Ghina Hai, saya Ghina. Perempuan pecinta pagi, pendengar setia radio dan podcast, menulis tentang kehidupan perempuan dan hal terkait dengannya.

Tingkatkan Keterampilan Public Speaking bersama Aplikasi Siap Kerja QuBisa

5 min read

tingkatkan kemampuan bersama aplikasi siap kerja QuBisa

Kemampuan public speaking semakin menjadi softskill primadona. Dalam keseharian, dunia kerja, interaksi dengan kolega maupun teman, memiliki public speaking yang bagus akan lebih menguntungkan. Dengan adanya media sosial, bukan orang terkenal pun kita bisa bikin acara yang bisa ditonton banyak orang, semacam instagram live misalnya. Namun untuk dapat melakukannya tentu saja perlu menguasai berbagai teknik dan cara-caranya.

Seperti pengalaman saya pekan lalu. Meski bukan jadi pembicara, saya ditantang suami untuk menggantikan pekerjaannya jadi co-fasilitator sebuah acara selama hampir sepekan. Meski awalnya ragu, pengalaman beberapa kali jadi host di instagram live menjadi bekal saya untuk menawarkan diri.

Baca juga : GRIT Jadikan Tantangan Menyenangkan

Saya meyakini tantangan ini menjadi salah satu langkah saya untuk lebih mengasah kemampuan dalam public speaking. Tentu ini pula jadi cara meningkatkan personal branding buat saya. Upskilling dan reskilling merupakan bentuk syukur akan bekal kemampuan yang sudah Tuhan berikan kepada kita. Kemudahan teknologi dan internet pun kini membuat belajar gak ribet. Aplikasi siap kerja QuBisa bisa jadi teman baikmu untuk produktif dan meningkatkan kualitas diri.

Komunikasi sebagai Modal Public Speaking

Menentukan sejauh mana kualitas kita bisa ditilik bahkan dari cara kita berkomunikasi. Dengan sesiapapun, sebagai makhluk sosial kita perlu melakukan komunikasi. Cara kita berkomunikasi bisa jadi berbeda, namun pastikan apa yang ingin komunikasikan bisa tersampaikan.

Dalam wadah yang lebih luas, komunikasi yang baik bisa menjadi nilai lebih dalam dunia kerja. Berbicara di depan orang banyak (public speaking) lebih bisa dinikmati ketika kita memiliki power, mudah dipahami, intonasi yang sesuai serta artikulasi yang jelas.

Ngomong-ngomong, sedari kecil, acara yang berbau public speaking sudah menjadi acara kesukaan saya. Baik mendengarkan penyiar radio membawa acara, menonton Oprah Winfrey ngobrol dengan tamu undangannya, mendengarkan Iyas Lawrence berbincang dengan guest star yang ia undang di podcastnya atau melihat acara TEDex yang suka menampilan presentasi orang-orang hebat dengan cara presentasi dengan cara cara menarik.

Baca juga : Podcast-Podcast Favorit

Terlihat sekali betapa luwes mereka berbicara di hadapan lawan bicara maupun pemirsa yang datang di suatu acara tersebut. Yang kita lihat tentu saja hasil dari latihan dan pengalaman yang telah mereka lakukan bertahun-tahun.

Kemampuan komunikasi menjadi bekal nilai lebih dalam cara meningkatkan personal branding kita. Kita bisa mulai dengan menjadikan media sosial sebagai portofolio kita. Media sosial dan aplikasi belajar online pun bisa jadi cara belajar efektif untuk memudahkan kita upskilling dan reskilling.

Belajar Public Speaking bareng Aplikasi Siap Kerja Qubisa, Yuk!

Saya memahami bahwa berkomunikasi meski menjadi kegiatan keseharian saat berinteraksi dengan orang, namun tentunya perlu kemampuan khusus saat harus membawakan sebuah acara. Oleh karena itu, setiap ada tawaran untuk menjadi host, saya akan belajar terlebih dahulu untuk membawakan acara tersebut dengan baik.

Beberapa hal yang biasa saya lakukan adalah mengamati kembali video saya saat mengisi acara instagram live dan memperhatikan saat suami saya melakukan presentasi di sebuah forum.

Saya dan suami pun kadang suka iseng-iseng merekam obrolan, pura-pura diskusi. Saat kami putar kembali video tersebut, kami ketawa sendiri mendengarkan obrolan kami yang sangat random, sering grogi dan terlalu banyak pengulangan kata maupun tingkah yang membosankan.

Oke, tentunya ini tidak boleh dibiarkan terus-menerus donk. Kami pun saling koreksi. Selain itu, karena saking penasarannya, saya mencoba mencari materi yang menjelaskan tentangan public speaking.

Akhirnya, kami pun menemukan sebuah aplikasi belajar online gratis yang membedah secara lengkap cara-cara untuk berkomunikasi secara efektif dengan cara belajar gak ribet bernama QuBisa. Kursus online gratis ini memberikan banyak materi secara cuma-cuma dengan ilmu pengetahuan yang dipaparkan sangat lengkap. Cocok untuk upskilling dan reskilling diri di dunia kerja.

kursus online gratis qubisa
Kursus bersama pembicara handal dari QuBisa

Tantangan Public Speaking

Dalam kursus online gratis bersama QuBisa, saya mendapati materi bertema ‘Tips Sukses Menjadi Pembicara Handal’ bersama Pak Abdul Latief, seorang praktisi dan pembicara publik asal Jakarta.

Pak Abdul Latief memberikan pemaparan dengan bahasa yang jelas, luwes dan mudah dipahami. Cara beliau memaparkan materi memang sudah terihat sangat menguasai materi dan bagus dan public speaking-nya.

So, ini dia beberapa pemaparan dari Pak Abdul Latief tentang tantangan dan cara menghadapi hal yang biasa muncul saat berbicara di depan umum.

1. Grogi

Oprah Winfrey, Iyas Lawrence dan para pembicara profesional tentu melewati hal ini, grogi. Sama seperti kita, mereka pun dulu awalnya tentu saja sering khawatir di depan khalayak ramai, bingung mau ngomong apa, berbicara ngelantur kemana-mana, dan tidak menguasai audiens.

Tidak apa. Itu adalah hal manusiawi. Tapi tentunya kita harus berdamai dan mampu menaklukkan ketakutan tersebut.

Penyebab rasa gugup biasanya karena respon tubuh yang ketakutan dan terasa mengancam saat berbicara. Selain itu juga bisa disebabkan oleh asumsi dasar bahwa kita perlu tampil paling bagus, lingkungan yang penuh tekanan, atau justru ketidaksiapan bekal kita sendiri untuk berbicara di depan orang banyak.

Cara menghadapi grogi di hadapan banyak orang

Ada beberapa hal yang bisa lakukan untuk mengurangi grogi dan lebih percaya diri, seperti :

1. Persiapan

Persiapkan materi, jawaban atas pertanyaan yang kemungkinan muncul, model sapaan, dan bahkan membuat catatan kecil akan membuat kita lebih kaut secara mental dan materil. Abraham Lincoln mengisyaratkan, kalau mau menebang pohon selama 8 jam, maka harus mengasah alatnya selama 6 jam agar tajam. Mengasah di sini diumpamakan saat kita mempersiapkan diri sebelum presentasi. Minimal dengan ini akan menguatkan kepercayaan diri kita.

2. Latihan

Latihan jadi bekal untuk meningkatkan kemampuan kita. Agar lebih siap saat terjatuh atau melakukan kesalaha, latihan bisa menjadi antisipasi atas kesalahan yang mungkin terjadi.

3. Berpikir positif

Setelah kita berupaya dengan sebagus mungkin, menyiapkan materi sesiap mungkin, lanjutkan dengan doa, rileks, penuh senyum dan kepasrahan agar semua berjalan dengan lancar.

2. Filler Word

Jadi ternyata kesalahan-kesalahan yang bisa saya , suami, dan kebanyakan orang yang mengisi sebuah forum itu disebut dengan filler word.

Filler word adalah salah satu istilah dalam linguistik yang mengarah pada sebuah kata yang seseorang ucapkan sebagai jeda untuk berpikir, otak butuh waktu untuk mensuplai kata-kata yang akan kita ucapkan, penguasaan materi yang belum matang, atau hafalan yang diingat buyar.

Yup, contoh yang sering kita dengar itu seperti ’emmm, eeeee, eh’ dan sebagainya.

Bapak Abdul Latief memaparkan bahwa filler word ini memang menjadi masalah utama bagi seseorang yang berbicara di depan orang banyak. Filler word menimbulkan kesan bahwa orang yang sedang berbicara itu tidak percaya diri, tidak menguasai materi, atau ragu-ragu dengan apa yang diucapkannya.

Macam-macam filler word

Di kursus online gratis QuBisa ini saya mendapati pengetahuan bahwa filler word ada beberapa macam, seperti :

a. pengulangan kata eeeeemm, eee, eh; Pengulangan ini biasa dan banyak dilakukan untuk memberi jeda atau bingung untuk menyampaikan suatu hal.

b. Gerak tubuh berulang; tangan ke muka, sering menggaruk-garuk bagian badan tertentu, memegang dagu, membenarkan kerudung, atau tanpa sadar tangan bergerak terlalu banyak.

c. Mengulang kata; seringkali tanpa sadar orang yang berbicara di depan umum suka mengulang kata tertentu di awal,tengah, maupun akhir pembicaraannya. Beberapa kata yang sering muncul seperti : begitu, nah, makanya, dan beberapa kata lainnya.

Cara mengatasi filler word

Untuk kualitas public speaking yang lebih baik, tentu kita perlu memahami kekurangan dan mencari cara untuk mengatasinya. Beberapa cara yang dipaparkan oleh Pak Abdul Latief di aplikasi belajar online QuBisa ini antara lain :

1. Ambil jeda dan perlambat ucapan

Kita biasanya memang lebih cepat berbicara saat menguasai materi, jadi cukup jomplang ketika kita sedang kebingungan sementara waktu berbicara masih ada. Ketika kita sedang berpikir, diksi dan materi yang ingin kita sampaikan masih loading ke otak kita.

Agar supply masuk ke dalam otak lebih lancar, Pak Abdul Latief menyarankan kita untuk memperlambat ucapan. Bisa juga ambil jeda satu sampai lima detik. Oleh karena itu, sebaiknya saat menyampaikan materi tidak perlu tergesa-gesa. Konsistensikan intonasi dan kendalikan dengan menahannya.

2. Latihan terstruktur

Banyak yang bilang bahwa kemampuan kita akan semakin bertambah seiring jam terbang yang makin tinggi. Namun kita tentu tak perlu menunggu diundang sana- sini untuk lebih andal. Perbanyak latihan sambil merekamnya, memahami filler word yang sering muncul, berbicara di depan cermin, dan bahkan bisa belajar dari para pembicara yang handal juga bisa jadi media untuk meningkatkan kemampuan public speaking kita.

3. Tarik napas

Saat ambil jeda, sempatkanlah untuk menarik napas dalam. Mengambil napas bisa mengurangi kebingungan, mengatasi ketakutan dan kecemasan serta tentunya lebih mudah mengendalikan diri saat di depan orang banyak.

4. Persiapan penuh

Tentunya bekal yang penuh dengan persiapan matang, penguasaan materi, serta kepercayaan diri akan memudahkan kita untuk berbicara lebih lancar di depan umum.

Bekal persiapan ini perlu kita persiapkan jauh-jauh hari. Catat secara detail hal-hal penting terkait acara, kenali audiens, serta latihan terstruktur tentunya.

Belajar Gak Ribet Bersama QuBisa

aplikasi belajar online QuBisa

Sebagai sebuah aplikasi siap kerja, QuBisa bukan hanya menjadi media untuk belajar semata. Selain itu juga mempersiapkan bekal diri untuk memasuki dunia kerja dengan berbagai kelas yang sesuai dengan kebutuhanmu. Seperti misinya QuBisa, hadir untuk menyediakan akses pendidikan dan pelatihan berkualitas untuk semua orang. Kapanpun dan di manapun.

Keunggulannya tentu tak perlu dipertanyakan lagi, sudah memiliki lebih dari 300 instruktur yang handal, dengan 200+ webinar yang bisa kita ikut, 500+ kursus online gratis dan berbayar, ada 2000+ judul microlearning, serta sudah memiliki lebih dari 120000 siswa yang menggunakan aplikasi QuBisa.

Baca juga : Skill yang harus Dikuasai Mahasiswa Hukum

Selain keunggulan tersebut, QuBisa juga menyediakan berbagai kelas yang membimbing kamu untuk siap menghadapi dunia kerja, seperti Keterampilan Sukses Milenial (KSM) yang membantu kamu menguasai bidang personal, dan Keterampilan Digital Milenial (KDM) yang membantu kamu menguasai topik digital terkini.

Cara mengaksesnya pun cukup gampang dengan cara belajar efektif dan belajar gak ribet lagi tentunya. Tinggal unduh aplikasi QuBisa di appstore maupun playstore. Setelah selesai pun videonya masih ditonton lagi, kok.

QuBisa Mengadakan Kompetisi Blog, Lho!

Buat kamu yang suka tantangan, sekarang aplikasi siap kerja QuBisa juga sedang mengadakan kompetisi lomba blog dan juga lomba voice over. Tentunya kamu tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan ini. Kamu yang jago menulis, bisa ikutan kompetisi blog, sementara yang jago cuap-cuap bisa juga ikuta lomba voice over yang diadakan QuBisa. Adaa hadiah jutaan rupiah menanti. Untuk keterangan lebih lanjut kamu bisa cek media sosial QuBisa atau langsung saja menuju laman aplikasi belajar online keren ini.

Ghina Hai, saya Ghina. Perempuan pecinta pagi, pendengar setia radio dan podcast, menulis tentang kehidupan perempuan dan hal terkait dengannya.

40 Replies to “Tingkatkan Keterampilan Public Speaking bersama Aplikasi Siap Kerja QuBisa”

  1. Public speaking ini emang oenting banget si mbak, nggak hanya buat yang kerjaannya ngomong di deoan inum, tapi buat kesehatian ini kepake banget untuk bersosialisasi

      1. Iya ya. Ilmu public speaking ini udah seperti kebutuhan sih ya. Paling nggak ya belajar mengatur intonasi dan artikulasi saat ngobrol. Walaupun bukan jadi public speaker, tapi yaaaa untuk ngobrol biasa pun perlu. Ya nggak sih, Kak Ghina?

    1. Public speaking memang harus banget, apalgi kita yang kerjanya terus bersosialisasi dgn orang banyak. Tpi dgn adanya aplikasi Qubisa tentu sangat membantu ya

  2. mantap nih, ilmunya. aku memang kalau ngomong suka kecepetan. kalau lagi bingung gitu aku memang menahan diri untuk enggak bilang eee… mending diem sejenak.

  3. Ternyata bicara pun harus ada tekniknya ya, Mbak. Mantul sekali nih Qubisa, kita jadi bisa asah kemampuan dan belajar banyak hal supaya siap masuk ke dunia kerja.

  4. Aku ikutan happy setelah kemarin gabung QuBisa karena dapat kursus public speaking gratis wkwkw kalo di luaran padahal berjuta2

  5. saya banget niih butuh kelas public speaking, sayaa tuh paling gak berani buat ngomong di depan orang banyak, keder duluan deh kalau gitu, huhuh.
    jadi pengen ikutan belajar Public Speaking di QuBisa juga doong 🙂

  6. Kemampuan public speaking ini penting banget di dunia kerja. Biar pede harus belajar dulu nih di qubisa. Karena berbicara di depan banyak orang ternyata ga mudah.

  7. Grogi mah pasti banget dirasakan. Oleh karenanya harus terus belajar ya. Daku mau juga ambil kursus publik speaking di QuBisa, soalnya biar tahu teknik dan trik nya saat bicara depan publik gak grogi lagi

  8. Belajar public speaking memang perlu banget. Karena saya juga grogian. Pas ngomong suka blepotan kagak karuan. Bisa nih ya, belaiar di QuBisa biar paham dan makin mahir gimana jadi public speaking yang baik.

  9. Aku kemarin juga ikutan kursus public speaking dari QuBisa nih. Seneng banget karena akhirnyaa bisa dapat kursusnya gratis wkwkwk

  10. Public speaking salah satu yg penting banget. Apalagi buat aku yang suka nervous banget kalau mau berbicara di depan umum.

  11. Tantangan nih untuk bisa berbicara di depan umum. Dan di Qubisa ada ya mba materi public speaking. Wah jadi pengen belajar, tp blm apa-apa kok grogi…hehe

  12. Public speaking ini juga salah satu kelemahanku 🙁 Pengennya sih aku diem aja di depan forum tapi semua udah mengerti apa yang ingin kusampaikan. Ahaha….nggak mungkin banget ya. Berarti mesti ikut kelas public speaking juga nih.

  13. Grogi bisa jadi karena ekspektasi diri ingin tampil sempurna ditambah tekanan dari lingkungan juga ya. Jadi pengen ikutan coba ambil kelas public speaking di QuBisa deh. Semoga bisa banyak dilatih juga biar bisa ngobrol depan audiens.

  14. Belajar public speaking di Qubisa menarik juga ya. Aku kebetulan suka juga mempelajari public speaking sebagai basic untuk lebih berkembang dengan dunia yang sedang aku geluti saat ini.

  15. seneng sama kelas public speaking seperti ini, karena memang di dunia kerja perlu banget aku rasa.
    karena dunia kerja juga ketemu banyak orang, jadi skill ngomong kudu dilatih juga

  16. Kalo belajar public speaking ini sebenarnya tinggal dilatih sesering mungkin. Saya dulu takut banget klo ngomong di hadapan banyak orang, tapi sekarang karna dipaksa dan suka ikut berbagai kegiatan dan lomba yang perlu presentasi jadinya lebih percaya diri. Walaupun kadang suka gugup juga sih, wajar ya haha

  17. Ini juga salah satu kelemahan ku mba, bicara depan orang banyak … Dulu pas masih kerja, udah agak terobati, Krn aku harus rutin kasih briefing dan training rutin ke anak buah dan staff kantor. Krn si bos tertinggi ga mau jadi trainee, mau ga mau, harus aku yg wakilnya dia :D. Tapi Krn bicaranya depan staff yg aku kenal baik, groginya ga terlalu parah :D. Cuma aku ga yakin bisa santai begitu saat harus bicara depan orang yg jauh lebih banyak dan aku ga kenal hahahahha. Pasti bedaaa itu rasanya.

    Memang hrs banyak latihan sih.. dan menguasai materi penting banget. Beberapa tips di atas juga disarankan Ama suamiku, yg kebetulan trainer dan auditor di kantor nya. Jadi dia paling sering jadi pembicara kalo kantor ngadain event dll. Kadang aku belajar dari dia juga, cara berbicara yg bagus di depan orang banyak. Kritik nya dia lebih pedes soalnya hahahaha

    1. eh iya juga ya. Nah kalau aku malah lebih percaya diri buat ngomong di depan orang yang nggak kenal, kalau ada orang yg kukenal lebih malu sih.

      Enak mbak nih, jadi bisa langsung latihan sama suami ya. Kritik yang lebih pedes tapi ga tahu kalau aku malah suka menciut. wkwk..

  18. Pas banget nih kak, aku mau kasih tahu anakku nih.. kebetulan bentar lagi mau kuliah, dia pengen jurusan komunikasi, tapi public speaking nya payah banget. Aplikasi QuBisa jadi jawaban nya nih

  19. Aku super panik kalau udah speaking. Ketakutan parah ga jelas menguasai diri. Tapi practice makes perfect kannn. Thx 4 sharing mbaaa Ghina <3

  20. aku kemarin ikutan kursus “Cara Melatih Mental Agar Tidak Bergantung pada Keberuntungan” biar semangat buat kerja, karena rasanya akhir akhir ini kurang bersemangat… besok aku cobain deh ikutan public speaking juga, soalnya suka mengkeret kalo diminta maju di depan orang banyak haha

  21. Selama ini masih sering grogi kalau bicara di depan umum. Jadi tertarik juga nih ikut kelas Public Speaking di aplikasi Qubisa. Aplikasi yang oke banget nih untuk IRT seperti saya buat upgrade skill dari rumah saja. Apalagi ada kelas gratisnya juga. Sangat menarik.

  22. Public speaking tidak bisa dianggap sepele
    Saya saja masih butuh sekali
    Bahkan seringnya ikut beberapa workshop free dan berbayar
    Mau coba yang QuBisa ini

  23. Aku juga suka dengan public speaking, Kak. Dulu suka banget ngeliat Tantowi Yahya. kalo ngomong kok, lancar sekali, yaa. Sempat ikut juga kelas public speaking, tapi belum nyoba yang di Qubisa. Kayaknya boleh dicoba, nih

  24. Pengen belajar publik speaking juga aq kak soalnya aq kalo ngomong sama orang baru atau bicara di depan umum suka grogi dan jadi belibet. Bikin malu deh

  25. Dari dulu tuh pengen banget belajar public speaking. Supaya as presentasi atau ketemu banyak orang gak grogi.

    Karena kalau udah grogi. Omongan bisa ngelanjur kemana-mana 😅

  26. Dulu sih sering banget memang nerveous kalau seandainya ingin berbicara di depan umum. Untung banget pada saat itu diberitahu kalau mau bicara itu tarik napas dulu kayak yang di artikel ini. Zaman sekarang memang sudah lebih canggih jadinya untuk kursus public speaking tinggal buka aplikasi QuBisa ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!