Ghina Hai, saya Ghina. Perempuan pecinta pagi, pendengar setia radio dan podcast, menulis tentang kehidupan perempuan dan hal terkait dengannya.

Menjadi Konten Kreator bersama Mediakomen

2 min read

menjadi konten kreator di era digital

Konten kreator menjadi pilihan banyak orang sekarang ini. Pekerjaan satu ini biasa dianggap orang kayak ngepet. Kerjanya di rumah saja, seringnya pegang gawai, tapi kiriman paket banyak yang datang. Dengan semakin berkembangnya media sosial dan pengguna internet, konten kreator bisa menjadi lahan cuan yang lumayan nih.

Sudah makin akrab nggak sih telinga kita kalau mendengar content cretor? Iya, sampai dialihbahasakan ke bahasa Indonesia dengan nama konten kreator juga. Pekerjaan ini mungkin tidak akan hadir kalau media sosial tidak ada.

Media sosial yang dulu hanya jadi tempat curhat, bagi-bagi info, share-share berita, atau sekadar titip foto, kini sudah berubah. Yup, ternyata media sosial juga menjadi wadah untuk menghasilkan uang.

Konten Kreator, Mengolah Ide Menjadi Cuan

Beberapa video dari Youtube yang pernah saya tonton bilang, di zaman media sosial ini, ada banyak pekerjaan yang asing penamaannya di telinga kita. Lahan pekerjaan sekarang ini bukan hanya polisi, dokter, guru, dosen, pegawai bank, dan lainnya.

Pekerjaan yang berhubungan dengan pembuatan konten di media sosial biasa disebut dengan konten kreator. Kontennya bisa berupa informasi, gambar, dan video. Nah, macam pekerjaan tersebut seperti : Selebgram, Social media assistant, Social media specialist, social media influencer, media social strategist, youtuber, podcaster dan tentunya blogger macam saya juga masuk ke dalam kategori pekerjaan ini.

Baca juga : Mendapatkan Uang dari Blog, Kok Bisa?

Konten yang seperti apa yang bisa menjadi ladang cuan? Konten yang dibagikan sendiri biasanya berupa informasi, ada yang memang ahli di bidang tertentu, ada yang membagikan hal yang diminatinya atau ada hal yang ingin dipelajari.

Untuk menjadi perantara mendapatkan cuan, prosesnya lumayan panjang. Ini yang perlu diluruskan terlebih dahulu ya. Tidak tiba-tiba saat impian kita menjadi konten kreator lalu bersambut dengan baik. Memasuki dunia media sosial, akan banyak hal yang perlu dipelajari juga. Seperti belajar konsistensi, kualitas postingan, tahu strategi untuk meningkatkan engagement dengan pengikut kita, menguasai teknik SEO, dan lainnya.

Tenang, semua hal itu bisa kita lakukan sambil jalan, kok.

Apa saja yang Perlu Dilakukan Konten Kreator?

Yang perlu dilakukan oleh seorang konten kreator tentu saja membuat konten. hihi. Iya, memang harus membuat konten, tapi bukan sekadar membuat konten dan bukan konten saja yang perlu dikuasai dan perlu dibuat. Masih ada pekerjaan lain yang perlu dilakukan. Apalagi kalau ingin menyeriusi atau bahkan menjadikannya sebagai lahan cuan.

1. Membuat konten yang baik

Konten yang baik itu yang seperti apa? Pastinya bukan yang sensasional dan bombastis agar viral padahal isinya B aja, atau cenderung kurang baik.

Meski beberapa pakar digital menyarankan untuk membuat konten berkualitas, saya yakin tidak semua konten kreator tiba-tiba langsung menguasai, kecuali yang memang memiliki keahlian tertentu. Dengan bekal kemauan belajar, apapun menurut saya bisa jadi konten. Tentu dengan sisi unik dan orisinalitas yang bisa kita sajikan. Yang pasti, kalau kita ingin menyisipkan data, pastikan berasal dari sumber yang valid dan terkini. No plagiasi juga, ya!

2. Rutin membuat konten

Setelah membuat konten, apa sudah bisa dikatakan konten kreator? Haha, tentu saja tidak. Kalau mau jadi konten kreator ya buat konten sesering mungkin. Sesering mungkin, lho, Na. (Mengingatkan diri sendiri),

Bekerja dengan mengandalkan ide dan kreativitas itu menuntut kita untuk terus mengupgrade kabar, pengetahuan dan skill. Membuat konten secara rutin tentunya membutuhkan menejerial waktu dan ide yang terlatih. Untuk memudahkan, manfaatkan google trends, minat penggemar, dan membaca google analytics dan google search consolemu deh.

3. Aktif berinteraksi di media sosial

Setelah membuat konten dan mempostingnya, tentu saja tugasnya belum kelar.

Media sosial menjadi ruang juga lho untuk berinteraksi. Like, comment, follow atau bahkan subscribe menjadi penanda bahkan penilaian yang bisa meningkatkan nilai jual kita.

So, berinteraksi dengan teman maupun follower di media sosial juga menjadi perlu kita lakukan. Ya, anggap aja seperti kita ngobrol dengan teman. Masa setelah kita ngobrol, lalu teman merespon, kita nggak respon balik, sih?

4. Meningkatkan engagement rate

Yang nggak kalah penting kalau ingin bekerja di media sosial adalah engagement rate yang tinggi. Yup, PR menjadi konten kreator ya jangan dikira dikit sih. Saya juga kadang masih tergopoh-gopoh, apalagi kalau lagi swing mood, perlu reset life dulu rasanya.

Engagement rate (ER) adalah indikator yang digunakan dalam pemasaran di media sosial. Hal yang mampu meningkatkan indikator ER itu adalah like, comment, follow di instagram dan facebook, dan ada subscribe untuk YouTube.

Semakin banyak komentar, like, maupun subscribe di YouTube, kemungkinan untuk video tersebut muncul akan semakin tinggi. Hal itu juga berlaku di media sosial seperti instagram.

Kalau teman-teman semakin serius di dunia konten kreator dan bahkan menjadikannya sebagai lahan bisnis dengan memiliki banyak kanal di berbagai media sosial, tentunya membutuhkan orang lain untuk membantu pekerjaan kamu. Nah, selain dengan memiliki asisten, sekarang ini ada juga jasa untuk memberikan komentar di media sosialmu dengan MediaKomen.

Mediakomen.com adalah penyedia jasa komentar instagram, facebook, youtube, bahkan rating dan review di google maps pun dilakukan. Tak perlu khawatir dengan layanannya, karena dilakukan secara profesional, dengan review sesuai dengan pesanan kita, dengan pengecekannya pun manual satu persatu layanan.

Ghina Hai, saya Ghina. Perempuan pecinta pagi, pendengar setia radio dan podcast, menulis tentang kehidupan perempuan dan hal terkait dengannya.

One Reply to “Menjadi Konten Kreator bersama Mediakomen”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!