Ghina Hai, saya Ghina. Perempuan pecinta pagi, pendengar setia radio dan podcast, menulis tentang kehidupan perempuan dan hal terkait dengannya.

What I Learn In February

2 min read

what i learn in february

Remember, your life (carrier, bussines, finances) should be an extension of who you are

Fellexandro Ruby

Hai, teman-teman. Apa kabar? kita sudah berada di minggu terakhir bulan Februari ya ternyata. Waktu rasanya begitu cepat berlalu. Lalu bagaimana dengan rencana teman-teman, ada berapa rencana yang sudah tercapai nih kira-kira?

Nah, Februari ini saya sendiri mencoba lebih menantang diri. Karena sedang lebih serius menekuni blog. Apa-apa yang saya pikirkan, senangnya ada ruang untuk menuangkannya, yaitu blog. Dari segala media sosial yang ada, hanya blog yang akhirnya rutin saya isi. Mungkin blog akan menjadi my extension life? Maybe.

Seperti Kata Mas Ruby di bukunya You Do You, kita boleh melakukan banyak eksperimen untuk mencapai apa yang kita sukai sesuai kedirian kita.Tapi perlu diingat, kita perlu mengkalkulasi semua resikonya.

Seperti menggeluti blog, saya bisa menemukan hal baru setiap hari. Berkunjung ke blog teman, nemu tema baru, ide baru, bahkan teman baru. Atau terkadang saya juka juga mempelajari tulisan di blog dan mengamati penulis dan model tulisannya. Namun resikonya, mau nggak mau kita harus terus mengasah ide, berani membuka diri, dan tentunya perlu terus berkembang.

Apakah itu resiko? atau tantangan? you do you.

Tapi, keseruan menggeluti blog nggak cuma sampai di situ. Di bulan ini, saya juga mencoba untuk mengasah kemampuan saya dengan mengikuti beberapa lomba blog. Senangnya, kemarin saya menjadi pemenang juara harapan 2 di lomba Zero Waste Cities. Setelah beberapa kali ikut lomba, ternyata ada yang nyantol juga di hati para juri. Alhamdulillah

Jadi selama Februari sudah belajar apa saja?

Februari dan Hal-Hal yang Saya Pelajari

1. Blog Planner

Ada banyak konsep yang sudah saya praktikkan agar menulis blog tetap konsisten. Beberapa hal seperti menulis ide untuk satu bulan ke depan, membuat outline, reminder di google calender, dan ikut one day one post. Namun ternyata semua gagal berjalan dengan konsisten.

Belajar dari metode pencatatan keuangan yang juga gagal dicatat secara digital, akhirnya saya memutuskan untuk kembali pada cara manual. Perencanaan blog pun akhirnya saya buat secara manual juga.

Setelah saya membuat coret-coret di habit tracker, mencari ide dari berbagai pinterest dan blog luar, akhirnya saya menemukan free blog planner template yang cocok buat saya.

Ini adalah contoh blog planner yang saya gunakan, desainnya dari blog Designer Blogs. Saya tidak mencetak desain tersebut, tapi saya buat ulang di buku yang khusus buat pencatatan blog. Sudah hampir sebulan, alhamdulillah berjalan lebih lancar dan sesuai dengan rencana yang sudah dibuat. Thanks a lot Designer Blogs.

Blog Planner Template

2. Belajar Memproduksi Podcast

Yeay, seperti sudah saya ulas di postingan sebelumnya, saya akhirnya membuat podcast. Setelah sekian lama menjadi pendengar setia podcast, keinginan membuat podcast muncul juga.

Klik di sini untuk tahu cerita produksi podcast pertama saya.

Apakah ini ikut-ikutan? hmm, nggak apa-apa kan ikut-ikutan selama itu masih hal yang baik dan bisa dipertanggungjawabkan. 

Serunya, saya jadi belajar banyak hal baru lagi. Tentang bagaimana membuat podcast, naskah podcast maupun pemasarannya saya dapatkan dari kelas podcast yang sedang saya ikuti. Untuk belajar lebih lanjut tentang pengelolaan suara dan public speaking saya sering mendengarkan podcastnya Mbak Sara Neyrhiza, blogger kondang asal Solo yang juga seorang dosen di salah satu kampus di sana.

Jadi mau dibawa kemana podcastnya? Ya mengalir saja dulu. Masih beginner, jadi perlu mempelajari banyak hal lagi.  Niat konsisten aja dulu ya. Mana podcastnya? ini dia. Dengerin ya. *promosimulu

Podcast NaraTalks

3. Blogging tidak hanya sekadar SEO

Setelah beberapa kali ikutan kelas SEO, saya menemukan sebuah komentar dari seorang senior blogger yang senang sekali membimbing newbie blogger seperti saya ini. Dia mengomentari dengan detail dan kritis soal judul blog saya. haha

Sewaktu mendapati tugas untuk membuat artikel kelas blogger, entah kenapa saya kepikiran untuk membuat hal yang bombastis. Kelas blogger bikin naik kelas? Ya, terlalu click bait. Bersyukurnya ada yang mengingatkan dan meluruskan. Terimakasih banget Mas Anton.

Sebagai pemula, memang biasanya terlalu heboh dan sukanya grasa-grusu. Ingin belajar ini itu dan banyak hal tentang blog. Tidak jarang, mesti suka ikut-ikutan karena dikira bagus dan banyak yang meniru akhirnya terjerumus juga.

Ketika saya membuat tulisan tentang backlink, saya terjerumus dan terpekur membaca tulisannya Neil Patel.

Secara nggak langsung, Abang Neil Patel bilang membangun blog berarti bisa membuat konten membangun relasi juga. Jadi mesti tujuan blog untuk dibisniskan, jalinan yang tercipta justru bukan hanya sekadar laba materi. Tapi, lebih dari itu relasi juga penting.

Bersyukur sekali bertemu dengan orang-orang humble semacam mbak Creameno yang dengan tekun membalas komentar para pengunjungnya dengan ramah. Membangun relasi bisa dimulai dengan berkomentar dan membalasnya, lho. Saya saja masih suka kelabakan saat ikut blogwalking dan harus membalas komentar. Nyatanya, perlu waktu khusus.

Begitulah kira-kira yang saya pelajari selama Februari ini. Semoga saya bisa lebih baik dan lebih produktif lagi ya. Support kalian berupa komentar dan menyempatkan waktu untuk membaca artikel-artikel di blog ini juga tentunya sangat berarti buat saya. Terimakasih dari saya untuk kalian semua.

Nah, kalau teman-teman, apa saja nih yang sudah dipelajari selama februari ini? Bisa cerita di kolom komentar yaa.

Semoga harimu menyenangkan.

Salam, Ghina

Ghina Hai, saya Ghina. Perempuan pecinta pagi, pendengar setia radio dan podcast, menulis tentang kehidupan perempuan dan hal terkait dengannya.

8 Replies to “What I Learn In February”

  1. Gemes banget template blog plannernya, Kak Ghina πŸ˜† ingin ikutan download tapi nggak yakin bakal ngaruh di aku *pesimis sebelum mencoba*. But anyway, semoga dengan adanya blog planner, Kak Ghina bisa semakin konsisten dalam bloggingnyaaa. Juga bisa memproduksi episode-episode baru dari Naratalks πŸ™ˆ ditunggu lho episode selanjutnya~ hihihi

    1. yang udah set up template itu aku biasanya malah ga jadi rajin, makanya aku akhirnya bikin sendiri lagi, jadi hemat kertas juga, nggak perlu cetak2 lagi. hihi. ayo bisa dicoba Li..

      Bikin blogplanner ini maksudnya biar nggak sekadar wacana doank nih. soalnya selamat ini kok aku bikin tema banyak tapi yg kena eksekusi dikiiiit banget.

      Eh, udah ada episode podcast terbarunya lho. Silahkan berkunjung ke NaraTalks..

  2. Halo Mbak Ghina salam kenal ya. Selamat juara 2 lomba blog zero waste, keren euy! Oh ya, aku juga podcaster nih, podcast ku namanya Bincang Bunda. Ntar aku mampir ya di Nara Talks. Seneng deh kalau denger podcast dari orang-orang yang kita kenal di dunia blog.

    Oh ya, soal SEO dan relasi dalam dunia blogger itu benar seperti kata Mas Anton. Apa yang kita dapat akan melebihi bayangan kita, jika niat awalnya bukan uang atau bisnis. Percayalah 😊

    1. Hai mbaaak Dian Ismyama. Salam kenal juga.
      Hihi, ini lomba pertama yang dapat juara, mayan lah harapan 2 juga ya. wkwk. Siap nih aku bakal langsung meluncur ke podcastnya mbak dian. Iya senang banget, jadi selain tahu tulisannya, juga tahu obrolan dan suaranya yaa. saya Manggilnya mba dian kan ya?

      Benar sekali mbak. Makanya kalau saya diinget2 lagi, ini blog personal lho, jadi perlu ada sentuhan personalnya juga kan.. semangat ngeblog mbak.

  3. Hai mbak Ghina, salam kenal. Dulu saat ngeblog, saya sempat ambisius banget harus blogwalking ke alamat-alamat ini ini ini…, udah dicatet semua alamat-alamat blog teman-teman blogger gitu. Tapi akhirnya juga kelabakan nggak bisa ngikutin semua haha πŸ˜€ keteteran sendiri.

    Yang sudah saya pelajari di bulan Februari adalah praktik investasi Reksa Dana gara-gara mbak Creameno juga. Iya dia bisa sabar dan telaten gitu ya jawab semua komentar yang masuk dengan ramah, hebat banget. Saya sendiri aja nggak kuat jawabin satu-satu komen di blog saya, pengennya skip aja – padahal komentar di blog saya nggak banyak-banyak amat, lho! Malah cenderung 0 comment hahaha…. Tapi itu blessing in disguise – lho kok malah seneng jarang yang komen. Soalnya saya sendiri pun tak mampu mempertahankan chi chat bersama pemberi komentar. >o< Emang benar kata mentor edukator saya yang mengasuh sebuah web, saya pernah tanya ke beliau, "kenapa kamu nggak balas semua komentar yang masuk di web kamu?" beliau berkata, "it's hard to cultivate a relationship with the readers". Wah saya jadi ngerasain sendiri ini ada benarnya, walaupun yang terlihat sebagai penulis itu jadi kayak rude and cold kan nggak balesin tiap komentar pembaca yang masuk. Selamat ya atas peluncuran Podcast-nya semoga lancar. You do you! You have a nice blog πŸ™‚

    1. Hai Mba Intan.. Thank you for coming here. Keren ih, saya malah punya sedikit list. Lainnya saya karena ikut list bw aja.

      Benar sekali, membalas komentar itu ternyata berat. Komunikasi dan attitude kita di media bisa sesederhana dgn berkunjung dan membalas komentar, dan itu pun ternyata berat.

      Yaa..let’s try mbak to be cooler than before πŸ˜„

  4. Mba Ghina, holaaaa 😍

    Terima kasih sudah berbagi cerita bahagia. Ikutan senang karena mba Ghina bisa menang lomba menulis, hihi, semoga bisa memicu semangat mba Ghina untuk terus berkarya, yaaaa πŸ₯³πŸŽ‰ And on top of that, semoga bisa menelurkan semakin banyak podcast bersama Nahla (sesuai rencana dan harapan) hohoho πŸ˜†

    Bicara soal blogging, saya cukup banyak belajar dari teman-teman bloggers lainnya termasuk mba Ghina dan mas Anton, hehehehe. Karena saya pribadi buta dengan per-SEO-an jadi dari blog mba Ghina (especially post-post terbaru mba), saya menemukan banyak ilmu baru dari mulai backlink endeblabla 😁 I thank you for that.

    Nonetheless, semoga mba Ghina bisa menutup bulan Februari dengan penuh rasa bahagia 😍

  5. halo mba ghina.

    kalau saya di bulan Febuari ini masih gitu2 aja. gitu2 maksudnya seperti bulan2 kemarin.
    nge-blog, aksi zero waste, ngajar, baca, dll.
    sempet sebel sama diri sendiri yang punya kebiasaan menunda-nunda. lagi kena demam drakor. haduh. padahal aslinya nggak pengen korea-korean. kena juga deh. πŸ™

    meskipun begitu, alhamdulillah masih diberikan kesehatan dan kesempatan hidup. saya akan terus memperbaiki kualitas diri sampai bertemu ajal nanti. πŸ™‚

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!