Ghina Hai, saya Ghina. Perempuan pecinta pagi, pendengar setia radio dan podcast, menulis tentang kehidupan perempuan dan hal terkait dengannya.

Santri Perlu Juga Suka Nulis

2 min read

santri berkarya lewat tulisan di blog

Sebagai seorang santri, saya merasa ikut senang karena sekarang ini ada banyak santri yang juga ikut terjun ke dunia media sosial. Salah satu yang saya kenal di dunia blogging itu adalah Mbak Chairina Bawazir.

Kurang afdal rasanya kalau nggak ngobrol lebih dekat Mba Chairina Bawazir atau biasa akrab disapa Mba Rina.

Kesan saya saat pertama kali bertemu di salah satu grup support blog, memang sudah batin ‘hm, mba ini kayaknya keturuan arab deh. Lihat hidungnya mancung dan namanya ada kata Bawazir’ hoho

Gayung pun bersambut, saat ada kesempat untuk saling wawancara antar blogger, saya cari pasangan untuk post ODOP ini ya sudah Mba Rina saja. Yuk kenalan lebih dekat dengan Mba Rina.

Santri juga harus suka menulis

Mba Rina merupakan sosok seorang blogger perempuan beranak dua yang cukup konsisten main blog. Di blognya saya lihat, hampir tiap minggu ada postingan terbaru. Selain itu, di media sosialnya juga selain membagikan cerita kesehariannya bersama anak-anak, juga terselip banyak endorse yang muncul.

Menjadi seorang blogger sekarang ini memang nggak memungkiri perlu aktif di media sosial juga. Jadi istilahnya freelance itu ya termasuk blogger, content writer dan juga influncer.

Ternyata Mbak Rina ini sudah mulai bermain blog sejak dia masih menjadi santri di sebuah pondok pesantren, sekitar tahun 2011. Dia mengenal blog bukan karena ikut-ikutan orang lain, tapi hasil searching sendiri. Seperti anak santri pada umumnya, kalau sedang ada libur, biasanya kalau nggak dimanfaatkan untuk jalan-jalan, belanja, ya main di warnet.

Baca juga : Cara mendapatkan uang dari blog

Lewat warnet itu pula Mbak Rina membuat blog pertamanya. Sayangnya karena keasyikan main blog, jadi dia harus sering-sering main ke warnet. Tentu ini cukup menganggu kegiatan pondoknya. Akhirnya setelah itu dia mencoba lebh fokus mondok dan blognya tidak begitu diurus.

Namun setelah menikah, Ia mulai menggeluti lagi dunia blog yang telah ditinggalkannya. Menurutnya, blog itu menjadi salah satu upayanya untuk terus mengupgrade diri. Dua tahun belakangan ini, blognya pun mulai diseriusi lebih dalam.

Saat ini, fokus Mba Rina memang lebih banyak berkegiatan di rumah mengurusi anak-anaknya. Makanya, lewat blog ini dia serasa menemukan tujuan lain. Bukan sekadar urusan rumah saja, tapi lebih luas lagi.

Lewat blog, ia senang untuk membagikan cerita, diskusi, dan perjalanan hidupnya.

Anak ketiga dari lima bersaudara ini ternyata hanya satu-satunya yang terjun di industri kreatif seperti blog ini. Untungnya semua keluarga mendukungnya.

Tips dan tantangan menjadi seorang blogger

Menjadi ibu sekaligus blogger tentu tidak mudah. Itu yang saya rasakan, dan Mbak Rina pun merasakan hal demikian. Menurutnya, menulis juga bukan hal yang gampang. Butuh waktu tersendiri. Biasanya di sela anak-anak sedang les, maka waktu tersebut dimanfaatkan baik-baik untuk membuat postingan blog.

Baca juga : Menjaga Kewarasan Ibu

Tentunya, menulis juga seringkali mengalami kemandekan. Seperti mood yang sedang tidak baik, kondisi rumah yang tidak mendukung, serta kebosanan yang melanda.

Tantangan bagi seorang blogger sekarang ini bukan sekadar menulis saja. Menurutnya, tantangan terbesar itu justru ketika kita perlu melawan diri sendiri, bagaimana untuk terus memperbarui informasi, melakukan riset dan hal lainnya.

Dalam obrolan ini pun tak lupa saya minta tips dan trik yang biasa Mba Rina lakukan untuk menghidupkan blognya, berikut tips blogging ala Chairina Bawazir :

  • Manajemen waktu itu penting sekali, perlu diagendakan waktu menulis setiap harinya;
  • Melakukan update informasi;
  • Bisa membedakan prioritas antara pekerjaan, rumah tangga, dan anak-anak; serta
  • Menyeimbangkan kehidupan melalui blogging;
  • Blogging menjadi sarana untuk mengupgrade diri;

Hayo, buat kamu yang juga seorang santri, jangan takut mencoba terjun di dunia kreatif ya. Sekarang ini ada banyak kok panutan santri yang bagus dan aktif menulis di blog maupun di media sosial. Coba sebutkan panutan kamu di media sosial yang juga santri siapa nih?

Ghina Hai, saya Ghina. Perempuan pecinta pagi, pendengar setia radio dan podcast, menulis tentang kehidupan perempuan dan hal terkait dengannya.

2 Replies to “Santri Perlu Juga Suka Nulis”

  1. Menyeimbangkan blogging dan mengatur prioritas itu iya banget sih mba. Kadang aku klo lg keasyikan, bisa-bisa jd ga seimbang antara keluarga, hobi dan kerjaan. Klo udah gt, harus mulai disetting ulang sih, agar semua ttp seimbang. Hehehe..
    Btw, kasi tau blog nya Mba Rino dong mba. Jd penasaran jg pengen main ke blognya. 😀 (edisi males googling sendiri.. >.

    1. Eh iya kelupaan aku masukin di tulisan tadi. Auto edit dlu ya mbak…

      Mba thessa mh keren, sambil kerja, ngeblog, urus anak dan rumah pula. Eh bisa nerbitin buku jg yaaa…

      Aku sendiri masih suka kewalahn mba atur blog.. Gmna itu org yg punya blog lebih dr satu dan blog walking tiap hari yaaa..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!