Ghina Hai, saya Ghina. Perempuan pecinta pagi, pendengar setia radio dan podcast, menulis tentang kehidupan perempuan dan hal terkait dengannya.

Bulk Store, Toko Curah Minim Sampah

3 min read

bulk store toko minim sampah

Teman-teman ada yang tahu bulk store nggak? semenjak bertekad untuk hidup lebih minim sampah, saya jadi hobi nih belanja kebutuhan rumah tangga ke bulk store. Udah nggak pernah lagi malah beli-beli barang ke mall maupun toserba gitu.

Perlahan saya lagi belajar lebih sadar saat berbelanja. Soalnya plastik sudah menumpuk banyak di kresek. Plastik paling banyak itu plastik kecil-kecil pula. Kan, saya nggak bisa pakai lagi. Kalau yang besar kan masih mending bisa buat tempat menyimpen barang.

Memang sih, kalau mau belanja curah gitu enaknya ke pasar ya. Tapi coronavaganza begini, ke pasar agak mengkhawatirkan. Sudah ramai, banyak yang nggak patuh protokol juga.

Apa itu Bulk Store?

Nah, pasti pada bertanya-tanya kan yaa, apa sih bulk store?

toko organik ramah sosial bulk store
Produk bulk store ramah lingkungan dan ramah sosial

bulk store adalah toko/warung yang menerapkan konsep zero waste. Tokonya tidak besar sih, paling seluas ruangan kamar aja. Barang-barang yang dijual pun masih berada dalam wadahnya masing-masing, belum dikemas. Bulk store akrab juga disebut sebagai toko organis, karena beberapa produknya juga berbahan organik.

Barang yang dijual sebenarnya sama seperti yang kita temukan di warung. Ada beras, sabun, pembalut, kacang-kacangan, bumbu dapur, toiletries, dll. Selain itu ada juga produk makanan berbahan organik dan minuman menyehatkan seperti madu, kambocha, dan lainnya.

Yang berbeda, barang-barang yang dijual ini merupakan barang yang lebih ramah lingkungan dan ramah sosial juga.

Baca juga : Merawat Kulit Sembari Merawat Bumi dengan Komoditas Lokal

Produk ramah lingkungan yang dijual ini berarti bahwa produk tersebut mampu meminimalisir sampah maupun tidak terkontaminasi oleh bahan yang berbahaya. Seperti sabun homemade, pembalut kain, menscup, loofah (sponge yang terbuat dari oyong) dan lain sebagainya.

Sementara ramah sosial di sini berarti produk-produk yang ada di bulk store itu kebanyakan berasal dari petani lokal, masyarakat sekitar, maupun komunitas lokal yang peduli lingkungan dengan membuat produk ramah alam.

Cara Berbelanja di Bulk Store

Untuk pemula cara belanja di bulk store ini agak terdengar merepotkan, tapi buat teman-teman yang sudah terbiasa menjalankan gaya hidup zero waste, hal ini harusnya sudah tidak berat untuk dijalani.

Bagaimana cara belanja di bulk store ini, kok udah dibilangin repot duluan, Na?

Jadi, ketika kita mau belanja di bulk store, kita harus membawa wadah. Nggak cuma tas belanjaan ya, tapi wadahnya juga. Wadah-wadah ini nantinya akan digunakan untuk menaruh barang belanjaan kita tentunya. Jadi beneran bebas plastik ya.

Barang-barang yang dijual di sana ditaruh dalam wadah dan list harganya menggunakan gram/ml bukan per-pack ya.

Jadi, saat kita memilih produk, pelayannya akan menimbangkan wadah punya kita terlebih dahulu. Baru selanjutnya memasukkan produk tersebut ke wadah.

Untuk apa wadah perlu ditimbang terlebih dahulu? supaya berat produk yang dibeli itu pure, nggak kena berat wadahnya juga.

Pengalaman Belanja di Bulk Store Jogja

Hal pertama yang saya lakukan adalah mencari Bulk Store terlebih dahulu di google map. Agak susah nemu toko zero waste ini memang. Nggak di semua kota ada, apalagi desa sepertinya belum ada sih.

Beruntungnya bulk store Jogja lumayan banyak. Bulk Store di Jogja yang sudah pernah saya kunjungi adalah Ranah Bhumi dan Peony Ecohouse. Selain itu ternyata masih ada banyak lho, seperti Samara Ecohouse, Takir Kios Bulk, Meditterania Store by Kamil, Javapari Bulk Store, dan lainnya.

cara berbelanja di bulk store
Pegawai sedang menimbang beras yang saya beli

Saat masuk ke toko, kita akan disambut oleh pelayan yang berpakaian kasual. Mereka bakalan menyapa kita seperti pembeli di warung biasa. Jadi jangan ngarep kamu bakal disapa dengan ucapan ‘ selamat datang, kakak’. haha

Oh iya, sebelum kesana, setelah menemukan tokonya di maps, saya juga perlu membuat list belanja dulu, biar pas dengan jumlah wadah yang perlu saya bawa. Kalau nggak bawa wadah bagaimana? di sana sudah disediakan bungkus kertas, kok. Tapi ya better bawa wadah lah ya.

Baca juga : Keunikan Budaya Pasar Tradisional

Ketika saya mau memilih produk, saya perlu menimbang besaran jumlah yang akan saya beli nih. Sambil melihat barangnya saya sambil berhitung juga. Ternyata agak mikir juga nih mengalikan jumlah barang dengan harga per gram/per ml tersebut. Harus menyesuaikan juga sama ukuran wadah yang kita bawa.

Sempat juga saya tanya sama pemilik Peony Ecohouse, katanya meski nggak banyak, tetap ada saja pembeli setiap harinya kok. Kebanyakan pembelinya adalah anak muda yang lagi gemar dengan gaya hidup zero waste.

Menarik sih, toko seperti ini nih. Tapi tempat yang jauh membuat saya kesulitan juga untuk menjangkaunya. Selama ini produk yang saya beli hanya sekitar madu, toiletries, mie organik, bumbu dapur yang sudah dihaluskan, dan minyak kelapa.

Harga Produk di Bulk Store dan Cara Pandang Kita

Jujur nih, saat saya melihat angka 140/gram itu awalnya kayak murah gitu. Tapi pas saya kalikan 100 gram lho jadinya kok lumayan. Jelas saja saya langsung membandingkan dengan produk yang biasa kita dapatkan di warung-warung. Harga produk di Bulk Store ini memang lumayan sih.

Kenapa bisa mahal ya?

Seperti yang sudah saya jelaskan, produk ini berasal dari produk lokal, pengolahannya sebisa mungkin ramah lingkungan dan produknya memang nggak banyak. Makanya itu sebabnya harga ini agak mahal.

Baca juga : Guilty Feeling, Guilty Pleasure

Tapi setelah saya banding-bandingkan dengan kualitas dan manfaat yang akan kita dapatkan, menurut saya ini sudah layak sih. Terlebih kita juga sembari membantu komunitas lokal untuk meningkatkan pergerakan ekonomi sirkular kan.

Saat berbelanja di bulk store, saya disadarkan kembali bahwa berkesadaran saat berbelanja itu bukan hanya sekadar menimbang harga, impulsif buying dan beli karena butuh saja, tapi juga mempertimbangkan pengaruh dari suatu barang terhadap kita, lingkungan, dan sosial juga.

Penutup

Adanya bulk store ini merupakan respon positif untuk menggalakkan gaya hidup minim sampah ya. Meski nggak perlu ke bulk store juga kalau mau mencoba hidup minim sampah mah. Kita juga bisa berbelanja di pasar atau ke warung tetangga dan berkompromi dengan penjualnya dengan menyediakan wadah untuk belanjaan kita.

Perlahan, konsisten, sedikit-demi sedikit, Bismillah.

Kamu pernah punya pengalaman belanja minim sampah gini nggak? yuk bagi ceritamu di kolom komentar ya.

Ghina Hai, saya Ghina. Perempuan pecinta pagi, pendengar setia radio dan podcast, menulis tentang kehidupan perempuan dan hal terkait dengannya.

51 Replies to “Bulk Store, Toko Curah Minim Sampah”

  1. Di Bali juga ada toko seperti ini mba, zero waste hehehehe, kadang saya beli beberapa produk di sana, namun saya akui saya masih sering mampir supermarket untuk keperluan lainnya, masih belum bisa totalitas ๐Ÿ™ˆ

    And yes, salah satu yang bagus dari Bulk Store, material yang mereka jual ramah lingkungan ๐Ÿ˜ Terima kasih sudah membahas soal ini mba Ghina, semoga saya pelan-pelan bisa semakin meningkat ๐Ÿ˜†

  2. aku baru tau nih kalo ada bulk store, mbak Nin. Karena baru tau juga konsep zero waste itu begimana. Keren juga ya kalo ada bulk store, tapi mungkin masih akan dilakukan warga menengah ke atas ya, kalo memang jatuhnya lebih mahal, hihi.. Btw, makasih banyak infonya ya mbaaak..

    1. iyaa mbak, aku lihat memang masih ada di kota2 besar aja nih. Tapi, solusinya aku sekarang jadi punya langganan penjual yang bisa diajak kompromi untuk minim sampah

  3. Sepertinya asyik juga ya ?
    Btw, di Bali juga ada gerai semacam ini, cuma memang saya jarang masuk mampir.
    Keseringan belanja online aja ๐Ÿ˜

  4. kalau belanja di mana pun pasti menjadi kontributor menambah sampah plastik, bagaimana ya caranya supaya perlahan mengurangi kebiasaan menyampah dari belanjaan yang kita beli

  5. Senangnyaaaa kalo mampir k blog mba Ghina ini selalu ada edukasi yg cihuy soal hidup minimalist

    Aku syukaakkkk
    Jadi reminder bgt buatku yg masih hobi ngiderin mall, walo lagi CORONAVAGANZA ya ampuun istilahnya keren amat yha

    1. Hihi, makasih mba nurul. Tulisan-tulisan ini tentunya jadi pengingat juga buat saya, biar kalau udah mau impulsive jadi teringat lagi sama tulisan sendiri.

      ayo, ramaikan belanja di toko tetangga dan produk lokal, hihi..

    1. Wah, Disni belum ada kak toko dengan konsep seperti ini. Masih dengan konsep lawas yang tidak memperdulikan kebersihan lingkungan

      1. tapi kalau ke toko lokal dan pasar malah enaknya kita bisa nawar untuk nggak diplastikin selama kita bawa wadahnya. kalau untuk kebersihan yaa memang masih begitu keadaannya, tapi sekarang udah banyak pasar yang bersih kok

  6. Bagus nih kalau sudah ada bulk store, sayangnya di kota saya belum ada. Padahal kami sudah mulai menerapkan gaya hidup minim sampah. Ke pasar atau minimarket selalu bawa kantong atau wadah sendiri, kalau enggak lupa. Selain memberdayakan petani lokal dan UKM, kita bisa melestarikan lingkungan. Memang risikonya agak mahal karena produknya memang unik dan pengolahannya tersendiri. Aku jadi ingat teman di Bandung yang punya usaha dan kemasan plastiknya mau dibuat dari singkong. Sayangnya biayanya masih mahal. Semoga lama-lama terpenuhi.

    1. iya mas, sayangnya masih di kota -kota besar aja nih adanya. Mungkin karena orang-orang yang sedang menggandrungi lifestyle zero waste juga kebanyakan masih di kota besar ya.

      Memang agak mahal sih, tapi aku merasa seimbang sih soalnya ini produk dari lokal dan buatan warga lokal juga. Kalau semakin banyak toko dan banyak yg mengkonsumsi juga pasti nanti produksi akan lebih banyak dan harganya bisa lebih murah yaa.

  7. Aku udah lama tau bulk store, krna banyak temen2 yg udah menerapkan zero waste rajin sharing2 tempat ini. Apalagi d jakarta kan lumayan banyak juga. Klo soal harga, aku juga ga tau apakah di sini sama kaya yg mba ghina kunjungi di jogja, yg klo diitung2 jatohnya lbh mahal yaaa..
    Soalnya aku blm pernah mampir satupun ๐Ÿ˜†๐Ÿ˜… Ke supermarket biasa aja sejak pandemi masih mengandalkan happy fresh, jd memang blm berani keluar2. Hehehe..
    Mudah2an ntr pas pandemi berlalu bs berkesempatan belanja d sana.

    1. kayaknya hampir sama sih mbak, harganya mayan mahal sekitar 20 persen dari harga pasaran karena emang produknya homemade aja sih. Tapi mayan ke bulkstore itu enaknya bisa sepi jadi milih ke sana aja drpd ke mall.

  8. Aku pernah mendengar toko semacam ini, tapi di luar negeri.. Aku tadi mengira mbak Ghina cerita ketika di luar negeri. Ternyata ada di Jogja yaa ๐Ÿ˜€

    1. aku juga dulu ngiranya ada di luar negeri doank, makanya pas 3 bulan yg lalu ternyata bulkstore itu ada di indonesia dan bahkan di jogja ada juga aku lgsg googling dan berkunjung..

  9. Seru banget bisa belanja di Bulk Store gini, Kak ๐Ÿ˜
    Waktu itu aku sempat penasaran ingin coba, tapi untuk di daerah dekat rumahku waktu itu belum ada, nggak tahu sekarang apakah udah ada/belum ๐Ÿ˜‚. Memang harganya cenderung lebih mahal soalnya mereka pakai bahan-bahan natural gitu ya.
    Senangnya mendengar bahwa di Jogja udah mulai banyak Bulk Store dan setiap hari ada aja pengunjungnya, berarti udah banyak orang yang sadar dan peduli lingkungan ๐Ÿ˜. Semoga bisa lebih banyak lagi Bulk Store seperti ini, terutama di daerah dekat rumahku wkwk

  10. Mbak Gina, aku penasran sama gambar-gambarnya. Luar biasa ya Jogja udah punya bulk store, harusnya jakartaa ada ya, pankkapan kucoba cari ah. Semangat semoga konsisten zero wastenya mbakk

  11. Aku sampe cek di Jakarta di mana aja, dan jauuuuh semuaaa dari rumah hahahhaha. Suami bisa misuh2 kalo aku minta anterin ke sana -_- .

    Tapi menarik juga konsepnya. Aku yg udh mulai tertarik Ama zero waste juga pengen sih pelan2 bisa nerapin beli barang dari toko2 ramah lingkungan. Walo jujur blm bisa 100%. Masih banyak beli dr toko2 swalayan juga Krn pertimbangan praktis .

    Mungkin ntr kalo sdg jalan2 ke daerah yg banyak toko bulk gini, bakal aku mampirin.

    1. Wah padahal mba fanny di jakarta yaa. Kirain bakal lebih mudah nemu kalau di kota besar kek jakarta ini. Ternyata mbak fany jg susah nyarinya, dan masih dikiiit banget. Atau mgkn mba fanny minat utk buka toko zero waste gini mgkn? ๐Ÿ˜„

      Iya menarik ini, cma sayangnya kayak masih utk kelas menengah ke atas sih konsepnya.

      Bisa mbak nanti hunting bulk store gitu yaaa. Bakal sekalian cuci mata sih, apalagi kalau liat toiletries dan cemilan yg unik gt

  12. Aku malah baru dengar loh mba. Bulk store ini berarti punya perorangan kah ? Gak di setiap kota ada kayanya ya. Semoga nanti akan semakin banyak dan masyarakat luas kaya aku ini gak asing sama bulk store. Makasih loh mba sharingnya.

  13. Keren.. di surabaya kayaknya ada tapi gak selengkap ini deh. Wah menarim ya. Iya sih bicara harga emang selisih. Selisih banyak hehehe. Tapi kalp bicara manfaat tentu jadi sepadan ya ๐Ÿ˜

  14. Keknya di dekat rumahku ada satu bulk store deh. Tapi ga pernah mampir. Soalnya sebelum pandemi pun udah suka belanja online.. hihi.

    Kapan2 boleh lah nyobain ke bulk store juga.

  15. Pernah lihat ini deh kayaknya mba di sini tapi namanya apa yaa, aku kok lupaa. Semacam bulk store jugaa. Dan emang harganya sedikit lebih mahal karena produk lokal dan dikemas seminimal mungkin biar ngga jadi sampah yg gabisa didaur ulang.
    Aku jg masih dalam tahap belajar nih mba ghina biar ngga dikit2 plastik ๐Ÿ˜ญ

  16. Waaaa seneng ya udah banyak bulk store di Jogja. Semoga makin banyak bulk store dimana-mana, jadi skala ekonomisnya juga bisa lebih tercapai dan harga bisa lebih terjangkau ya Kak

  17. wah kegiaatn ini sangat menginpirasi sekali yaaa jadi bisa semakin menjaga bumi agar bebas dari sampah pelastik

  18. Menarik banget mba bulk store ini, baru tahu loh aku. Kira-kira toko seperti ini ada dimana saja ya kak?

  19. wah ternyata di jogja uda marak zero waste market ginian ya…di tangerang aku blom nemu
    berarti sebelom ke sana misal yang mau dibeli macam butiran butiran atau yang padet kayak tepung harus bawa tempat makan ya yang ada tutupnya

    #penasaran aku ama sponge dari oyong wkwk

    1. yaaa mbak, sayangnya masih ada di kota-kota besar aja. cuma mungkin untuk konsepnya kita bisa menyiasatinya dengan berbelanja dan sudah membawa kantong belanja dan wadah juga.. kan itu esensinya

  20. baru tahu lho Kak, bulk store dan cara belanjanya gini, secara disini belum pernah dengar ada yang seperti ini ๐Ÿ˜€
    bagus ya kalau kita semua sadar ketika membeli seperti ini, bawa wadah sendiri dari rumah, terus pakai produk lokal yaang ramah lingkungan dan pastinya punya manfaat besar bagi diri kita dan sekitar.

    1. Dan pedagangnya juga senang lho kak sebenarnya. Mesti awal-awalnya kita perlu ngedukasi dan keukeuh dulu, tapi ujung2nya mereka juga senang karena nggak perlu ngeluarin plastik juga. aku biasanya gitu, kompromi dulu sama pedagangnya kalau lagi ke pasar tradisional atau warung2 yang jual sayuran. Y

  21. Ini pertama kali saya denger istilah bulk store. Namun, setelah membaca lebih lanjut kok rasanya pernah ke bulk store…tapi di mana dan kapan ya.

    Kalau ngebaca dari tulisan mbak Ghina, hmm..I think yes, kita perlu mengurangi sampah dalam bentuk apa pun. Apalagi ketika sampah itu terjadi akibat kurangnya perencanaan, impulsif buying, dan sejenisnya.

    Saya pribadi, tampaknya belum bisa seperti mbak Ghina. Saya lebih nyaman berbelanja di toko konvensional, tapi lebih put more care before buying anything.

    But above all, nice move buat ngurangi sampah mbak. Keep up the good work ๐Ÿ˜Š

    1. Iya, mas prima. saya juga baru tahu tentang bulk store ini awal tahun kemarin, gegara ngikutin ig-nya salah satu pegiat zero waste.
      Menarik memang konsepnya ini, cuma mungkin secara produk, toko kelontong kita juga dulu menggunakan konsep seperti itu yaa, kelontong curah kan namanya juga, namun semakin kesini demi kepraktisan, makanya segala bumbu dan makanan pada dikemas biar pelayanannya cepat.

      Saya juga masih belajar mas. Tentu kadang masih saja mengumpulkan plastik. Belanja ke pasar juga masih hobi kalau nggak pandemi mh bakalan sering juga kok.

  22. Kayaknya bulk store ini masih ada di kota-kota tertentu ya. Aku belum ngecek nih di kotaku ada apa nggak toko yang konsepnya begini. Oya soal kantong plastik aku juga sering banget nolak kalau dikasih plastik kecil gitu soalnya numpuk banget di rumah

  23. Aku koq baru tau yaa ada bulk store ini mba Ghin.
    klo seputaran beaksi adanya bank sampah, tapi kayaknya beda fungsinya..ini idenya briliant banget si, cerdas.
    Namun kita juga harus sadar diri juga, itu yang penting yaaa

  24. Alhamdulillah..sekarang udah banyak ya bulk store yang dekat dengan kita. Pengennya sih makin banyak lagi sekalian mengedukasi masyarakat untuk lebih menggunakan bahan-bahan yang minim sampah.

  25. Sebenarnya konsep-konsep seperti ini tuh, bagus yak. Turut mengembangkan produk lokal dan para umkm Indonesia. Hanya saja masyarakat Indonesia masih butuh literasi akan produk-produk lokal, apalagi ditemui jika harganya lebih tinggi. Pengennya lokal, harga murah, bagus.

  26. wah mba, andai soal bulkstore ini lebih banyak disosialisasikan yaa, jadi lebih banyak yang tahu nih karena aku sendiri jujur baru tahu, dan membaca penjelasannya kayanya sih di lingkunganku nih belum ada bulk store terdekat. Memang harus hunting di G-map yaa. Oya btw, itu harganya dibanding toko biasa or supermarket apakah jadinya lebih murah or lebih mahal mba?

  27. Di kota-kota besar sudah banyak yaaโ€ฆ Bulk Store ini.
    Aku belum pernah tapi melihat teman yang sering share status mengenai Bulk Store, aku jadi tahu bahwa yang dijual bahan ramah lingkungan.
    Cukup unik yaaโ€ฆmelihat idenya.

  28. Rasanya dengan semakin banyaknya gimmick โ€œzero wasteโ€, โ€œno plasticโ€, โ€œramah lingkunganโ€, dan sebagainya malah punya harga yang bisa jadi lebih mahal ketimbang biasanya. Kalau dari aku sendiri mending ke grosir besar. Iya, konsep bulk store ini aku lihat semacam grosir tapi wadahnya kita bawa sendiri.
    Ya aklau dari aku rasanya masih akan lebih memilih grosir saja. Meskipun pakai plastik, tapi harganya jauh lebih murah, toh plastiknya bisa didaur ulang lagi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!