Ghina Hai, saya Ghina. Perempuan pecinta pagi, pendengar setia radio dan podcast, menulis tentang kehidupan perempuan dan hal terkait dengannya.

Alasan Kenapa Orangtua Harus Selektif Memilih Tontonan untuk Anak

3 min read

hoala koala lagu anak indonesia

Ghinarahmatika.com – Anak-anak adalah aset kita (sebagai orangtua) sekaligus aset bangsa ini. Karena mereka adalah generasi masa depan. Karena itulah, menyelamatkan anak-anak sama artinya dengan menyelamatkan diri sendiri dan juga menyelamatkan masa depan bangsa kita.

Tapi, apa sih yang mengancam anak-anak kita? Kenapa mereka perlu diselamatkan? Dan, bagaimana pula caranya?

Baca juga : Anak-anak adalah pelanggan setia

Game serta Konten Dewasa dan Adegan Kekerasan

Anak-anak yang lahir setelah tahun 2010 disebut sebagai ‘Generasi Alfa.’ Diantara karakteristik generasi Alfa adalah,

  • Lebih senang berinteraksi di media sosial
  • Sangat individualistis dan cenderung dominan serta sangat mudah berubah
  • Tidak suka mengikuti aturan
  • Melek teknologi
  • Lebih suka belajar dari internet

Dari beberapa poin di atas, kita bisa melihat bagaimana keseharian Generasi Alfa. 4 dari 5 poin di atas juga menunjukkan bahwa Generasi Alfa sangat bergantung pada gadget.

Gadget seperti smartphone hingga laptop, adalah sahabat terdekat Generasi Alfa. Bahkan, saat ini semakin sering kita jumpai fenomena anak yang “diasuh dan dididik” oleh gadget.

Sehingga tak mengherankan apabila perilaku dan karakter mereka sangat bergantung pada apa yang mereka “konsumsi” di gadget. Game apa yang mereka mainkan? Apa yang mereka tonton? Dan, dengan siapa mereka berteman di sosmed?

Baca juga : Batasi Penggunaan Gadget dengan Sistem Timer

Dari sekian banyak hal yang dapat mempengaruhi anak, konten video adalah salah satunya. Dan, dari sekian banyak platform tempat menonton, YouTube adalah salah satu yang paling populer.

Karena itu, tidak mengherankan apabila aplikasi Youtube hampir bisa dipastikan telah terinstal dan tersedia di smartphone ataupun tablet.

Sayangnya, banyak orangtua yang tidak tahu bahwa, YouTube sebenarnya tidak diperuntukkan bagi anak-anak.

Cyber education consultant sekaligus author buku “The Tech Savvy User’s Guide to the Digital World” bernama Lori Getz mengatakan bahwa, “YouTube bisa memberikan banyak kesenangan, tapi bukan diperuntukkan bagi anak-anak di usia berapa pun — (terlebih) jika tidak didampingi (oleh orang tua).”

Jika kita mau sedikit lebih teliti, saat akan menginstal YouTube di smartphone, kita bisa dengan jelas melihat bahwa aplikasi ini diperuntukkan (minimal) bagi anak usia remaja (13 tahun ke atas).

Fakta di atas sebenarnya tidak begitu mengherankan, mengingat siapapun bisa mengupload konten apapun di platform ini.

Akan tetapi, melarang anak mengakses YouTube juga bukan pilihan bijak. Karena walau bagaimanapun, ini adalah zamannya anak-anak Generasi Alfa.

Baca juga : Nostalgia dengan Main Games Anak 90-an

Jika tidak diperbolehkan di rumah, takutnya, mereka akan berusaha untuk mencari cara lain agar bisa menonton video-video yang bikin mereka penasaran atau video-video yang mereka sukai dari YouTube. Entah itu, dengan meminjam smartphone teman, nebeng di teman, atau menonton secara sembunyi-sembunyi.

Daripada membiarkan anak menonton secara sembunyi-sembunyi, akan sangat bijak apabila kita sebagai orang tua memberikan sedikit kelonggaran. Namun tentu saja, harus tetap dalam pengawasan dan harus didampingi.

Selain itu, kita juga harus bijak dalam memilih platform khusus untuk anak-anak. Dalam hal ini, setiap orang tua wajib mengunci aplikasi YouTube dan menginstal aplikasi YouTube Kids.

Karena walau bagaimanapun, YouTube Kids lebih ramah anak. Meski demikian, sebagai orangtua kita juga tetap harus memilih tontonan berdasarkan rentang usia yang tepat bagi mereka.

Bijak Memilih Tontonan untuk Anak

konten buku dongeng online

Video-video di YouTube memang sangat menyenangkan bagi anak-anak. Karena video-video tersebut menampilkan visual yang kaya warna, adegan-adegan yang menghibur, animasi yang atraktif, hingga musik dan lagu-lagu yang menarik.

Selain itu, sebuah konten video juga akan selalu menampilkan tema dan pesan serta model tertentu. Mulai dari model kecerdasan, keceriaan, kepemimpinan, kejenakaan, hingga kekerasan.

Karena itulah, tidak mengherankan apabila “tontonan” bisa mempengaruhi karakter dan psikologis anak. Apalagi, jika anak-anak rutin menonton setiap hari. Tidak mengherankan apabila berbagai pesan hingga adegan yang ada pada tontonannya dapat mempengaruhi mereka.

Sebagai orang tua yang sedikit-banyak paham tentang literasi digital, saya tentu tidak ingin melihat anak-anak saya tumbuh dengan meniru roll model yang kurang tepat.

Apalagi, saat ini saya sering juga melihat video-video anak yang menampilkan budaya-budaya Barat serta sesekali menyisipkan adegan-adegan yang sebenarnya tidak mendidik dan tidak cocok untuk konsumsi anak-anak.

Berangkat dari kekhawatiran tersebut, saya pun berusaha mencari serta memilah channel-channel anak di Youtube yang sesuai dengan usia anak dan yang sesuai dengan tujuan saya mendidik anak.

Hoala & Koala: Channel Lagu Anak Pilihan Saya

Sebagai masyarakat Indonesia, saya pun ingin agar anak saya tumbuh dengan mengenal dan mencintai budaya asli negeri ini.

Untuk memperkenalkan budaya negeri sendiri, memperkenalkan melalui lagu-lagu (menurut saya) adalah salah satu cara yang bijak. Karena rata-rata anak suka menyanyi. Apalagi jika lirik lagu-lagu yang dinyanyikan gampang buat diingat.

Untuk lagu-lagu anak Indonesia, saya suka banget sama channel Hoala & Koala. Berikut adalah beberapa alasan mengapa saya menyukai channel ini dan merekomendasikannya bagi orang tua yang punya balita.

1. Channel ini banyak menampilkan lagu-lagu anak Indonesia

Entah kenapa? Lagu-lagu anak Indonesia seperti, lagu Balonku, Pelangi-pelangi, Naik Delman, hingga Burung Kakatua. Meskipun jadul, tapi punya daya tarik yang… terasa “Indonesia” banget.

Lagu “Balonku” misalnya, lagu ini meskipun sangat sederhana tapi enak dinyanyikan dan punya nilai edukasi yang sangat mudah diterima oleh anak-anak.

Lain lagi dengan lagu “Pelangi-pelangi” yang selain punya nilai edukasi, juga membawa pesan religi.

2. Lagu-lagu berbahasa Indonesia yang bernilai edukasi

Selain lagu-lagu anak Indonesia yang khas, channel Hoala & Koala juga punya banyak lagu-lagu berbahasa Indonesia yang mengangkat tema aktivitas sehari-hari. Seperti lagu “Kembali Bersekolah,” “Saling Bantu,” “Cuci Tangan,” hingga lagu berjudul “Kata Ibu.”

Lagu-lagu ini digubah dengan sangat baik, sehingga terdengar enak di telinga dan punya banyak pesan moral dan nilai-nilai edukasi.

hoala koala lagu anak indonesia

3. Menggunakan animasi 3D

Lagu-lagu yang ditampilkan di channel Koala & Hoala menggunakan model atau karakter 3 dimensi (3D). Cocok sekali dengan perkembangan animasi modern saat ini, yang memang lebih banyak menggunakan model 3D.

Karakter utama pada channel ini adalah Hoala dan Koala. Dua sahabat yang sama-sama pintar, lincah, serta suka bernyanyi dan menari.

Disamping karakter Hoala dan Koala, ada juga karakter pendukung yang lucu-lucu seperti, rubah (Rubin), buaya (Bu Aya), singa (Om Bre), burung hantu (Burhan), harimau (Om Ping), serigala (Serigili), hingga Miss Jeruk.

Penggunaan karakter-karakter hewan ini, menurut saya sangat positif. karena bisa memancing anak untuk menyukai dan mencintai binatang.

Oh ya, selain bisa disimak di Youtube lagu dan animasi anak Hoala & Koala juga bisa didengarkan melalui Spotify serta iTunes.

Kesimpulan

Finally… saya berharap artikel ini dapat membantu Ayah-bunda menemukan channel lagu anak Indonesia yang bagus dan bermutu serta sesuai dengan kebutuhan anak.

Saya juga berharap, artikel ini bisa menggugah Ayah-bunda untuk lebih peduli kepada anak, dan tidak terlalu memberi membebaskan kepada mereka dalam menggunakan gadget (smartphone). Apalagi, jika tanpa bimbingan, tanpa pengawasan, dan tanpa didampingi. Meskipun yang mereka akses adalah konten-konten yang memang dibuat untuk anak. Karena seperti yang saya bilang di atas, berbagai konten tersebut sangat bisa mempengaruhi karakter dan semangat serta jiwa mereka.

Ghina Hai, saya Ghina. Perempuan pecinta pagi, pendengar setia radio dan podcast, menulis tentang kehidupan perempuan dan hal terkait dengannya.

9 Replies to “Alasan Kenapa Orangtua Harus Selektif Memilih Tontonan untuk Anak”

  1. Happy banget makin banyak yg concern sama konten anak di youtube. Jadi punya alternatif tontonan buat screen time anak2, apalagi sekaligus bisa mengedukasi. Mau tengok ah, belum pernah nonton ini soalnya 😉 penasaean konten hoala koala ini

  2. Kayaknya Hoala & Koala ini bisa juga ya jadi karakter animasi edukatif asli negeri ini, biar nggak kalah sama produk negara tetangga hehe. Bakal aku rekomendasikan ke temen2 dan sodara yang pada punya piyik sih

  3. betul. aku pun merasakan bahwa lagu anak2 itu indonesia banget makanya gak cepat hilang ya dan kayak ancep banget gtu hahaha
    sampai sampai nih ada buku yg mmebuat contoh dari lagu anak itu salah satu stimulasi perkembangan bahsa merak,
    aku sudahnonton juga lho ini koala emang bgus heheh dan ada satu yang melekat tuh judulnya pa kata ibu kalo gak salah menariik dan mendidik

  4. Tontonan anak memang harus di filter oleh orang tua karena tontonan yang tidak sesuai usia dan tidak baik akan mempengaruhi jiwa anak bahkan di beberapa negara mampu menimbulkan traumatis berkepanjangan sampai usia remaja.

  5. agak ngeri skrg tontona buat anak di TV makin sedikit, di yutub juga banyak acara dewasa yang ga sesuai, bagus nih kalau anak kecil dikasih rekomendasi channel hoala koala, sekalian edukasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!