Ghina Hai, saya Ghina. Perempuan pecinta pagi, pendengar setia radio dan podcast, menulis tentang kehidupan perempuan dan hal terkait dengannya.

Minitrip Santai ke Solo

3 min read

minitrip ke solo

Tiba-tiba ingin sekali jalan-jalan ke Solo. Menikmati staycation di hotel, jalan kaki keliling Solo, dan mencicipi kulinernya yang nggak kalah enak dan unik. Hmm, hawa-hawa berlibur memang rasanya sudah menggerogoti banget ya.

Menjelajahi Solo menjadi pilihan kami. Kami punya kenangan sendiri sama Solo ini. Nah,  Ditambah lagi kemarin saya melihat teman yang habis jalan ke Solo dan memamerkan beberapa tempat wisata di sana. Saya kabita untuk mencoba es krim Tentrem yang katanya melegenda nih. Godaan medsos valid banget emang!

Untungnya Solo ini tempatnya dekat dari Jogja. Budayanya pun nggak jauh beda, dan terpenting, bisa jadi wisatawan sehari di sana. hihi

Setelah dua minggu menanti dengan sabar, akhirnya kesempatan itu datang. Yeay, kita ke Solo. Ke mana saja kita selama di Solo? Yuk baca sampai kelar. 

Naik Kereta Lagi, Tut tut tut

Yeay, akhirnya naik kereta lagi.

Kalau dibilang anker alias anak kereta yang tiap hari menggunakan akses kereta untuk bolak-balik, nggak juga. Kami biasanya menggunakan kereta untuk mudik saja. 

Kereta memang nyaman banget ya buat dipakai. Sayangnya sejak PPKM level 4 kami jadi nggak bisa mudik pakai kereta. Anak-anak belum boleh soalnya. Alhasil kemarin bolak-balik ke Brebes pun terpaksa sewa mobil. Beda lah nyamannya.

Yang paling senang naik kereta nih ya Nahla dan ayahnya. Soalnya nggak ada drama muntah-muntah kalau pakai kereta tuh. wkwk.

Menggunakan kereta rel listrik (KRL) Jogja – Solo juga sensasinya baru. Keretanya soalnya baru. Sekarang nggak ada dempet-dempetan sampai penuh lagi ya. Jadi cenderung sepi sih. Entah ini kalau nggak pandemi bakalan adem ayem gini juga ngga ya. 

Nahla mah as usual, dari berangkat – sampai ya tidur aja di jalan dia mah. Kalau saya doyan memperhatikan sekitar, entah itu penumpang maupun pemandangan. Kadang terbesit juga pertanyaan  ‘ Kalau KRL selalu ramai gini, berarti banyak orang yang punya aktivitas rutinan ya bolak-balik Jogja-Solo?

Staycation di rumah Turi

Memang nggak ada tujuan pasti sih ke Solo ini bakalan ke mana aja. Musim hujan begini, sedari sore pun sudah diguyur hujan. Kurang seru juga kalau jalan-jalan saat hujan gini. Kondisi tubuh sudah cukup lelah, mending mending menyiapkan diri dengan vitamin c 1000 dan obat tidur biar nyenyak dan esok perjalanan lebih siap.

Setelah berjam-jam memilih hotel ( padahal nyampe Solo jam satu siang, lalu makan siang , lanjut nyari-nyari hotel selama itu) di berbagai aplikasi pencarian hotel, tujuan pertama udah tertarik sama Rumah Turi. Eh, suami tetap aja cari-cari hotel yang lain. Entah yang ada layanan sarapannya, kolam renangnya, dan tempatnya yang mayan cozy

rumah turi hotel solo

Tapi tetap yang memutuskan ya eyke. haha. Saya langsung tertarik sama hotel ini karena klaimnya hotel ini berbasis alam dan minim sampah. 

Kita nggak menikmati makan di hotel, sih. Sepertinya memang tidak ada layanan makan di sana. Tapi ada tempat yang luas untuk kita leluasa ngobrol, main, maupun ngedate sambil liat tanaman di sekitarnya.

Mencoba makanan khas Solo

Saya tahunya makanan Solo itu hanya sup Timlo dan sup Galatin. Tapi sayangnya eksekusinya agak failed. Karena hujan sayang deras, kita pun pesan makanan secara daring. 

Ketika makanan sudah datang, kita bingung donk. Bingung dan pekewuh sebenarnya. Makan berkuah tapi di hotel kan nggak ada mangkuk. Jadi kita makan secara terpisah dengan kuahnya diminum akhiran. wkwk. Nggak dapat deh sensasi asli Timlonya.

Keesokan harinya, saat sarapan, kami pun rencananya makan di hotel saja. Eh, ternyata memang nggak ada sajian. Jadilah kita random aja jalan ke luar untuk cari sarapan.

Baca juga : Mencicipi Lembutnya Ikan Dorang Bakar Madu

Nggak banyak warung makan yang sudah buka di sekitar hotel, nih. Namun akhirnya kami pun nemu rumah makan jawa yang menghadirkan menu oke untuk jadi menu sarapan. 

Namanya Rumah Tumpeng Solo. Cocok di lidah pada percobaan pertama. Sekaligus juga mengobati rasa penasaranku yang sering dengar nama ini tapi nggak tahu wujudnya. Ini dia, nasi langgi.

Walah, ini tuh ternyata semacam menu nasi kuning aja. Tapi nasinya pakai nasi putih. Ada juga campuran nasi putih dan nasi kuning yang disebut nasi Gunung Sari.Yang bikin saya suka itu ya lauknya. Khas jawa banget dengan cita rasa asin, manis, dan gurih.    

Berkunjung ke Museum Radya Pustaka

belajar di museum radya pustaka

Berkunjung ke museum jadi pilihan buat mengenalkan cerita sejarah pada Nahla. Dengan bekal beberapa buku tentang sejarah yang pernah dia baca, alhamdulillah main museum jadi nggak begitu membosankan buat dia.

Baca juga :Wisata dan Ziarah ke Semarang

Museumnya sepi banget. Waktu kita ke sana, sedang tidak ada pengunjung lain juga. 

Kita di sana belajar untuk lebih memperhatikan berbagai peninggalan dengan detail. Ya, biar Nahla ikut-ikutan maksudnya, hihi. Dia pun jadi minta dibacakan terus setiap ada tulisan yang di sebelah benda-benda bersejarah tersebut.

Meet up bareng teman 

Saat berkunjung ke suatu tempat, memang paling enak itu kalau bisa meet up sama teman, ya. Meski tanpa rencana awal, akhirnya ketemu juga sama teman seasrama dulu.

Tadinya mau mencoba pakai bus atau naik taksi online aja. Jaraknya lumayan jauh, ditempuh 15 menit kalau pakai mobil. Eh tapi Nahla minta jalan kaki aja.

Baca juga : A Day in Singapore

Saya iyakan saja, ya sekitar beberapa langkah saja, nanti bisa pesan taksol di tengah jalan. Eh, pas kita coba berhenti, dia minta jalan aja terus. Mau menghentikan bus, dia nggak mau juga. Ya sudahlah akhirnya sampai rumah teman juga dengan jalan kaki pun. Meski siang-siang, untungnya cuaca agak mendung dan sepanjang jalan pun banyak pepohonan rindang, bikin kita nggak kepanasan.

Sampai di rumah teman, seperti biasa. Para istri ngobrolin berbagai cerita keluarga di kamar. Bapak-bapak saling sharing pengalaman hidup di UEA VS EUR sambil disambil nonton badminton. Anak-anak ya main sepuasnya, naik turun tangga dan lari-larian nggak kenal lelah. Padahal sebelumnya udah jalan kaki mayan ya. Hoho.

Tak terasa, sore pun tiba. KRL pemberangkatan terakhir pukul 18.30 nih. Wah, nggak nyampe nih kalau mau nyicip es krim Tentrem dulu. Huhu. Semoga lain kesempatan bisa nyicip es krimnya nih.

Ghina Hai, saya Ghina. Perempuan pecinta pagi, pendengar setia radio dan podcast, menulis tentang kehidupan perempuan dan hal terkait dengannya.

19 Replies to “Minitrip Santai ke Solo”

  1. Asyik banget ya, Mbak Ghin. Jadi kangen temen-temen, deh. Udah luama banget gak ketemu. Sejak pandemi menyerang.😭

    Btw aku kepo nih sama sup timlo dan sup gelatinnya. Kayaknya aku belum pernah cobain deh. Jadi penasaran pengen cepetan browsing lewat google.🤭

    1. Beneran mbak. Kemarin jadi mggak kerasa bbgt ngobrol dr jumatan sampe ashar saking lamanya ga ketemu teman nih.

      Ayo dicoba mbak. Kemaren merasa kurang puas jg sih gara2 beli online. Mgkn kalau beli lgsg jadi kerasa suasana solo dan cita rasanya yaa.

  2. Waj seru sekali, Mbak. Saya jadi pengin ke Solo lagi. kebetulan waktu itu saya juga naik kereta, soalnya saya juga mabukan hahaha. Jadi dari Gombong saya naik Wijaya Kusuma ke Yogya. Sebenarnya bisa ke Solo langsung. Tapi saya pengi ke Yogya dulu. Dari Yogya baru naik Prameks ke Solo. Persis kayak kereta di Bekasi-Jakarta hahaha. Waktu itu singkat sih, jadi saya cuma ke masjid agung, pasar Klewer, benten, Benteng, dan mutar-mutar naik trans solo hehehe.

    1. mas bambang udah nyobain krl yang baru belum? suasananya lebih cozy lho, nggak dempet2an lagi kek dulu..

      aku dulu udah keliling juga ke pasar klewer, benteng, dan masjid agung. sayangnya belum nybain trans solo malah

  3. Wah senang bisa mampir ke Solo. Enaknya dekat dengan Jogya. Sambil jalan-jalan, bisa ketemu teman. Semoga bisa jalan-jalan yang lebih jauh. BTW jadi penasaran dengan eskrim tentram

  4. Rekomendasi saya, lain kali kalo jalan jalan ke Solo nginepnya di Musafir Guest House Mbak, penginapan syariah di pusat kota Solo

    recommend banget, mirip rumah sendiri jadi gak bakal kapiran seperti waktu makan timlo di atas
    juga ada dapur dll

    Asyiknya lagi, penginapan ini dekat kulineran dan dekat keraton

    saya tulis di blog, jadi kalo butuh silakan DM ya? ^^

    1. Waaah makasih banyak ambu. Nanti lgsg cari tulisannya ambu ttg penginapan musafir ini deh.

      Iya nih, perlu bgt ya kalau bawa keluarga tuh tempat yg cozy dan ramah family

  5. Selama ini kepengen juga main ke Solo. Biasanya cuma numpang lewat aja kalau mau ke Jogja dari Lamongan atau sebaliknya. Bisanya cuma ngendon nunggu bus jalan pas di terminal Solo. Pas lewat kotanya, kayaknya kok asyik.

  6. Ah, solo memang selalu menyenangkan ya. Selalu suka kalau ke kota ini. Dan naik KRL Jogja Solo yang baru ini memang OK banget, cepat, efisien dan bersih. Mana pemandangan selama perjalanan indah. Belim pernah ke rumah tumpeng solo dan museum Raditya pustaka, masukin bucket list dulu

  7. Aku sempat juga di Solo, tiga bulanan. Nginep di guest house dekat dengan Rumah Sakit Kasih Ibu.

    Yang aku suka, jajanannya masih murah-murah. Terus masih mempertahankan bahasa lokal meskipun di publik area.

  8. Ngomongin berkunjung ke Solo saya jadi ingat pengalaman tak terlupakan sekitar 5 tahun lalu. Secara tak sengaja saya harus nginep semalam di Solo gara-gara salah naik kereta wkwk. Tapi hikmahnya saya bisa ketemuan sama teman lama walau setitik. Btw dari Jogja ke Solo butuh waktu berapa lama ya?

  9. wah serunya yang habis mini trip ke Solo
    waktu aku ke solo, cuma bisa mampir ke keraton dan pasar klewer aja nih mbak
    semoga next bisa makin banyak menjelajah tempat tempat wisata di solo

  10. Saya juga suka mbak ngtrip pakai keeta. Dulu waktu anak-anak masih kecil sering banget jalan-jalan naik kereta. Ya .. meski agak ribet dikit sich karena harus oper2 angkutan atau ojek online. tapi naik keetanya itu yang bikin anak2 suka, hehe …

  11. ahhh jadi inget dulu aku pernah nih trip tipis-tipis solo-surabaya, karena emang jaraknya lumayan deket ya naik kereta dan bisa eksplor makanan, museum sejarah nya jugaaaa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!