Ghina Hai, saya Ghina. Perempuan pecinta pagi, pendengar setia radio dan podcast, menulis tentang kehidupan perempuan dan hal terkait dengannya.

Behind The Story of ghinarahmatika.com

4 min read

Behind the story oh ghinarahmatika.com

Memiliki rumah di dunia maya tidak sah rasanya jika tidak memiliki nama. Apalah arti sebuah nama? Tentu sangat berarti. Jadi, kira-kira apa behind the story of ghinarahmatika.com nih?

behind the story of ghinarahmatika.com

Kemarin seharian saya ngoprek blog ini karena ada urusan perpindahan. Ternyata yang repot itu tidak hanya pindahan rumah di dunia nyata ya, tapi juga rumah maya. Namun, karena rumah sendiri, jadilah apapun tantangannya, membuat betah dan merawat dengan sebaik mungkin tentunya perlu dilakukan.

Baca juga : Pindah Rumah Blog

Gara-gara mengurus pindahan yang lumayan ribet, saya sampai berandai-andai, dan pengandaian saya berujung menyedihkan. Saya takut isi-isi dalam blog ini hilang, banyak tulisan saya yang belum sempat saya backup. Dan lagi, ghinarahmatika.com ini sudah menjadi bagian penting dalam hidup saya.hikshiks

Ah, setelah memohon bantuan operator dengan sangat, penuh harap, dan memelas penuh kepolosan, akhirnya kemarin pindahan terlaksana dengan baik.

Sungguh, kemarin adalah pengalaman yang penuh pelajaran. Saya belajar memahami jeroan blog, mengetahui cara pindahan, paham backup-backup, memahami link-link yang diberikan oleh operator serta menyelami tanya jawab antara saya dan operator yang ganti sampai tujuh orang dari pagi sampai sore.

Oh, lumayan ya. Tiba-tiba semalam saat melihat tugas dari grup sebelah, membaca tugas tersebut membawa saya terbayang kembali pada masa-masa memutuskan blog ini menjadi TLD. Akhirnya gara-gara itu membuat saya jadi senyum-senyum sendiri.

Runyam namun menantang. Hal berbau teknologi begini memang cukup ruwet, tapi kalau nggak mau belajar kan ya nggak bisa-bisa. Tapi, Ujung-ujungnya seru banget kalau sudah bisa.

Makanya, mengurusi rumah maya pun tidak boleh main-main, ya. Bertahan di blog selama 2 tahun ini membuat saya semakin betah ngeblog, makin banyak yang tidak tahu, namun beruntungnya makin banyak kesempatan untuk terus belajar.

TLD Gara-gara Panas Hati

Desember 2018, bulan dimana saat itu untuk kali pertama saya melihat salju, saya tiba-tiba ingin sekali sering-sering menulis untuk mengenang masa-masa di Groningen yang dulu hanya ada dalam catatan diary saja. Lewat foto saja saya merasa kurang cukup. Saya yakin narasi tulisan akan lebih menguatkan ingatan, ada cerita apa dibalik foto-foto tersebut.

Saya pun memutuskan untuk membuat blog lagi. Sebelumnya, saya sudah punya blog di tumblr, blogspot, dan medium, namun 8 tahun berselancar di dunia blog isinya penuh dengan curhatan doank.

Baca juga : Alasan Menulis Blog ala Ghina’s journal

Nah, Di Groningen saya bertemu dengan seorang blogger. Ternyata blognya dia ini sudah pernah saya kunjungi saat ingin tahu bagaimana kehidupan Groningen. Tulisan dia lengkap sekali, bahkan detail sampai urusan anak, sekolah, dan kehidupannya pun ia tulis.

Saya lihat teman saya itu benar-benar rajin mengisi blognya, menyimpan pengalaman hidupnya dalam berbagai kategori, dan kalau ada teman bertanya tentang pengalaman hidup, dengan mudahnya dia cukup menyodorkan postingan blognya saja. Ih, keren. Saya juga mauuuu!

Gara-gara itu, akhirnya semingguan saya kepikiran. Agak panas hati ini nampaknya. Saya ingin mengikuti jejaknya, punya blog dengan nama sendiri tanpa embel-embel wordpress atau blogspot pasti lebih keren, kan.

Saya pun coba memberi kode pada suami tentang blogging lewat obrolan kami. Dia sih nggak paham tapi untungnya cerita-cerita saya berhasil membuat dia senang dan mendukung. ‘Jadi ibu rumah tangga juga harus tetap berkarya’, ucapnya.

Akhirnya dengan sedikit pengetahuan, saya pun coba ulik blog, tanya sana-sini tentang blog, dan beranikan diri untuk membeli domain dan hosting. Alamat blog yang tadinya ghinarahmatika.wordpress.com berubah menjadi ghinarahmatika.com. Yessss, punya personal blog.

ghinarahmatika.com of ghina's journal, jurnal online ghina

Dua tahun yang lalu sebenarnya saya sempat punya dua domain. Penyebabnya, saya belum begitu paham perbedaan hosting dan domain. Ternyata beli domain saja tidak cukup, lalu bodohnya malah saya beli domain lagi barengan sama hostingnya sekarang. Terjebak promo. huhu

Domain pertama saya, ghinarahma.com yang sebenarnya bisa digunakan pun akhirnya hangus. Domain satunya ya yang saya gunakan sekarang ini, ghinarahmatika.com.

Meski saat itu saya masih sedikit mengetahui tentang blogging, namun saya senang. Akhirnya saya punya kemampuan yang suami saya tidak kuasai. hahaha.

Keinginan selanjutnya, saya ingin menulis lebih sering dan berharap ada manfaat yang bisa dipetik, bercerita lebih sering, pintu rejeki, dan tentunya mendapatkan banyak teman. Komunitas blog pertama saya, 1minggu1cerita membuat hari-hari saat lebih semangat untuk bercerita di blog.

Nah, kalau memilih nama domain beda cerita. Karena kebodohan saya di awal, meski sebenarnya saya ingin membuat nama domain yang unik, namun kreativitas saya yang mentok membuat saya akhirnya memutuskan untuk membuat nama domain seperti nama saya. Biar sekalian ketika orang mencari nama blog saya tidak kesusahan.

Mengintip Isi Rumah ghinarahmatika.com

Blog adalah rumah maya milik personal. Tampilannya lebih banyak kata daripada gambar ataupun video. Oleh karena itu, gaya penulisan menjadi hal yang harus diperhatikan.

Gaya penulisan saya sendiri mencoba untuk memantapkan dengan gaya ‘tulisan obrolan’. Membaca tulisan seperti orang ngomong menurut saya bagus, dan itupun ternyata didukung juga oleh Mas Bambang Irwanto. Kata beliau malah bagus, karena berarti lebih natural dan personal.

Ketika kamu mampir ke rumah maya saya ini, kamu bisa banget berkunjung ke beberapa ‘kamar’ yang memiliki pembahasannya tertentu atau biasa kita sebut kategori.

Sebelum berkunjung ke kategori, kamu bisa baca dan resapi dulu tulisan gede di home ya. Tagline “longing the meaning, rediscovering values” ini adalah sumbangan kalimat dari suami. Kata dia, menulis itu seenggaknya bermakna dan bisa menemukan kembali nilai-nilai dari dan kepenulisan itu sendiri.

longing the meaning, rediscovering values.

Kalau ngomongin kategori, saya jadi teringat blognya Mbak Creameno yang nama-nama kategorinya udah mirip kayak taman. Wah, saya nggak kepikiran, ya. Blog itu padahal selain jadi rumah juga bisa ya dijadikan taman atau perpustakaan, dan lainnya.

Nah, untuk membuat kategori ternyata tidak mudah juga. Membuatnya sama seperti menunjukan isi kamar dan personaliti dari pemilik kamar tersebut.

Setelah mempelajari hobi dan personaliti pribadi, akhirnya saya memutuskan untuk masuk dalam niche lifestyle dan parenting. Masih cukup luas sebenarnya, apalagi pembahasan tentang lifestyle, ya. Namun sejauh ini, pembahasannya masih seputar topik yang saya sukai dan saya pahami, kok.

Saat kamu berkunjung dan ingin mengintip kategori apa saja yang ada di blog ini, kamu bisa mengarahkan kursor atau jarimu ke tombol yang bergaris tiga. Nanti akan muncul banyak kategori deh.

Kaget ya, kok ada banyak? Yuk, duduk manis dan baca penjelasan berikut dengan cermat ya. Kali aja ada kategori yang kamu sukai, nanti boleh banget lho untuk mampir lagi kemari.

  1. Family

Kategori ini merangkum berbagai lika-liku dalam kehidupan keluarga kecil saya. Setelah menikah, entah kenapa tiba-tiba merasa perlu untuk membicarakan tentang keluarga. Ya mungkin karena ruang saya sebagian besar ada di sini, keluarga.

Kategori family juga terdiri dari 3 sub kategori, yaitu personal, parenting, dan life updates.

Dari ketiga sub kategori ini memang terasa sekali bahwa ini adalah ruang yang menceritakan tentang dunia pribadi saya dan keluarga lebih dalam.

Untuk cerita tentang anak saya, sementara baru satu ya, saya taruh di parenting. life updates lebih ke perkembangan kehidupan kami yang masih berpindah-pindah dan penuh lika-likunya. Sementara personal, lebih mengupas pengalaman ataupun cerita saya sendiri.

2. Lifestyle

Nah, kalau ini lebih ke passion saya. Pernah sih awalnya nama kategori ini berupa passion, tapi nggak tahu merasa kurang cocok ujung-ujungnya, ya sudah biar lebih kece saya pilih lifestyle aja.

Di dalam kategori ini ada minimalis, traveling, health and beauty, dan food and culinary. Gara-gara membuat kategori ini, saya jadi paham kenapa gaya hidup (lifestyle) itu lebih mahal daripada kebutuhan hidup. Karena butuh modal banyak, wkwk. Eh, tapi balik modalnya juga bagus jika kita memilih hal yang baik.

3. Thought

Nah, kalau ini adalah tempat untuk menumpahkan segala unek-unek saya. Ya, kita kan tetap butuh tempat untuk curhat kan. Kategori ini juga seringkali mewakili keresahan dan kekesalan saya akan sesuatu.

Sekian penjelasan singkat, padat, dan cepat dari cerita dibalik nama blog ghinarahmatika.com. Doakan ya semoga blognya bisa manfaat, dan saya bisa konsisten, ya setidaknya 1 minggu 1 cerita. ;D

Ghina Hai, saya Ghina. Perempuan pecinta pagi, pendengar setia radio dan podcast, menulis tentang kehidupan perempuan dan hal terkait dengannya.

18 Replies to “Behind The Story of ghinarahmatika.com”

  1. Mba Ghina ternyata habis pindahan, pantas dari kemarin saat saya mau berkunjung ke blog mba Ghina nggak bisa dibuka blognya 🙈 Ada tulisan security bla bla bla saya nggak paham. Thankfully proses pindahan blog mba berjalan lancar, ya 😍

    By the way, blogger yang menginspirasi mba untuk blogging pada tahun 2018 itu apakah tetap blogging sampai sekarang? 😁 Keren deh mba Ghina bisa serius dari awal mengelola blog, hingga sekarang blognya berkembang besar 😆

    Saya pribadi suka cara menulis mba Ghina yang personal. Jadi rasanya seperti berbicara sama teman 😁 Dan hampir semua topik yang mba Ghina bahas, saya bisa relate. Mungkin karena itu saya betah berkunjung bolak balik ke blog mba 🥳

    Semoga blog mba Ghina semakin berkembangggg 😍

    1. Waaaah aku terharu sama tulisan mba Eno ini.. Terimakasih banyak mbak

      Kmrn pas nulis ttg kategori aku teringat mba Eno. Keren banget bisa keidean bikin kategori blog kayak taman, aku blm nemu blog yg idenya sampe ke sana sih.

      Iya mbak kmrin pindahan domain dan hosting, utk kali pertama emang baiknya harus cari info sana sini dulu yaa. Aku kurang dapat info bnyk jadilah kepepet dan dadakan semua. Untungnya pihak provider mau ngebantu.

      Mbaknya masih nulis, mba Eno. Pdhl sambil disambi kuliah di sana. Keren banget emang. Ini masih belum berkembang besar banget mbak, blog mh belajarnya ternyata ga usai usai, ntah menejemen waktu, ide nulis dan lainnya yaa.

      Thanks for supporting me, Mba Eno 🥰🤗

  2. Ternyata pindahan rumah maya ribet juga..
    selamat sudah pindah.
    semoga makin berkah dan kece blognya kak

    1. Hello mas Ikhwan.. Mangga kalebet, pindahan rumah kontrakannya masih berantakan nih, punten. 😀

      Mas ikhwan juga semangat nulisnyaa ya.. Suka liat foto-fotonyaa

  3. Wakakakak kebayang deh ribetnya. Kira-kira bakalan mirip saat 6 tahun lalu saya membangun blog pertama berbasis WordPress. Pasti banyak kesalahan yang Mbak Ghina lakukan. Bakalan banyak ribet. Hahahaha.. sorry ketawa, bukan nyukurin tapi saya inget masa masa itu karena saya waktu itu sok jagoan mau ngerjain sendiri, hasilnya pernah sampai website crash ga bisa dibuka, sama seperti Mbak..

    Tapi, justru berdasarkan pengalaman itu, saya pikir lama kelamaan mbak Ghina akan paham dan mengerti. Bisa jadi suatu waktu Mbak justru yang mengajarkan kepada orang bagaimana cara pointing domain ke server yang berbeda.

    Semangat mbak… dan saya percaya, blog ini suatu waktu akan sama besar seperti blog teman Mbak, bahkan mungkin lebih

    #dari sesama pemakai WP Self Hosted dan pernah jungkir balik juga .. wakakak

    1. Aku tanya teman kan mas, katanyaa ih pindahan mah gampang sehari 24 jam juga bisaa. Pastikan kalao servernya minta bantuin juga. Kalau nanya dikasih artikel jangan mauuu,.. Wkwk lalu bku manfaatin itu deh.

      Buka artikel itu malasnya karena belum paham aja isinya. Tapi akhirnya kupelajari itu maksd kata-kata di artikel nya satu persatu, meski aku jd banyak nanya juga. Mayan emang mas, jadi tahu jg sdkt banyak nyaa tntng pindahan gini.

      Aamiin, besar nggak yg pntg harus lebih optimal lah.. Biar ga kalah sama punyanya mas anton 😆

      1. Iya memang sebenernya cuma 24 jam, masa propagasinya saja yang lama 😂😂😂

        Dan saya waktu pertama tama butuh entah berapa kali 24 jam baru beres 🤣🤣🤣

        Sekarang sih beneran 24 jam bahkan kurang..dulu mah sama puyengnya..hahah

        Aamiin cuma kalau lihat kegigihan mbak sih..saya yakin deh 😁😉

        1. Wkwk, kalau mau advance emang harus dari beginner dulu yaaa. Mas dulu ngerecokin csnya nggak? Itu aku nggak kebayang ganti cs sampe tujuh kali transfer informasinya piyee gt..

          Jadi nubie biasanya rada gigih dikit, beberapa tahun kemudian… Kita lihat saja nanti, hihi

  4. Amiiiinnnn. Aku bantu dukung dalam doa agar harapan Kak Ghina untuk blog Kakak kedepannya bisa terwujud 😁. Semangat selalu, Kak Ghina!

    1. Terimakasih, Lia. Seseru ini ternyata mengulik isi blog. Senang sekali bisa mengenal blog dan mengenal teman-teman bloger seperti Lia salah satunyaa.

      Semangat juga buat kamu ya, Li.

  5. nggak terasa udah 2 tahunan ya mbak, dan nggak salah juga waktu itu tiba tiba kepikiran mau ngeblog lagi dan bahkan bertahan sampai saat ini
    samaan mbak, aku dulu nggak bisa bedain domain dan hosting, duhhhh
    rasanya lama banget memahami kosakata dunia perblogingan
    sampai sekarang aku aja masih tahap belajar mba

  6. Owh, ternyata awalnya bikin blog buat dokumentasi selama di Groningen ya Mba? Memang tinggal di luar negri selalu ada cerita menarik buat sharing k orang2. Dan setuju kalau foto kadang ga bs bercerita terlalu banyak ya..

    Semoga blog Mba Ghina makin sukses dg domain baru ini yaa 😊😊

    1. iya mbak, emang sayang banget untuk dilewatkan begitu saja. cuma di blog kemarin karena aku masih newbie dan ada kendalan buat ulpoad foto jadinya nggak banyak juga yang ditaruh di blog, jadinya malah tak taruh di instagram aja deh.

      Mbak thessa juga semangat buat ngeblognyaa, lagi sibuk ngulik ga gsc nih kayaknyaa ya

  7. Saya dong baru ngeh kalau ini baru pindahan, saya kira udah lama TLDnya,
    Padahal ya nama Ghinarahmatika itu membekas banget di ingatan sejak lama deh kayaknya 😀

    Btw selamat pindahan, semoga ghinarahmatika.com nya lebih berkah lagi, aamiin 🙂

    1. Udah lama emang mbaaa Rey. Ini tuh baru ditulis gegara tugas kelas blog kmrn. Wkwk.

      Asyik membekas yaa di benak mbak Rey. Aku tim tukang like postingannya fbnya mbak Rey jadi keinget yaa. Wkwk

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!