ialah kulit yang utama, lalu dilanjut dengan rambut dan kuku.

Kulit menjadi sorotan utama dalam perawatan karena kulit yang sehat, bersih, berseri bisa menjadi simbol cantik itu sendiri. Percaya diri dan kesehatan mental kita bahkan bisa dipengaruhi oleh kondisi kulit kita.

kecantikan wanita dalam balutan perawatan kulit
Kulit memiliki ingatan terhadap perlakuan kita merawatnya

Kita kemudian fokus untuk melakukan perawatan terhadap kulit. Awalnya, kosmetik muncul untuk memoles penampilan kita dan sedikit memperhatikan kebutuhan kesehatan anggota tubuh bagian dalam. Namun semakin ke sini, gaung skincare hadir untuk mengabarkan bahwa kulit tidak hanya perlu dipoles luarnya (make-up), namun juga dalamnya perlu dirawat juga.

Paradigma cantik pun tidak lagi hanya sekadar putih, namun cerah, awet muda, dan sehat tentunya. Perawatan kini lebih fokus untuk untuk mencegah terjadinya masalah kulit seperti penuaan dini, kulit kusam, penumpukan sel kulit mati dan lainnya. Usia bertambah yang kita rasakan, berefek cukup besar pada kondisi kulit. Kita ingin kulit tetap kenyal dan sintal meski usia bertambah tua.

Kita menolak tua? Tidak, karena pasti kita akan menua. Namun, kita lebih sering menolak untuk terlihat tua, betul?

Kenali Kulit Lebih Dekat Dengan Tahu Fungsinya

Setiap hari seusai mandi, kita berikan lotion pada anggota tubuh kita. Setiap hari selama kita mengenal produk perawatan kecantikan dan mengoleskannya ke tubuh kita, selain untuk kulit yang cantik, apa sebenarnya manfaat tersebut untuk kulit kita? Apa kulit-kulit benar-benar membutuhkannya, atau kita yang ingin butuh untuk terlihat cantik?

Baca juga : Bunga Telang Untuk Cantik Luar Dalam

Baiklah, sebelum menjawab hal tersebut, tentu ada baiknya kita mengenal lebih dekat dengan kulit itu sendiri, dimulai dengan memahami fungsi penciptaan kulit. Mengutip dari laman The Conversation, Cara McDonald, seorang dermatologist consultant di Rumah Sakit St Vincent Melbourne, memaparkan fungsi kulit. Berikut pemaparannya:

1. Kulit sebagai penghalang

Fungsi utama kulit adalah sebagai pelindung dari hal-hal yang tidak diinginkan yang berasal dari lingkungannya. Melindungi diri dari kekurangan cairan serta cedera fisik, seperti serangan dari serangga, nyamuk, dan lainnya.

2. Pembantu tubuh

Membantu melawan kuman alergen, toksin dan karsinogen, dengan menggunakan bagian dari sistem imun kulit yang paling luar.

3. Meregulasi Suhu Tubuh

Kulit yang bekerja dengan cara melebarkan dan menyempitkan pembuluh darah berarti sedang memberikan ruang bagi kulit untuk bernafas dan mengeluarkan panas dari tubuh.

Uniknya, temperatur dalam kulit kita juga diatur sedemikian rupa. Caranya ialah melalui pendinginan yang menguap melalui cucuran keringat serta efek isolasi dari berdirinya rambut tipis yang ada pada kulit kita.

4. Melindungi Tubuh dari radiasi Ultraviolet

Radiasi Ultraviolet (UV) menjadi hal yang menakutkan saat kita ke luar rumah saat terik matahari sangat menyengat. Kulit ada untuk melindungi kita dari UV tersebut, sehingga kita bisa terhindar dari melanin.

5. Menginduksi Produksi Vitamin D

Penyakit-penyakit silent killer bisa muncul disebabkan oleh kulit juga. Produksi vitamin D dapat membantu kulit untuk mencegah penyakit osteoporosis, obesitas, kanker, jantung, serta penyakit neurologis.

6. Menyembuhkan Luka

Luka biasanya terasa sakit karena rusaknya jaringan dalam tubuh. Kulit melakukan penyembuhan dengan tahapan hemostatis (pembekuan darah), inflamasi (peradangan), proliferatif (pembentukan jaringan baru) dan penguatan jaringan.

7. Memberi daya tarik fisik berupa kecantikan

Kondisi kulit kita mewakili persepsi seseorang terhadap kita. Awet muda bersih, sehat, glowing, dan istilah lainnya adalah indikator mutlak yang diinginkan oleh banyak perempuan. Perawatan kulit menjadi jalan utama yang digaungkan melalui berbagai cecaran produk-produk perawatan kulit atau lebih akrab dengan sebutan kosmetik.

Perlunya Merawat Kulit Sembari Merawat Bumi

ganti produk kosmetik sekali pakai dengan produk kosmetik berkelanjutan
Kurangi penggunaan kosmetik sekali pakai dengan kosmetik berkelanjutan dari komoditas sekitar kita

Yup, kita perlu melakukan perawatan untuk menjaga fungsi kulit agar bekerja tetap maksimal. Entah dengan 10 tahap perawatan kulit, pergi ke salon, maupun sekadar memiliki beberapa produk kosmetik sudah jadi bagian perawatan itu sendiri.

Saya tahu, ada banyak orang yang terjerumus pada konteks cantik yang berarti kulit harus bersih, berseri, dan lainnya. Selain itu, cara untuk merawatnya sebagian besar dari kita sudah terkontaminasi oleh produk pabrik sejak awal mengenal kosmetik.

Perjalanan dalam melakukan perawatan kulit pada masing-masing orang tentu berbeda. Namun setidaknya dari perjalanan tersebut, kita tidak hanya sekadar mengenali kulit kita semata. Lebih dari itu, penting juga untuk kita memahami bahan-bahan apa dibalik produk kosmetik tersebut, serta dampaknya pada kita dan lingkungan kita.

Ketika memasuki masa hamil, saya mendengar kabar bahwa beberapa komposisi dalam kosmetik ada yang tidak cocok untuk ibu hamil. Dari situ saya mulai mencoba mempelajari tentang hal terkait komposisi dan melirik komoditas alam untuk digunakan sebagai bahan kosmetik alami. Karena meskipun hamil, saya ingin tetap merawat kulit dan memenuhi kebutuhannya.

Bersyukurnya, belakangan ketika gaung dari gaya hidup zero waste saya semakin disadarkan lagi bahwa apa yang kita gunakan juga punya dampak pada lingkungan.

Setelah menunjukkan cinta pada kulit kita, maka kita pun perlu menunjukkan pada bumi tempat kita tinggal.

Baca juga : Menjadi Cantik Yang Sehat

Maka, ketika memilih kosmetik kita juga perlu mempertimbangkan hal berikut :

1. Mengecek komposisi Produk

Penting sekali untuk mengecek komposisi produk kosmetik. Komposisi seperti oxybenzone, octyl methoxycinnamate,butylated hydroxyanisole (BHA), butylated hydroxytoluene (BHT), dan siloxane adalah beberapa komposisi yang berbahaya bagi kulit.

Selain bagi kulit, ada juga yang berbahaya bagi lingkungan, ialah microbeads. Itu lho butiran halus yang kita lihat sewaktu mencuci muka pakai face wash. Ternyata, microbeads ini adalah sumber utama pencemaran sampah mikroplastik. Hewan-hewan laut menjadi korban dari konsumsi mikroplastik tersebut.

Ternyata, sampah mikroplastik ini juga bisa merusak tubuh kita. Jika ia masuk ke saluran pencernaan, hasilnya bisa merobek usus atau lambung. Mikroplastik tidak bisa dicerna karena saking kecilnya. Bisa saja keluar bersama kotoran, namun bisa jadi tidak semua keluar karena ukurannya tersebut. Lalu ia masuk ke sel darah dan mengganggu peredaran darah yang berakibat sistem syaraf terganggu. Efek buruknya, tentu bisa menyebabkan kematian.

2. Cari tahu cara pengujiannya

Seperti kita tahu, untuk mengetahui hasil suatu produk, perlu dilakukan uji coba. Sayangnya, yang biasa terjadi adalah hewan yang menjadi sasarannya.

Pelarangan Animal testing kini sudah banyak dilakukan di berbagai negara. Kita sebagai konsumen perlu paham tentang hal ini dan sebisa mungkin kita cari info terkait dengan produk kosmetik yang kita gunakan. Hal ini sebagai bentuk penolakan kita terhadap animal testing serta kepedulian kita terhadap sesama makhluk hidup. Hewan juga merupakan bagian dari makhluk hidup yang memerlukan kehidupan layak.

3. Memilih produk yang ramah lingkungan

Pilihan selanjutnya adalah produk yang ramah lingkungan. Selain komposisi produknya, perlu kita pertimbangkan kemasannya.

Biasanya produk kosmetik memang dikemas dalam botol plastik. Jika memang tidak bisa menghindarinya, tips seperti menggunakannya sampai habis dan memanfaatkan wadah untuk hal lain bisa diterapkan.

Selain itu, saat ini juga ada produk perawatan tubuh yang menggunakan bahan ramah lingkungan. Bisa kita dapatkan itu di toko zero waste atau biasa disebut bulkstore. Di sana produk yang dijual adalah produk home industry yang menggerakkan masyarakat lokal.

4. Memilih produk-produk komoditas lokal

Produk lokal adalah pertimbangan selanjutnya dalam memilih kosmetik. Indonesia adalah negara yang memiliki komoditas lokal berkualitas dan beragam. Ada banyak komoditas yang memiliki fungsi yang bagus untuk kecantikan kulit.

Baca juga : Gaya Hidup Sehat Selama Tinggal di Pare

Memilih komoditas lokal juga perlu mempertimbangkan komoditas produk yang ramah lingkungan dan juga ramah sosial. Madu dan kopi adalah dua produk yang rutin sering saya pakai untuk perawatan.

Saya berani menggunakannya karena mudah, murah dan manfaatnya bagus untuk muka dan tubuh. Kombinasi kedua bahan alami ini bisa menghindari kulit keriput, penuaan dini, komedo, dan lainnya. Selain madu dan kopi, saya juga beberapa kali pernah menggunakan kelor, mawar, melati, pegagan, binahong dan bahan sekitar yang ternyata memiliki khasiat bagus untuk kulit.

perawatan dengan masker kopi madu
Komoditas lokal ramah lingkungan : Madu dan kopi

Tentu selain dengan perawatan tersebut, konsumsi sayur, buah dan kegiatan olahraga semakin melengkapi kebutuhan kesehatan kulit kita.

Visi Ekonomi dan Kemajuan Investasi

Gencarnya produk kosmetika lokal yang lebih eco-friendly dan semakin banyak gerakan yang peduli pada lingkungan juga menjadi lahan investasi yang menguntungkan. Bersyukurnya pemerintah pun kini hadir mendampingi pengembangan komoditas lokal agar berdaya saing juga di pasar nasional maupun multinasional. Dukungan tersebut diwujudkan melalui Visi Ekonomi Lestari. Coba kita perhatikan video ini baik :

Besar harapan saya pada terwujudnya Visi Ekonomi Lestari. Kerjasama yang baik pemerintah daerah, swasta, akademisi dan kita sebagai masyarakat sipil sangat diperlukan untuk hasil yang optimal ini. Tidak dipungkiri bonus demografi dan keadaan lingkungan yang mengancam membutuhkan solusi. Maka tentunya solusi yang dibutuhkan adalah yang mendukung keduanya. Tidak merusak lingkungan dan mampu memberdayakan para pemuda bangsa.

Penutup

Merawat kulit bisa kita lakukan sembari merawat bumi. Berkesadaran bahkan perlu kita letakkan pada saat merawat kulit sebagai investasi untuk menjadi cantik yang juga sehat. Karena kita cantik bukan hanya untuk tampilan luar semata, namun cantik juga perlu menyehatkan tubuh, lingkungan dan ramah sosial.

Pilihan kecantikanmu bisa bantu jaga lingkungan dan sejahterakan masyarakat. Memanfaatkan komoditas lokal berkualitas yang ramah lingkungan dan ramah sosial adalah pertimbangan tepat yang perlu kita tancapkan dalam pola pikir kita.

Referensi :

  • https://kelingkumanggroup.co.id/news/keling-kumang-dampingi-petani-lebah-madu
  • https://hutanitu.id/pesonahutan/komoditas-pangan/
  • https://theconversation.com/kulit-kita-adalah-organ-tubuh-paling-penting-dan-paling-besar-apa-saja-fungsinya-93728
  • https://id.wikipedia.org/wiki/Kosmetik

Ghina Hai, saya Ghina. Perempuan pecinta pagi, pendengar setia radio dan podcast, menulis tentang kehidupan perempuan dan hal terkait dengannya.

25 Replies to “Merawat Kulit Sembari Merawat Bumi Dengan Komoditas Lokal”

  1. Ternyata ungkapan “cantik itu mahal” seakan salah ya mbak Nin. Karena banyak produk homemade yang bisa kita pakai, dan lebih awet plus tetap menjaga bumi pastinyaa..

    1. mahal tapi bisa bayar lebih banyak dipilih orang daripada murah tapi nyarinya atau bikinnya susah sih Mbak Ki.. Banyak mgkn di luar sana yang belum tahu ttg hal ini, makanya masih pake produk2 yang beredar di pasaran. dan emang susah juga ditemukan kalau ga ditemukan lebih lanjut untuk nemu produk kosmetik yg lebih ramah lingkungan ini.

  2. Selalu suka klo baca tulisan Mba Ghina yg membahas tntng sesuatu yg ramah lingkungan. Sebagai orang yg masih belum banyak tau tntng ini, aku tertarik untuk mengaplikasikannya walaupun masih hrs blajar banyak. Dimulai dr lbh perhatian dg kandungan dg kosmetik, sama jangan yg ada animal testingnya.
    Peernya, sampe skrng aku masih pake kapas sekali kapas buat bersiin muka 😆😆 Masi blm beralih ke yg ramah lingkungan n bs dipake berkali2..

    1. Hai, Uni Thessaaaa, terimakasih sudah mampir.

      Hihi, iya nih lagi mayan concern, jadi suka aja kalau ada event yang membahas tema tentang lingkungan gitu, biar kita ikut menyuarakan juga.

      Perlahan sedikit demi sedikit ya, Uni. emang nggak bisa juga semua tiba2 harus langsung ganti. aku juga mau habiskan dulu beberapa produk yg ada dan kapas yg masih belum habis juga.. biar ga mubadzir..

  3. Ternyata banyak hal disekitar kita yang bisa dimanfaatkan menjadi bahan-bahan yang berguna untuk tubuh, baik itu perawatan, kesehatan, ataupun menjaga lingkungan ini tetap asri dengan tidak merusak serta menjaganya. Produk-produk ramah lingkungan ini sangat bermanfaat banget, selain mudah dijumpai, menyehatkan, dan membantu mendukung pemerintah serta partner nya. Kreatif!

    1. Hai, kak Andri.. Iya nih betul sekali. Berharap banget banyak orang yang mulai kreatif memanfaatkan komoditas lokal yg ramah lingkungan ini, bahkan bisa juga untuk jadi lahan bisnis, seperti membuat produk homemade gitu. tutorialnya udah banyak juga kan yaa. Makanya, visi ekonomi ini perlu kerja sama banyak pihak nih biar sukses.

  4. Kalo untuk scrub aku juga pakai kopi dan madu mba :D. Udh ga pake yg jual di pasaran. Dipikir2 banyak kopi bubuk di rumah tp jarang di minum, ya mending aku pake utk scrubbing wajah :D.

    Kalo ingredients produk skincare dan bodycare yg aku pake, jujurnya aku ga terlalu merhatiin sampe sedetil itu. Yg aku pentingin hanya sudah ada BPOM nya. Tapi apakah dia ada kandungan SLS dan bhan kimia lain yg mungkin ga bgs untuk alam, aku memang blm sampe segitunya. Pelan2 laah, Krn kulitku sendiri banget sensitifnya. Dan agak susah kalo Gonta ganti produk. Produk organik sekalipun kadang ga cocok di kulitku.

    1. eh samaan donk, mba fanny. Aku suka kopi karena aromannya enak banget. ternyata kopi dicampur madu nggak bikin lengket lho yaa. kopinya tapi bukan kopi sachetan sih.

      Iya mbak, aku juga masih ada bbrpa yang ternyata mengandung bahan itu, mau tak habiskan dulu biar ga mubaadzir. nanti kalau udah habis baru deh beli yg lebih ramah lingkungan..

  5. Tips terakhir paling asyik, cuma wajib tahu juga apa bagaimana caranya.
    Karena kebanyakan orang tertarik hanya karena endorse artis saja 😁

    1. edukasi lewat tulisan yang seperti ini juga diharapkan bisa jadi bahan edukasi, Bli.. Makanya berharap banget makin banyak orang yg aware sama hal kayak ginian

  6. Oooooooalaaaa…naru ngeh ternyata microbeads butiran halus yang suka kita pakai di face wash ternyata ga bagus buat kesehatan dan lingkungan. Untung belakangan ini aku udah ga pakai bahan semacam itu lagi. Sebaiknya bahan2 alami saja, jauh2 deh dari merkuri dan hidrokuinon..ngeriiii. TFS.

    1. iya kak, aku juga baru tahun setahun belakangan ini. Pengen gitu yaa kayak dr richard ngebahas ttg ini, biar banyak yg teredukasi juga ttg bahaya microbeads iini

  7. Nyari kosmetik yang ramah lingkungan emang peer banget.paling gak kita harus rajin ngamatin komposisinya kan
    Tapi kedepannya emang ini wajib bgt. Apalagi yang punya keinginan untuk berkontribusi pada bumi. ide yang kereen kak Ghina

    1. iya mba enny.. seenggaknya nama komposisi yang aku sebutin diatas sih yang masuk dalam kategori berbahaya. Aku juga masih peer nih, lagi bergeser sedikit-sedikit lebih selektif dalam memilih produk.

  8. cantik itu putih, cantik itu tinggi, cantik itu langsing … aduh, apa kabar inner beauty ya? nah, kalo ada yg menjaga kulit nyambi jaga bumi, itu baru deh cantik luar dalam!

  9. wah ada ya itu masker madu kopi, hmm gimana tu ya, jadi penasaran Mbak.. penting tuk bijak dalam merawat kulit, tidak asal memilih kosmetik, kalau ada alami dan ramah lingkungan kenapa gak itu ya.. huhuhuh

  10. penting banget nih issue kecantikan dan lingkungan terus diboomingkan 🙂 biar semuanya sama-sama cantik dan lestari 🙂

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!