Ghina Hai, saya Ghina. Perempuan pecinta pagi, pendengar setia radio dan podcast, menulis tentang kehidupan perempuan dan hal terkait dengannya.

My Self Talk : When December Comes

1 min read

self talk cara menyayangi diri

ghinarahmatika.com — Menjelang Desember, pikiranku semakin membuncah. Usiaku bertambah. Aku tambah tua. Aku sudah melakukan apa?

Semakin bertambah tua, pertambahan usia membuatku tak lagi sumringah membayangkan kado atau ucapan yang bermunculan. Tapi kini malah aku semakin menciut melihat angka yang bertambah. Angka bukan sekadar angka, perjalanan apa yang sudah dilewati hingga usia itu bisa bertambah satu angka?

Baca juga : Self Love, Sayangi Diri Sendiri Dulu

Aku ingin flashback, malah jadi teringat belakangan bahkan jarang sekali mengisi jurnal. Menyesal tapi toh tak bisa membuat kertas-kertas itu tiba–tiba terisi tulisan. Maka aku coba untuk bertanya pada diri sendiri, self talk orang bilang.

360 hari perjalanan hidup kita memang seharusnya tak boleh selalu sama. Orang bilang, setiap hari kita itu harusnya ada yang berubah. Lebih baik. Harusnya begitu. 

Tapi hari-hari yang terlewati tak selalu menunjukkan peningkatan, meski satu persen pun. Malah kadang berkurang lebih banyak daripada bertambahnya. Apa? Kebaikannya.

Masih teringat dalam benakku saat remaja, saat kulihat seseorang yang lebih tua sedang berorasi. Pikirku saat itu, ah mungkin dia bisa begitu karena sudah tua. Mungkin nanti aku juga bisa begitu jika sudah seusianya.

Nyatanya, tidak!

Dari situ aku diingatkan, bahwa tua dan dewasa itu berbeda. Perjalanan dan pengalaman, keinginan, mimpi, pertemanan, pola pikir, obrolan, dan segala yang ada di sekitar kita adalah hal–hal yang akan membentuk kita hari ini. Seperti apa kita hari ini?

Aku pun berkaca pada mukena merah yang usianya sudah 12 tahun menemaniku. Mukena yang dulu dibeli hanya karena ingin kembaran dengan teman sekamarku. Namun ia masih awet menemani perjalananku sekarang ini.

Perjalanan si mukena bertemu dengan teman-teman pakaian yang silih berganti menemaninya. Oh, itu berarti aku sudah membeli pakaian dan mengeluarkan beberapa darinya juga.

Perjalanan si mukena hingga lusuh. Oh, apakah aku benar-benar beribadah dengan baik bersama mukena ini? Apakah aku sudah lebih baik sekarang ibadahnya?

Perjalanan si mukena yang kini sedang terlipat rapi. Oh, apakah aku dulu suka berantakan atau memang suka rapi?

Perjalanan si mukena yang bawahannya kini sudah rusak dan entah berada di mana, mengajarkanku bahwa, eh ternyata aku kurang begitu telaten merawat barang. 

Sesimpel dari mukena merah, ada banyak pelajaran yang bisa kupetik ternyata.

Seperti belajar hidup minimalis. Belajar hidup lebih berkesadaran. Belajar hidup lebih minim sampah. Perjalanan ini baru aku temukan, minati, hingga ternyata ada banyak sekali aspek penting yang bisa dikulik darinya.

Di sisi lain, aku  pun masih sering bertanya tentang kemampuanku. Apa yang aku kuasai? Atau masih saja jadi medioker?

Aku saat bertanya tentang perjalanan keakuanku seringkali merasa banyak sekali minusnya. 

Tapi aku lupa, bahwa aku kini dibentuk pula oleh orang-orang yang 24 jam membersamaiku. Suami dan anak-anak.

Bukan perjalanan yang mudah mengubah status dari lajang menjadi istri lalu ibu. Ini bukan pengorbanan tapi perjalanan. Karena dari mereka tetap ada hal yang bisa membuatku terus menerus mengasah diri. 

Mengasah diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik, menjadi istri yang lebih baik, dan menjadi ibu yang lebih baik setiap harinya.

Terima kasih untuk aku

Yang masih ingin belajar

Yang masih merasa bodoh

Yang masih merasa bersalah

Dan terus memperbaikinya

Hei, aku. Ayo banggakan diri

Karena sudah mau minta maaf pada anak dan suami

Berterima kasih pada mereka

Dan bersyukur atas-atas hari yang telah terlewati

Kamu sudah melawan egomu semampumu!

Untuk aku

Kamu berharga

Kamu adalah individu sejati

Kamu punya projek hidup

Dekaplah dengan akrab!

Ghina Hai, saya Ghina. Perempuan pecinta pagi, pendengar setia radio dan podcast, menulis tentang kehidupan perempuan dan hal terkait dengannya.

One Reply to “My Self Talk : When December Comes”

  1. perjalanan mukena merahnya bener bener ada kenangannya ya mbak
    kadang suka bikin kita flashback lagi ke zaman itu, ceritanya dari beli mukena, dari mukena udah dibawa kemana aja.
    yang pasti bertambah umur inginnya menjadi lebih dewasa dan menjadi kebanggan keluarga juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!